<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113</id><updated>2012-01-20T01:14:32.828-08:00</updated><category term='Hari Raya Qurban 1429'/><title type='text'>دعوتنا DAKWATUNA -dakwahkite-</title><subtitle type='html'>نويت mewujudkan blog ini hanyalah satu iaitu untuk memotivasi diri dan sahabat2 semua supaya bangun melaksanakan tanggungjawab mengajak manusia semua kembali kepada petunjuk Allah azza wajalla dengan method yang paling berhikmah dan tulus....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>106</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-220134683145098915</id><published>2011-05-19T03:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-19T03:19:16.955-07:00</updated><title type='text'>Keluhuran Budi Sang Murabbi Agung</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kisah ini telah diceritakan oleh seorang Sheikh kpd ana pd suatu hari ketika makan tengahari bersamanya. Semasa berziarah ke medan Imam Hasan Al-Banna telah berkunjung ke sebuah perkampungan di pedalaman Mesir. Selesai majlis rasmi, beliau didatangi seorang sheikh tua yg miskin menjemput imam berziarah ke rumahnya. Melihat kpd kesungguhan sheikh tersebut imam bersetuju hadir dgn beberapa syarat; antaranya dia seorang sahaja yg masuk ke rumah w/pun ramai yg menghantarnya dan kedua jangan sediakan apa2 hidangan, cukup dgn hanya meminum segelas teh. Sheikh bersetuju lalu imam pun menunaikan janjinya. Apa yg menariknya di sini; apabila imam masuk ke rumah, lalu dihidangkan segelas teh itu... Setiap kali dihirup atau diteguk teh tersebut imam lalu berpaling ke arah sheikh sambil tersenyum, begitulah seterusnya sehingga berbaki sedikit sahaja....sheikh dan isterinya rasa sungguh gembira dan berpuashati. Akhirnya imam meminta izin utk pulang dan tinggallah sheikh dan isterinya dlm keriangan yg tidak terungkapkan. Nabi bersabda bhw sisa mukmin adalah ubat, lalu diambilnya sisa teh yg ditinggalkan imam utk diminum. Alangkah terkejutnya sheikh kerana beliau dapati teh tadi terasa amat masin.....rupa2nya isterinya tersilap, bukan gula yg dicampur ke gelas teh tadi tapi garam rupanya..subhanallaah. Tergambar wajah imam yg mengukir senyum setiap kali diteguk teh baru sekejap tadi. Perasaannya bercampur2 antara rasa simpati dan bersalah serta rasa kagum terhadap sikap imam yg sangat mulia tersebut..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-220134683145098915?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/220134683145098915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=220134683145098915&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/220134683145098915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/220134683145098915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2011/05/keluhuran-budi-sang-murabbi-agung.html' title='Keluhuran Budi Sang Murabbi Agung'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-2474735648343554176</id><published>2011-01-25T19:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T19:05:01.814-08:00</updated><title type='text'>TSIQAH DAN I’TIMAD KEPADA ALLAH</title><content type='html'>Berikut adalah kisah nyata yang pernah disampaikan oleh Syekh Muhammad Hassan, semoga Allah SWT memberkati ilmu dan umurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya karena suatu urusan, kepergian yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat suami saya pergi, dan ternyata kepergiannya berkepanjangan, saat itu tinggal bersama kami orang tua suami yang sudah sangat berumur dan menderita penyakit yang sudah sangat parah. Dan – Alhamdulillah – kami dikaruniai Allah SWT seorang anak perempuan yang masih kecil. Keluarga kami adalah keluarga yang sangat miskin, jika kami makan siang, maka kami tidak makan malam, dan sebaliknya. Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama pada keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, saat kami sedang menderita kelaparan dengan sangat berat, tiba-tiba anak perempuannya terkena demam serius, badannya sangat panas, tubuhnya menggigil dengan sangat kuat, padahal bapak mertua juga tidak dalam keadaan yang baik, saya sendiri juga sangat lapar, dan perut sudah berkelit-kelit. Saat itu saya teringat kepada Q.S. An-Naml: 62&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمَّنْ يُجْيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ ... [النمل : 62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, betul, bukankah kami sedang dalam kesulitan dan kesulitan, bukankah kami dalam keadaan lapar, sakit, fakir, kanker, dan … banyak dosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat ayat tersebut, saya segera berwudhu, lalu aku basahi potongan kain dengan air, lalu saya tempelkan pada dahi putri saya, maksudnya adalah mengkompress-nya agar panasnya mereda, sebab kami tidak mempunyai es untuk mengkompresnya. Setelah itu aku berdiri untuk melakukan shalat hajat. Selesai shalat, saya berdo’a kepada Allah SWT. Lalu kuganti kain kompres yang telah mongering dengan kain basah yang baru, lalu aku shalat lagi dan berdo’a lagi, begitu seterusnya berulang-ulang aku melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu rumah diketuk orang dan saat saya buka, ternyata seorang dokter berdiri di depan pintu. Dokter? Ya.. yang berdiri di depan pintu adalah seorang dokter yang datang ke rumah kami di tengah malam. Sang dokter bertanya: “Mana putrimu yang sakit itu?”. Sambil menyimpan rasa bingung dan belum hilang rasa terkejut saya, saya menjawab: ‘Ada di dalam. Sang dokter masuk rumah dan langsung memeriksa putri saya. Selesai memeriksa, sang dokter menyuguhkan faktur biaya yang harus kami bayar. Maka saya pun menjawab: “Mohon maaf, karena kami tidak memiliki apa-apa, kami tidak mempunyai uang, kami tidak mempunyai sesuatu apa pun untuk membayar tagihan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil marah sang dokter menjawab: “Kalau memang tidak mempunyai apa-apa, kenapa kamu menelpon kami di tengah malam, sehingga saya tergopoh-gopoh bangun dan berangkat ke tempat ini!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab sambil gemetaran karena teringat harus membayar biaya pemanggilan dokter, biaya periksa dan biaya obat: “Mohon maaf dokter, di rumah kami tidak ada telpon!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bingung dokter menjawab: “Bukankah ini rumah si fulan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menjawab: “Bukan, si fulan itu adalah tetangga sebelah kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter terdiam sejenak, lalu pergi berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama dokter itu datang lagi sambil menangis, dan ia berkata: “demi Allah, saya tidak akan keluar dari rumah ini sebelum kami mengetahui kisah kalian, sebab, saat kami datangi rumah si fulan itu, mereka dalam keadaan tidur semua, dan saat kami bangunkan, mereka ternyata tidak memiliki anggota keluarga yang sakit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wanita tersebut menceritakan kondisinya secara lengkap, termasuk cerita tentang bagaimana ia memohon kepada Allah SWT, sehingga sang dokter itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera sang dokter itu pergi lalu kembali lagi dengan membawa makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dia juga membawa obat. Lalu ia berkata kepada wanita tersebut: “Nanti setiap bulan insyaAllah aka nada yang datang ke sini untuk memberi kafalah kepada kalian, begitu seterusnya sampai waktu yang Allah SWT kehendaki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, ini sebuah kisah yang menggambarkan betapa penting tsiqah dan I’timad (bersandar) kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reply&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Reply to all&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Forward&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Invite Musyafa to chat&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;New window&lt;br /&gt;Print all&lt;br /&gt;Expand all&lt;br /&gt;Collapse all&lt;br /&gt;Forward all&lt;br /&gt;More about...&lt;br /&gt;Allah »&lt;br /&gt;Al Quran »&lt;br /&gt;Wanita »&lt;br /&gt;Suami Istri »&lt;br /&gt;« Back to Inbox&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Archive&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Report spam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Delete&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Move to&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Labels&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;More actions&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‹ Newer 26 of 2030 Older ›&lt;br /&gt;Select multiple conversations at once – check the first, then press shift and check the last.&lt;br /&gt;You are currently using 947 MB (12%) of your 7544 MB.&lt;br /&gt;Last account activity: 1 hour ago on this computer.  Details&lt;br /&gt;Gmail view: standard | turn off chat | turn off buzz | older contact manager | basic HTML  Learn more&lt;br /&gt;©2011 Google - Terms - Privacy Policy - Buzz Privacy Policy - Google Home&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-2474735648343554176?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/2474735648343554176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=2474735648343554176&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2474735648343554176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2474735648343554176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2011/01/tsiqah-dan-itimad-kepada-allah.html' title='TSIQAH DAN I’TIMAD KEPADA ALLAH'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-5578779020613233425</id><published>2010-11-14T22:41:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T22:41:50.537-08:00</updated><title type='text'>SYAHID IMAM HASSAN AL BANNA WITH MALAY TRANSLATION</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i3.ytimg.com/vi/R6nYthBQFiw/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/R6nYthBQFiw?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/R6nYthBQFiw?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-5578779020613233425?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/5578779020613233425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=5578779020613233425&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5578779020613233425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5578779020613233425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/11/syahid-imam-hassan-al-banna-with-malay.html' title='SYAHID IMAM HASSAN AL BANNA WITH MALAY TRANSLATION'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8734804028539116612</id><published>2010-11-14T22:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T22:39:50.339-08:00</updated><title type='text'>DETIK2 MENUJU MATI SYAHID</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i4.ytimg.com/vi/sbTNyVR3Dz0/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sbTNyVR3Dz0?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/sbTNyVR3Dz0?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8734804028539116612?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8734804028539116612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8734804028539116612&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8734804028539116612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8734804028539116612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/11/detik2-menuju-mati-syahid.html' title='DETIK2 MENUJU MATI SYAHID'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-4557077550245770618</id><published>2010-07-31T17:27:00.000-07:00</published><updated>2010-07-31T18:04:39.377-07:00</updated><title type='text'>Cerita Menarik utk Renungan....</title><content type='html'>Seorang Murabbi mendapati mutarabbinya telah mulai menjauhkan diri daripada usrah, katibah dsb. Bila ditanya kenapa? Disebabkan 'bisnes'....! Bisnesnya telah maju dan mulai sibuk menguruskannya saban hari.Tiada lagi ruang untuk menumpukan kepada perkara lain kerana bimbang bisnesnya akan terjejas. Siang dan malam dia akan pastikan semua urusan bisnesnya berjalan lancar.Waktu siang dihabiskan untuk mengawal selia marketnya yang begitu sibuk dengan pelanggan yang berpusu-pusu datang hingga lewat malam, sedangkan waktu malam pula diuntukkan bagi mengemaskini wang yang diperolehi di siang harinya. Begitulah sepanjang-panjang hari dalam seminggu dan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murabbinya lantas menziarahinya ke tempat bisnes. Dia menyambut dengan baik tetapi diselaputi kerisauan yang mendalam, bimbang akan ditanya perihalnya dengan dakwahnya. Akhirnya dia berterus terang saja dengan memberi alasan bahawa dia tidak mampu untuk membiarkan urusan bisnesnya diurus oleh pekerja-pekerjanya tanpa pemantauan daripadanya sendiri. Dia perlu sentiasa bersama pekerja-pekerjanya pada setiap masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murabbi yang bijaksana telah bertanya..."Sedang saudara memantau pekerja-pekerja saudara keluar masuk melaksanakan kerja mengikut yang disuruh, tiba-tiba perut saudara sakit dan perlu segera ke toilet bagi melegakannya; apa yang saudara akan lakukan?" Dia menjawab sudah tentu saya akan ke toilet dengan segera kerana itu adalah keperluan mendesak yang tidak boleh dikompromi.....makruuf yang akhi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murabbinya lantas menyatakan: "Kalau demikian halnya, saudara telah menjadikan amal dakwah ini kurang pentingnya berbanding urusan saudara ke toilet...Ke toilet saudara kata penting dan perlu...kerananya bisnes mesti ditinggalkan. Tahukah saudara yang selama ini saudara telah meletakkan amal dakwah ini lebih rendah daripada martabat urusan saudara ke bilik air/tandas????"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jawapan Murabbinya, dia insaf dan kembali meletakkan dakwahnya di tempatnya yang paling tinggi dalam hidupnya. Sejak hari itu dia tidak lagi menguzurkan dirinya daripada menghadirkan dirinya ke program-program dakwah dan tarbiahnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ia menjadi pengajaran bagi kita semua insyaAllah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-4557077550245770618?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/4557077550245770618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=4557077550245770618&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4557077550245770618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4557077550245770618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/07/cerita-menarik-utk-renungan.html' title='Cerita Menarik utk Renungan....'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-469230347565266666</id><published>2010-07-26T00:18:00.001-07:00</published><updated>2010-07-26T00:19:55.425-07:00</updated><title type='text'>PANDUAN PUASA RAMADHAN Oleh:  Ustadz Abu Rasyid</title><content type='html'>MUQADDIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata : Telah bersabda  Rasulullah saw. : Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat  kembalinya ( ikuti aku ). ( H.R Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dirwayatkan dari 'Aisyah ra : Rasulullah saw. telah bersabda :  Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak ( tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara dalam riwayat lain : Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada perintah kami, maka ia tertolak.&lt;br /&gt;(HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan dua hadits shahih di atas menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang hubungannya dengan dien/syari'at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik. Diantara cara syaitan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul saw. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, katanya : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu haji Wada' . Maka beliau bersabda : Sesungguhnya Syaithan telah berputus asa ( dalam berusaha ) agar ia disembah di bumimu ini. Tetapi ia ridha apabila ( bisikannya) ditaati dalam hal selain itu; yakni suatu amalan yang kamu anggap remeh dari amalan-amalan kamu, berhati-hatilah kamu sekalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu , yangjika kamu berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya. Yaitu: Kitab Allah dan sunnah NabiNya. " ( HR. Hakim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat difahami bagaimana Rasulullah saw. mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap provokasi setan untuk beramal dengan menyalahi tuntunan Nabi sekalipun hal itu nampak remeh. "Diriwayatkan dari Ghudwahaif bin Al-Harits ra: ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. : Setiap suatu kaum mengadakan Bid'ah, pasti saat itu diangkat (dihilangkan ) sunnah semisalnya. Maka berpegang teguh kepda sunnah itu lebih baik daripada mengadakan bid'ah" ( HR. Ahmad ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika amalan bid'ah ditimbulkan betapapun kecilnya, maka pada saat yang sama Sunnah telah dimusnahkan. Pada akhirnya lama kelamaan yang nampak dalam dien ini hanyalah perkara bid'ah sedangkan yang Sunnah dan original telah tertutup. Pada saat itulah ummat Islam akan menjadi lemah dan dikuasai musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah tak lama lagi kita akan menyambut kedatangan Ramadhan,dalam bulan yang penuh berkat ini kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebulan penuh , yang mana hal tersebut merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Karenanya hal tersebut amat penting. Berkaitan dengan hal diatas, maka kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menunaikan ibadah puasa ini sesempurna mungkin , benar-benar bebas dari bid'ah sesuai dengan panduan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan itulah dalam risalah yang sederhana ini diterangkan beberapa hal yang berkaitan dengan amaliah puasa Ramadhan, zakat fithrah, dan Shalat 'Ied&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdasarkan Nash-nash yang Shariih ( jelas ). Dalil - dalil dan KESIMPULAN dibuat agar mudah difahami antara hubungan amal dengan dalilnya. Dan -tak ada gading yang tak retak- kata pepatah, sudah barang tentu risalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk menuju kesempurnaannya bantuan dari pemakai amat diharapkan. Semoga risalah ini diterima oleh Allah sebagai Amal Shalih yang bermanfaat terutama di akhirat nanti. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. MASYRU'IYAT DAN MATLAMAT PUASA RAMADHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa... " ( Al-Baqarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. " Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad ituadalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;utusan Allah. Mendirikan Shalat Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan Menunaikan haji ke Ka'bah. ( HR.Bukhari Muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Diriwayatkan dari Thalhah bin ' Ubaidillah ra. : bahwa sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Nabi saw. : ia berkata : Wahai Rasulullah beritakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepadaku puasa yang diwajibkan oleh Allah atas diriku. Beliau bersabda : puasa Ramadhan. Lalu orang itu bertanya lagi : Adakah puasa lain yang diwajibkan atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diriku ?. Beliau bersabda : tidak ada, kecuali bila engkau puasa Sunnah. ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN : Dari ayat-ayat dan hadits-hadits diatas, kita dapat mengambil pelajaran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. puasa Ramadhan hukumnya Fardu ‘Ain ( dalil 1, 2, 3 dan 4 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan (dalil no 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. " Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bulan Ramadhan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bulan yang penuh Barakah.&lt;br /&gt;    * Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.&lt;br /&gt;    * Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.&lt;br /&gt;    * Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.&lt;br /&gt;    * Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 &amp; 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.&lt;br /&gt;    * Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.&lt;br /&gt;    * Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan  untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III. CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. beliau berkata : Manusia sama melihat Hilal (bulan sabit), maka akupun mengabarkan hal itu kepada Rasululullah saw. Saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katakan : sesungguhnya saya telah melihat Hilal.  Maka beliau saw. puasa dan memerintahkan semua orang agar puasa." ( H.R Abu Dawud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban).(Hadits Shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Mulailah puasa karena melihat ru'yah dan berbukalah ( akhirilah puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan ) dengan melihat ru'yah. Apabila awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah bulan Sya'ban selama Tiga Puluh hari.  "( HR. Bukhary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan dengan melihat ru'yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).&lt;br /&gt;    * Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya'ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari. ( dalil 1 dan 2).&lt;br /&gt;    * Pada dasarnya ru'yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ' Ala Minhaajinnabiy sudah tegak ( dalil 2 ).&lt;br /&gt;    * Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru'yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IV. RUKUN PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "... dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempurnakanlah puasa itu sampai malam...( AL-Baqarah :187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Adiy bin Hatim berkata : Ketika turun ayat ; artinya (...hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam...), lalu aku mengambil seutas benang hitam dan seutas benang putih, lalu kedua utas benang itu akau simpan dibawah bantalku. Maka pada waktu malam saya amati, tetapi tidak tampak jelas, maka saya pergi menemui Rasulullah saw. Dan saya ceritakan hal ini kepada beliau. Beliapun bersabda: Yang dimaksud adalah gelapnya malam dan terangnya siang (fajar). " ( H.R. Bukhary Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. "Allah Ta'ala berfirman : " Dan tidaklah mereka disuruh, kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlashkan ketaatan untukNya " ( Al-Bayyinah :5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat, dan setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkan." ( H.R&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhary dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Diriwayatkan dari Hafshah , ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. : Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baginya ." (HR. Abu Dawud) Hadits Shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ayat dan hadit di atas memberi pelajaran kepada kita bahawa rukun puasa Ramadhan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Berniat sejak malam hari ( dalil 3,4 dan 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan isteri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari ( Maghrib), ( dalil 1 dan 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. YANG DIWAJIBKAN PUASA RAMADHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk puasa, sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa. " ( Al-Baqarah : 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Diriwayatkan dari Ali ra., ia berkata : Sesungguhnya nabi saw telah bersabda : telah diangkat pena ( kewajiban syar'i/ taklif) dari tiga golongan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari orang gila sehingga dia sembuh - dari orang tidur  sehingga bangun - dari anak-anak sampai ia bermimpi / dewasa." ( H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan di atas mengajarkan kepada kita bahwa : yang diwajibkan puasa Ramadhan adalah: setiap orang beriman baik lelaki maupun wanita yang sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baligh/dewasa dan sehat akal /sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;VI. YANG DILARANG PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Diriwayatkan dari 'Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haidh di masa Rasulullah saw, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperintah mengqadha Shalat "( H.R Bukhary Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;VII. YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "(Masa yang diwajibkan kamu puasa itu ialah) bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) antara yang haq dengan yang bathil. Karenanya, siapa saja dari antara kamu yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyaksikan anak bulan Ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia puasa di bulan itu; dan siapa saja yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbuka, kemudian wajiblah ia puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadhan), dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur." ( Al-Baqarah:185.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Diriwayatkan dari Mu'adz , ia berkata : Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka DIA turunkan ayat ( dalam surat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL-Baqarah : 183-184), maka pada saat itu barangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin, keduanya diterima. Kemudian Allah menurunkan ayat lain ( AL-Baqarah : 185), maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah ( keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang misikin bagi oran yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa. " ( HR. Ahmad, Abu Dawud, AL-Baihaqi dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. "Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah Ta'ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya " ( H.R.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian,maka berbukalah. Maka ini merupakan kemestian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah saw. kami puasa ." ( H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Pada suatu hari kami pergi berperang beserta Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Diantara kami ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang puasa dan diantara kami ada yang berbuka . Yang puasa tidak mencela yang berbuka ,dan yang berbuka tidak mencela yang puasa. Mereka berpendapat bahwa siapa yang mendapati dirinya ada kekuatan lalu puasa, hal itu adalah baik dan barangsiapa yang mendapati dirinya lemah lalu berbuka,maka hal ini juga baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ahmad dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. "Dari Jabir bin Abdullah : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pergi menuju ke Makkah pada waktu fathu Makkah, beliau puasa sampai ke Kurraa’il Ghamiim dan semua manusia yang menyertai beliau juga puasa. Lalu dilaporkan kepada beliau bahwa manusia yang menyertai beliau merasa berat , tetapi mereka tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puasa karena mereka melihat apa yang tuan amalkan (puasa). Maka beliau meminta segelas air lalu diminumnya. Sedang manusia melihat beliau, lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian berbuka dan sebagian lainnya tetap puasa. Kemudian sampai ke telinga beliau bahwa masih ada yang nekad untuk puasa. Maka beliaupun bersabda : mereka itu adalah durhaka." (HR.Tirmidzy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. "Ucapan Ibnu Abbas : wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membayar fidyah memberi makan orang miskin " ( Riwayat Abu Dawud ). Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. "Diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya ( tentang puasa Ramadhan ), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa ." (Riwayat Baihaqi) Shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. "Diriwayatkan dari Sa'id bin Abi 'Urwah dari Ibnu Abbas beliau berkata : Apabila seorang wanita hamil khawatir akan kesehatan dirinya dan wanita yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyusui khawatir akan kesehatan anaknya jika puasa Ramadhan. Beliau berkata : Keduanya boleh berbuka (tidak puasa ) dan harus memberi makan sehari seorang miskin dan tidak perlu mengqadha puasa" (HR.Ath-Thabari dengan sanad shahih di atas syaratMuslim , kitab AL-irwa jilid IV hal 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN: Pelajaran yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah : Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa  Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.&lt;br /&gt;   2. Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak  lagi mampu mengerjakan puasa karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Umurnya sangat tua dan lemah.&lt;br /&gt;   2. Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.&lt;br /&gt;   3. Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.&lt;br /&gt;   4. Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.&lt;br /&gt;   5. Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan. ( dalil 2,7,8 dan 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;VIII HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "...dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam..." ( Al-Baqarah : 187).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya nabi saw. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum " (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama'ah kecuali An-Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa - maka tidak wajib qadha ( puasanya tetap sah ), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha ( puasanya batal ). ( H.R : Abu Daud dan At-Tirmidziy )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah saw. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa ( Ramadhan ) sejak malam, maka tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puasa baginya. ( H.R : Abu Daud ) hadits shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Telah bersabda Rasulullah saw: Bahwa sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat  ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah saya terlanjur menyetubuhi istri saya (di siang hari) padahal saya dalam keadaan puasa ( Ramadhan ), maka Rasulullah saw bersabda : Punyakah kamu seorang budak untuk dimerdekakan ? Ia menjawab : Tidak. Rasulullah saw bersabda : Mampukah kamu puasa dua bulan berturut-turut ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersabda lagi : Punyakah kamu persediaan makanan untuk memberi makan enam puluh orang miskin ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Lalu beliau diam, maka ketika kami dalam keadaan semacam itu, Rasulullah  datang dengan membawa satu keranjang kurma, lalu bertanya : dimana orang yang bertanya tadi ? ambilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurma ini dan shadaqahkan dia. Maka orang tersebut bertanya : Apakah kepada orang yang lebih miskin dari padaku ya Rasulullah ? Demi Allah tidak ada diantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudut-sudutnya ( Madinah ) keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka Nabi saw. lalu tertawa sampai terlihat gigi serinya kemudian bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah untuk memberi makan keluargamu. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas menerangkan kepada kita bahwa hal-hal yang dapat membatalkan puasa ( Ramadhan ) ialah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil : 2 )&lt;br /&gt;    * Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil :3 )&lt;br /&gt;    * Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka. (dalil : 5 dan 6 )&lt;br /&gt;    * Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.( dalil : 7 )&lt;br /&gt;    * Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib ).( dalil : 4 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary ) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan dari Aisyah ra Adalah Rasulullah saw mencium ( istrinya ) sedang beliau dalam keadaan puasa dan menggauli dan bercumbu rayu dengan istrinya (&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak sampai bersetubuh ) sedang beliau dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan birahinya. ( H.R : Al-Jama'ah kecuali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasa'i) hadits shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.&lt;br /&gt;   2. Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh. (dalil : 1 )&lt;br /&gt;   3. Berbekam pada siang hari. ( dalil : 3 )&lt;br /&gt;   4. Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.( dalil 4 dan 5 )&lt;br /&gt;   5. Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya. ( dalil : 6 )&lt;br /&gt;   6. Disuntik di siang hari.&lt;br /&gt;   7. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.(dalil :7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. telah bersabda Rasulullah saw: Apabila malam sudah tiba dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sini, sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari sudah terbenam, maka orang yang puasa boleh berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Manusia ( ummat Islam ) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(menyegerakan) berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah ) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. ( H.R : Abu Daud dan Al-Hakiem )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan dari Salman bin Amir, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Apabila salah seorang diantara kamu puasa hendaklah berbuka dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya air itu bersih. ( H.R : Ahmad dan At-Tirmidzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar : Adalah Nabi saw. selesai berbuka Beliau berdo'a (artinya) telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetap ada Insya Allah. ( H.R : Ad-Daaruquthni dan Abu Daud hadits hasan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Diriwayatkan dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila makan malam telah disediakan, maka mulailah makan sebelum shalat Maghrib, janganlah mendahulukan shalat daripada makan malam itu ( yang sudah terhidang ). ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhary )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Ma'di Yaqrib, dari Nabi saw. bersabda : Hendaklah kamu semua makan sahur, karena sahur adalah makanan yang penuh berkah. ( H.R : An-Nasa'i )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata : Kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan shalat ( Shubuh ). saya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa saat jarak antara keduanya ( antara waktu sahur dan waktu Shubuh )?Ia berkata : Selama orang membaca limapuluh ayat. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata : Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. ( H.R : Al-Baihaqi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan hendaklah ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyelesaikan hajatnya ( makan/minum sahur )daripadanya. (H.R : Ahmad dan Abu Daud dan Al-Hakiem )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Diriwayatkan dari Abu Usamah ra. ia berkata : Shalat telah di'iqamahkan, sedang segelas minuman masih di tangan Umar ra. beliau  bertanya : Apakah ini boleh saya minum wahai Rasulullah ? Beliau r.a menjawab : ya, lalu ia meminumnya. ( H.R Ibnu Jarir )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata :Adalah Rasulullah saw. orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur'an dan benar-benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan( cepat berbuat kebaikan ) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :Adalah Rasulullah saw. menggalakkan qiyamullail (shalat malam ) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara wajib, maka beliau bersabda : Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. ( H.R : Jama'ah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. apabila memasuki sepuluh hari terakhir ( bulan Ramadhan ) beliau benar-benar menghidupkan malam (&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk beribadah ) dan membangunkan istrinya ( agar beribadah ) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengumpuli istrinya ). ( H.R : Al-Bukhary dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata : Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh shalat malam pada sepuluh hari terakhir ( di bulan Ramadhan ) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. ( H.R : Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana shalat malamnya Rasulullah saw di bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan ? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau shalat empat raka'at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian shalat lagi empat raka'at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian shalat tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;raka’at. ( H.R : Al-Bukhary,Muslim dan lainnya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila bangun shalat malam, beliau membuka dengan shalat dua raka'at yang ringan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian shalat delapan raka'at, kemudian shalat witir. ( H.R : Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata : Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata : Wahai Rasulullah bagaimana cara shalat malam ? Maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah r. menjawab : Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Apabila kamu khawatir masuk shalat Shubuh, maka berwitirlah satu raka'at. ( H.R : Jama'ah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw shalat di masjid, lalu para sahabat shalat sesuai dengan shalat beliau ( bermakmum di belakang ), lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beliau shalat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda : Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghalangi aku untuk keluar kepada kalian ( untuk mengimami shalat ) melainkan aku khawatir shalat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadhan. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Dari Ubay bin Ka'ab t. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. shalat witir dengan membaca : Sabihisma Rabbikal A'la )dan ( Qul ya ayyuhal kafirun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan (Qulhu wallahu ahad ). ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i dan Ibnu Majah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Diriwayatkan dari Hasan bin Ali t. ia berkata : Rasulullah saw. telah mengajarkan kepadaku beberapa kata yang aku baca dalam qunut witir : ( artinya ) Ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berilah aku petunjuk beserta orang-orang yang telah engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan yang sempurna beserta orang yang telah engkau beri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesehatan yang sempurna, pimpinlah aku beserta orang yang telah Engkau pimpin, Berkatilah untukku apa yang telah Engkau berikan, peliharalah aku dari apa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada yang dapat memutuskan atas Engkau, bahwa tidak akan hina siapa saja yang telah Engkau pimpin dan tidak akan mulia siapa saja yang Engkau musuhi. Maha agung Engkau wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau. ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda :Barang siapa yang shalat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. ( H.R :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. (H.R : Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Dinampakkan dalam mimpi seorang laki-laki bahwa lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda : Sayapun bermimpi seperti mimpimu, ( ditampakkan pada sepuluh malam terakhir, maka carilah ia ( lailatul qadar ) pada malam-malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ganjil. ( H.R : Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda : Bacalah ( artinya ) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R : At-Tirmidzi dan Ahmad )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw mengamalkan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Allah Azza wa Jalla. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila hendak beri'tikaf, beliau shalat shubuh kemudian memasuki tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i'tikafnya.......... ( H.R :Jama'ah kecuali At-Tirmidzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila beri'tikaf , beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, maka aku menyisirnya, dan adalah beliau tidak masuk ke rumah kecuali karena untuk memenuhi hajat manusia ( buang air, mandi dll...) ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Allah ta'ala berfirman : ( artinya ) Janganlah kalian mencampuri mereka( istri-istri kalian ) sedang kalian dalam keadaan i'tikaf dalam masjid. Itulah batas-batas ketentuan Allah, maka jangan di dekati...( Al-Baqarah : 187 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji , jangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berteriak-teriak ( pertengkaran ), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan : " sesungguhnya saya sedang puasa" . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena puasanya. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. ( H.R: Jama'ah Kecuali Muslim ) Maksudnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak merasa perlu memberi pahala puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar yang sering di panggil Ummu Sinan : Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama kami ? Ia menjawab : Keledai yang ada pada kami yang satu dipakai oleh ayahnya si fulan (suaminya ) untuk berhaji bersama anaknya sedang yang lain di pakai untuk memberi minum anak-anak kami. Nabi pun bersabda lagi : Umrah di bulan Ramadhan sama dengan mengerjakan haji atau haji bersamaku. ( H.R :Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Rasulullah sw. bersabda : Apabila datang bulan Ramadhan kerjakanlah  umrah karena umrah di dalamnya (bulan Ramadhan ) setingkat dengan haji. ( H.R : Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa dalam mengamalkan puasa Ramadhan kita perlu melaksanakan adab-adab  sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib. ( dalil: 6 ) Sunnah berbuka adalah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat. ( dalil: 2,3 dan 4 )&lt;br /&gt;   2. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu. ( dalil : 6 )&lt;br /&gt;   3. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah. ( dalil: 5 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Makan sahur. ( dalil : 7 dan 8 ) Adab-adab sahur :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh. (dalil 9 dan 10 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena sudah masuk waktu Shubuh. ( dalil 11 dan 12 ) * Imsak tidak ada sunnahnya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi'in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an ( dalil : 13 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menegakkan shalat malam / shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir( 20 hb. sampai akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan). (dalil : 14,15 dan 16 ) Cara shalat Tarawih adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dengan berjama'ah. ( dalil : 19 )&lt;br /&gt;   2. Tidak lebih dari sebelas raka'at yakni salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali  dan ditutup dengan witir tiga raka'at. ( dalil : 17 )&lt;br /&gt;   3. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan. ( dalil : 18)&lt;br /&gt;   4. Bacaan dalam witir : Raka'at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka't  kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka'at ketiga : Qulhuwallahu ahad. ( dalil : 21 )&lt;br /&gt;   5. Membaca do'a qunut dalam shalat witir. ( dalil 22 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada keampunan maka ampunilah aku. ( dalil : 25 dan 26 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir. (dalil : 27 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara i'tikaf :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid. ( dalil 28 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak. ( dalil : 29 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf. ( dalil : 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengerjakan umrah. ( dalil : 33 dan 34 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran. (dalil : 31 dan 32 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ (Daftar Pustaka):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Qur’anul Kariem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tafsir Aththabariy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tafsir Ibnu Katsier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Irwaa-Ul Ghaliel, Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tamaamul Minnah, Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh Ustadz Abu Rasyid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-469230347565266666?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/469230347565266666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=469230347565266666&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/469230347565266666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/469230347565266666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/07/panduan-puasa-ramadhan-oleh-ustadz-abu.html' title='PANDUAN PUASA RAMADHAN Oleh:  Ustadz Abu Rasyid'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-4695033048319833944</id><published>2010-06-21T02:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T02:39:58.992-07:00</updated><title type='text'>LAGU IKRAM</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i2.ytimg.com/vi/INqswNhvlOk/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/INqswNhvlOk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/INqswNhvlOk&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-4695033048319833944?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/4695033048319833944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=4695033048319833944&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4695033048319833944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4695033048319833944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/06/lagu-ikram.html' title='LAGU IKRAM'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8432544093999011195</id><published>2010-06-21T02:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T02:21:50.329-07:00</updated><title type='text'>Utusan Malaysia Online - Dalam Negeri</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2010&amp;amp;dt=0621&amp;amp;pub=utusan_malaysia&amp;amp;sec=Dalam_Negeri&amp;amp;pg=dn_16.htm&amp;amp;arc=hive"&gt;Utusan Malaysia Online - Dalam Negeri&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8432544093999011195?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2010&amp;dt=0621&amp;pub=utusan_malaysia&amp;sec=Dalam_Negeri&amp;pg=dn_16.htm&amp;arc=hive' title='Utusan Malaysia Online - Dalam Negeri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8432544093999011195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8432544093999011195&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8432544093999011195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8432544093999011195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/06/utusan-malaysia-online-dalam-negeri.html' title='Utusan Malaysia Online - Dalam Negeri'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-4323739635677382621</id><published>2010-06-21T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T02:15:42.987-07:00</updated><title type='text'>Majlis Pelancaran Pertubuhan IKRAM Malaysia</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/lEA8-AATa-g&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/lEA8-AATa-g&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-4323739635677382621?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/4323739635677382621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=4323739635677382621&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4323739635677382621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4323739635677382621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/06/majlis-pelancaran-pertubuhan-ikram.html' title='Majlis Pelancaran Pertubuhan IKRAM Malaysia'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-4676250519838880434</id><published>2010-06-21T02:09:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T02:09:52.181-07:00</updated><title type='text'>Ikram perteguh gerakan dakwah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.harakahdaily.net/v2/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=27207:ikram-perteguh-gerakan-dakwah&amp;amp;catid=1:utama&amp;amp;Itemid=50"&gt;Ikram perteguh gerakan dakwah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-4676250519838880434?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.harakahdaily.net/v2/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=27207:ikram-perteguh-gerakan-dakwah&amp;catid=1:utama&amp;Itemid=50' title='Ikram perteguh gerakan dakwah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/4676250519838880434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=4676250519838880434&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4676250519838880434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4676250519838880434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/06/ikram-perteguh-gerakan-dakwah.html' title='Ikram perteguh gerakan dakwah'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-6337792313601347944</id><published>2010-04-22T18:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T20:06:57.619-07:00</updated><title type='text'>Pohon Keimanan (Syajaratul Iman)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S9EOwLYir_I/AAAAAAAAATs/1afFpn5TosE/s1600/pohon.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S9EOwLYir_I/AAAAAAAAATs/1afFpn5TosE/s400/pohon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463164043829358578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan yang kokoh menjadi perisai bagi setiap kader dakwah. Dan hal ini hendaknya menjadi sebuah kelaziman. Sehingga keimanan itu betul-betul bak perisai kuat untuk menahan lajunya serangan musuh yang senantiasa datang silih berganti. Perisai ini wajib selalu  berada di tangan aktivis dakwah. Ia tak boleh lepas sekejappun apalagi hilang tak berketentuan arah. Keimanan yang diumpamakan perisai itu berawal dari kekuatan tauhid yang tertanam dalam sanubarinya. Tauhid yang kuat dan bersih dari berbagai penyimpangannya. Ia diasaskan dari kalimat yang baik (kalimatun thayyibah) yang terikat dalam jiwanya. Kalimat yang baik dari kekuatan tauhid ini lantaran persaksian dan komitmen loyalitasnya pada Sang Maha Perkasa. Hingga kalimat itu, Allah SWT umpamakan seperti pohon yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ . تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kamu kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat”. (Ibrahim: 24 – 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini tiada duanya di muka bumi ini. Ia tumbuh subur dan berkembang pesat dan mampu melawan serangan hama dan penyakit. Sehingga ia menghasilkan buah yang tak pernah henti. Malah menumbuhkan pohon-pohon lainnya. Itulah pohon keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Syajaratul Iman (Pohon Keimanan) lantaran keimanan yang kokoh laksana sebuah pohon yang selalu memberikan manfaat yang amat banyak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Buahnya dapat dikonsumsi oleh setiap makhluk yang menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dahannya dapat menjadi sarang serta tempat bertengger burung-burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Daunnya yang lebat menjadi tempat berteduh musafir yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akarnya menyimpan persediaan air untuk bumi yang tandus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pohon keimanan yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim Al Jauziyah. Beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah SWT. menyerupakan pohon iman yang bersemi dalam hati dengan pohon yang baik. Akarnya menghunjam ke bumi dengan kokoh dan cabangnya menjulang tinggi ke langit. Pohon itu terus menerus mengeluarkan buah setiap musim. Jika engkau renungkan perumpamaan ini tentulah engkau menjumpainya cocok dengan pohon iman yang telah mengakar kokoh ke dalam dan di dalam hatinya. Sedang cabangnya berupa amal-amal shalih yang menjulang ke langit. Pohon itu terus menerus mengeluarkan hasilnya berupa amal shalih di setiap saat menurut kadar kekokohannya di dalam hati. Kecintaan, keikhlasan dalam beramal, pengetahuan tentang hakikat serta penjagaan hati terhadap hak-haknya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara para ulama penafsir Qur’an mereka berpandangan bahwa yang dimaksud dengan pohon yang baik itu adalah pohon kurma. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits riwayat Ibnu Umar RA. Dalam kitab shahih. Ar Rabi’ Ibnu Anas mengatakan bahwa orang mukmin itu pokok amalnya menghunjam ke bumi sedang buah amalnya menuju langit lantaran keikhlasannya dalam beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, ‘Tidak ada perbedaan diantara ke dua pendapat itu karena makna yang dimaksud tamsil ini adalah sosok orang mukmin sejati. Sedang pohon kurma adalah sebagai gambaran yang menyerupainya dan dari diri orang mukminlah sebagai sosok yang diserupakannya’.  Pohon-pohon keimanan ini tumbuh dan berkembang bahkan menumbuhkan pohon lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ahmad Ar Rasyid dalam kitabnya Ar Raqa’iq menggambarkan bahwa pohon-pohon itu bak laksana kumpulan tanaman taman nan indah. Setiap orang yang melihat pasti ingin berteduh didalamnya. Setiap melihat buah mesti tangan ingin menjamahnya. Pokoknya taman itu amat menarik hati. Pohon-pohon yang tumbuh di taman nan menawan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syajaratut Tha’ah (Pohon Ketaatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat kamu berteduh di bawah pohon iman itu kamu dapat mencium aroma wewangian bunga yang semerbak di dekatnya. Itu bersumber dari sebuah pohon yang disebut syajaratut tha’ah, yakni pohon ketaatan. Ia menjadi saksi terhadap keridhaan Allah saat dilimpahkan di hari turunnya ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)”. (Al-Fath:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berteduh di masa sekarang akan senantiasa mendapatkan ketenangan hati dan tidak mudah goyah karena faktor terhalangnya mendapatkan sesuatu atau tertinggal olehnya. Ia tetap tabah menunggu kemenangan yang akan diraihnya. Ia juga berada dalam arus gerakan Islam untuk selalu menunaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya. Ia setia dengan beban yang terpikul di pundaknya. Dengan sikap itu ia mampu meruntuhkan mercusuar kesesatan. Sedang ia telah menyatakan janji setia kepada Islam untuk mati sebagai tebusannya. Pohon ketaatan ini bersumber pada akar pengabdian yang utuh pada Sang Maha Pencipta. Sudah semestinya pohon ketaatan itu tumbuh subur di hati kader dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syajaratut Tirhab (Pohon Penyambutan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini dinamakan pohon penyambutan. Ini untuk menyambut mereka-mereka yang sedang berjuang untuk mempertaruhkan hidupnya agar meraih kemuliaan di sisi Rabbnya. Jika Allah memilih untuk menimpakan musibah kepadamu sebagai jalan untuk meraih anugerah keridhaan-Nya. Dan kamupun mengalami cobaan berat hingga memaksamu berlindung di bawah syajaratut Tirhab, pohon penyambutan. Ini dilakukan untuk mencari ketenangan di bawah naungannya seraya menggerakkan pokoknya agar melimpahkan sebahagian dari berkahnya kepadamu. Dan engkau melakukan sikap sebagaimana yang dilakukan ibunda Maryam AS. Ketika bumi terasa sempit olehnya. Maka terdengarlah suara yang menyeru kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا . فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (Maryam: 25 – 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka engkau mendapat makan dari buahnya yang telah masak dengan rasa puas tanpa berlebihan. Di sana engkau beroleh minuman yang segar dari sungai kecil yang mengalir di hadapanmu dengan mencidukkan kedua tanganmu kepadanya tanpa harus bersusah payah. Pohon ini berdiri pada pokoknya yakni kecintaan untuk menghariba kepada Rabbul Izzati. Dengan penuh ketaqwaan dan keyakinan akan perjumpaannya. Bagi seorang kader dakwah mendekatkan diri untuk menghamba kepada Allah SWT menjadi keharusan. Agar ia senantiasa dalam kondisinya yang prima. Tidak lapar dan tidak pula kehausan. Ia dapat memenuhi hak dan kebutuhan hidupnya dalam memperjuangkan ajaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syajaratul Wafa’ (Pohon Kesetiaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan adalah tanda kecintaan. Dan kecintaan merupakan prasyarat dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan kecintaannya. Nabi Muhammad SAW. mempunyai tanaman sendiri sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits, bahwa banyak pohon yang menyaksikan beberapa peristiwa dari perjalanan hidupnya yang mulia. Sebagai isyarat yang menunjukkan adanya hubungan ini. Terkadang sebagai gambaran untuk menyadarkan orang yang lalai. Diantaranya adalah syajaratul wafa’, pohon kesetiaan. Sebagai tanda adanya komunikasi di antara ruh-ruh yang selalu ingat. Pohon ini dapat mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada yang berhak menerimanya serta mengakui kebaikan yang diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah batang pohon kurma yang merintih saat ditingalkan. Jabir bin Abdullah RA. meriwayatkan, ‘Dahulu ada sebatang pohon kurma yang digunakan oleh Nabi SAW. untuk pijakan tempat berdirinya. Setelah dibuatkan mimbar untuk Nabi, kami mendengar dari batang kurma itu suara rintihan seperti rintihan unta yang sedang hamil besar. Hingga Nabi saw  turun dari mimbarnya lalu meletakkan tangannya pada batang itu barulah batang pohon itu diam’. Batang pohon itu mengeluarkan suara rintihan seperti rintihan unta betina hamil besar. Peristiwa ini merupakan salah satu mukjizat Nabi SAW. Sebatang pohon yang diberikan penghormatan kepadanya lalu ia membalasnya. Manakala ditinggalkan ia merasa sedih sehingga kesedihannya itu melahirkan suara rintihan. Sekarang tiada seorangpun diantara kita melainkan di rumahnya terdapat kitab hadits. Seakan-akan Nabi saw berdiri di hadapannya mengajarkan urusan agama dan mengajarinya hukum-hukum syariat Islam. Maka sudah selayaknya bagi manusia seperti kita berterima kasih dan membalasinya dengan ketaatan dan kesetiaan pada ajaran yang dibawanya. Kita telah mendapatkan pelajaran yang amat bagus dari sebatang pohon kurma. Maka kita sebenarnya yang amat patut melakukan hal itu dan menterjemahkannya dalam sikap kita terhadap dakwah dan ajaran ini. Sepatutnya kita pun para kader dakwah merintih karena tidak dapat berbuat banyak untuk memberikan kontribusi pada dakwah ini sebagaimana orang-orang yang disebutkan Allah SWT. dalam kitab-Nya Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”, lalu mereka kembali, sedang mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan”. (At-Tauabh:92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syajaratut Tsabat (Pohon Keteguhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteguhan menjadi hal yang amat urgen dalam mengemban amanah mulia. Karena godaan dan rintangan akan selalu datang silih berganti. Karena itu bagi aktivis dakwah ia amat memerlukan pohon keteguhan. Engkau dapat berlindung dibawahnya di hari manusia berpecah belah karena kecenderungannya yang berbeda-beda. Engkau mencari selamat dengan meninggalkan semua golongan yang berpecah belah itu. ‘Sekalipun engkau harus menggigit akar pohon (yakni berpegang teguh pada prinsip meskipun hidup menderita)’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berlindunglah pada pohon keteguhan ini untuk mengeraskan gigitannya. Seandainya engkau bayangkan keadaan yang sebenarnya tentulah hatimu menjadi ragu dan bergetar penuh kecemasan. Antara perasaan takut bila pegangannya mengendur lalu terbawa arus dan harapan untuk tetap bertahan demi mencapai keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sari pati cairan yang dikeluarkan oleh pohon itu membuat kamu segar karena mendapat minuman darinya. Sedang manusia saat itu menjulurkan lidahnya karena kehausan. Tenggorokanmu basah lagi sejuk, sehingga menambah keras gigitanmu terhadapnya, seakan-akan kamu menghisap keteguhan dan kekokohan darinya bagaikan bayi lapar yang sedang menyusu. Pohon keteguhan ini juga menjadi alat Bantu untuk menghadapi cobaan dan ujian komitmen dari berbagai rayuan dunia yang memikat. Dari pohon itu kader dakwah tidak akan goyah karena daya tarik material duniawi yang fana. Ia tidak seperti orang-orang yang lalai dari kesetiaannya karena tergoda oleh ikan-ikan yang bermunculan pada saat mereka harus menunaikan komitmen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ لَا تَأْتِيهِمْ كَذَلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada disekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik”. (Al-A’raf:163).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syajaratul Unsi (Pohon Penghibur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini menjadi penghiburmu di saat kamu sendirian dan kelembabannya meringankan (membasahi) keringnya kesalahanmu. Pohon ini ditanam oleh Nabi saw, saat beliau melalui dua kuburan yang sedang diazab. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Nabi SAW. ‘Beliau mengambil sebatang pelepah kurma yang masih basah. Dan membelahnya menjadi dua bagian lalu menancapkan kepada masing-masing dari kedua kuburan itu satu bagian. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu?’. Rasulullah SAW. menjawab, ‘Mudah-mudahan azab diringankan dari keduanya selama kedua pelepah ini belum mengering’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buraidah Al Aslami RA. memahami hal ini sebagai tuntutan yang dianjurkan. Oleh karena itu ia berwasiat agar ditancapkan di atas kuburannya nanti dua batang pelepah kurma. Orang-orang pun mengikuti jejaknya dalam hal ini. Ada kalanya kita tidak dapat terlepas dari dosa-dosa kecil yang mencemari keikhlasan amal kita atau dari keterpaksaan mengejar sisa-sisa yang ada di tangan ahli dunia dari harta yang memperdayakannya. Yang biasa dibarengi dengan begadang yang merusak kesehatan dan dirundung oleh kegelisahan yang membuat diri kita tidak dapat tidur. Sehingga tubuh ini menjadi lemah untuk persiapan kerja di pagi hari. Barang kali dengan meluangkan waktu sejenak untuk berteduh di bawah pohon ini agar dapat meringankan beban hidupmu. Tentu hiburan bagi aktivis dakwah bukanlah dengan lantunan nasyid-nasyid dengan iringan bunyi musiknya atau juga bukan dengan tontonan yang melalaikannya. Akan tetapi hiburannya melalui dengan mengenang sejarah kehidupan umat terdahulu yang diabadikan kebaikannya serta mengingat akan janji balasan yang akan diberikan Allah SWT. pada orang-orang yang beriman. Sehingga dapat menggambarkan kenangan indah di hatinya akan kehidupan orang-orang yang telah berada di negeri cahaya yang penuh berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Syajaratul Mufashalah (Pohon Pemisahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pemisahan ini menjadi saksi tentang sempurnanya akan kebersihan sarana yang digunakan oleh seorang muslim dalam mencapai tujuannya yang bersih. Demikian itu terjadi ketika ada seorang musyrik yang ingin bergabung memberikan bala bantuan kepada pasukan kaum muslimin dalam perjalanannya menuju medan perang Badar. Orang musyrik itu memberikan bala bantuan atas dasar fanatisme golongan untuk membela kaumnya. Ketika pasukan kaum muslimin sampai di sebuah pohon besar yang menjadi rambu jalan sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat ‘Aisyah RA. Lalu orang musyrik itu hendak bergabung. Maka Nabi menoleh kepadanya dan mengatakan, ‘Kembalilah kamu, aku tidak meminta bantuan dari orang musyrik’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketetapan ini terus berlaku sebagai prinsip yang tidak pernah ada pengecualiannya. Kecuali hanya dalam kejadian-kejadian yang terbatas dan langka. Oleh karena itu prinsip ini tetap menjadi pijakan dalam amal dakwah kita agar tidak mengemis meminta-minta balas bantuan dari orang yang memusuhi dakwah. Apalagi potensi yang dimiliki umat masih melimpah ruah untuk didayagunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Syajaratul Istighfar (Pohon Meminta Ampunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon istighfar berupa pohon anggur yang banyak buahnya. Apabila ada seorang tamu yang mampir ke rumah pemiliknya maka ia akan memetik setangkai buah itu lalu disodorkan kepadanya untuk mencicipinya. Setelah itu tentu seseorang yang bertandang itu akan merasakan kepuasan yang teramat sangat. Kemudian pada hari yang lain. Isteri pemilik kebun anggur itu mengatakan kepada suaminya. ‘Cara seperti itu tidak etis kepada tamu, sebaiknya engkau ikut memakan separuh jamuanmu guna menyenangkan hatinya dan sekaligus sebagai pernghormatan padanya’. Suaminnya menjawab, besok aku akan lakukan hal itu. Keesokan harinya, setelah tamunya memakan separuh hidangan yang disajikan kepadanya. Lalu lelaki pemilik kebun itu ikut serta memakannya. Tatkala ia mencicipinya terasa anggur itu masam dan tidak enak untuk dimakannya. Ia pun meludahkannya dan mengernyitkan kedua alisnya keheranan atas kesabaran tamunya yang mau merasakan buah seperti itu. Namun tamu itupun menjawabnya. ‘Sesungguhnya aku telah memakan buah ini dari tanganmu sebelumnya selama beberapa hari dengan rasa manis tetapi sekarang ini aku tidak suka memperlihatkan kepadamu rasa tidak enak pada buah ini sehingga membuatmu menyesali pemberianmu yang lalu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebutkan di atas ini bukanlah kisah ngawur melainkan sebagai tamsil perumpamaan yyang dibuat untuk para dai yang mengusung dakwah ini. Karena itu dengarkanlah baik-baik. Hal ini merupakan ungkapan kisah yang dijabarkan kepadamu untuk mendekatkan kepahamanmu kepadanya agar mudah kamu cerna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorangpun di antara orang-orang yang ada disekitarmu yang terpelihara dari kesalahan dan benar selalu adanya. Oleh karena itu jika ada saudaramu yang berbuat kekeliruan maka janganlah kekeliruannya itu mendorongmu untuk mendiamkannya tidak mau bergaul lagi dengannya. Tidak sabar terhadapnya atau mendiskriditkannya. Bahkan jangan pula kamu mencelanya melainkan bersabarlah kepadanya. Dan tahanlah emosimu. Dan kamu harus memaafkannya dalam hatimu karena mengingat kebaikannya yang terdahulu dan perilakunya yang baik dan penghormatannya kepadamu. Karena barangkali dia dapat membantumu untuk bertaubat atau menolongmu saat kamu belajar sebagai pelayan pendamping atau teman begadangmu atau dia mengajarkan kepadamu suatu bidang pengetahuan yang diajarkan Allah kepadanya dan hal-hal baru yang belum kamu ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Syajaratuz Zuhud (Pohon Zuhud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau telah beroleh faedah dan menebarkan keadilan maka sudah saatnya bagimu untuk membaringkan diri di bawah sebuah pohon yang ramping lagi banyak buahnya dan bunganya. Keindahannya memukau pandangan orang yang melihatnya dan membuat orang yang menikmati keindahannya berdecak kagum karena selera penanamnya begitu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pohon zuhud. Yaitu pohon yang bersemi di dalam hati. Jenisnya lain dari yang lain. Belum pernah ada seorang pun yang menanam hal yang semisal itu sehingga terlihat sangat indah. Penanamannya menggambarkan pohon itu bagai syair berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud telah menanamkan pohon dalam kalbuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah membersihkannya dari bebatuan dengan susah payah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyiraminya sesudah menancapkannya ke bumi dengan air mata yang dialirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala di melihat burung-burung perusak tanaman terbang mengelilingi pagarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengusirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidur di bawah naungan yang rindang dengan hati yang senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengusir semua yang mengganggunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku berjanji setia kepada Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah Bai’atur Ridwan dilakukan di bawah pohon untuk memberikan janji setia. Rasakanlah kamu menjadi salah seorang diantara mereka yang melakukan hal itu. Dan kamu bersama di tengah-tengah mereka. Dirimu dipenuhi oleh semangat bai’at janji setia sampai mati di jalan Allah SWT. demi membela ajaran ini tegak di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Syajaratul Hilm (Pohon Penyantun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hasan Al Banna telah memahami seni menanam pohon keimanan ini. Karena itu ia menanamkan kepada kita pohon Kesantunan. Beliau menggambarkannya sebagai berikut: ‘Jadilah kamu seperti pohon yang berbuah. Manusia melemparinya dengan batu sedang ia melempari mereka dengan buahnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ia telah memberikan gambaran yang baik dan masukan yang berfaedah. Karena sesungguhnya kebanyakan manusia cepat cenderung kepada kejahilan sehingga mendorong mereka untuk mendustakan para da’i dan menyakiti mereka dengan cara batil. Seandainya seorang da’i bersikap jahil seperti orang jahil itu dan membalas keburukan dengan keburukan semisal, niscaya akan lenyap dan pudarlah nilai-nilai kebajikan itu. Sebenarnya sikap yang harus diambil seorang da’i adalah berlapang dada, mengharapkan pahala Allah dan memohon ampunan bagi kaum yang tidak mengerti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ahmad Ar Rasyid menandaskan bahwa pohon keimanan itu mesti diberi pupuk dan disiraminya disetiap waktu. Dirawatnya dengan baik agar tidak dimakan hewan yang mendatanginya atau dihinggapi hama penyakit. Ia pun perlu diselamatkan dari tangan jahil manusia yang sering usil untuk memetik buahnya sebelum masanya. Ia perlu penjaganan yang ekstra agar pohon-pohon itu memberikan buahnya bagi dakwah ini. Itulah Tsamaratud Da’wah (Buah Dakwah). Yakni kader-kader dakwah yang militan yang menyediakan dirinya untuk melayani dakwah ini dan berkhidmat terus demi tegaknya ajaran ini.  Bila pertumbuhan kader ini terus tumbuh dari berbagai segmen dan usia secara seimbang maka dakwah ini akan mengalami tingkat produktifitas yang amat tinggi. Intajiyatud Da’wah (Produktivitas Dakwah). Dengan begitu mewujudkan misi utama dakwah ini untuk mencapai perubahan nilai dan norma akan semakin terrealisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Al-Anbiya:107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan peranglah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (Al-Anfal:39).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-6337792313601347944?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/6337792313601347944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=6337792313601347944&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/6337792313601347944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/6337792313601347944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/04/pohon-keimanan-syajaratul-iman.html' title='Pohon Keimanan (Syajaratul Iman)'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S9EOwLYir_I/AAAAAAAAATs/1afFpn5TosE/s72-c/pohon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-2103218641282323290</id><published>2010-04-21T23:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T23:48:06.814-07:00</updated><title type='text'>Percubaan Yahudi Mencuri Jasad Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S8_xGz2UBPI/AAAAAAAAATk/TdG6k1jBAXE/s1600/rasul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S8_xGz2UBPI/AAAAAAAAATk/TdG6k1jBAXE/s400/rasul.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462849972323222770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa peperangan antara orang Islam dengan orang-orang kafir Kristian yang dikenali dengan perang Salib dan telah berlangsung sekian lama. Kemenangan dan kekalahan silih berganti pada kedua belah pihak. Umat Islam berjuang dengan habis-habisan menentang musuhnya. Segala kekuatan dikerahkannya. Kerana pada waktu itulah kesempatan yang paling baik untuk memperolehi syahid di medan perang sebagaimana yang diperolehi para sahabat Rasulullah dalam perjuangan menentang orang kafir yang cuba melenyapkan Islam.&lt;br /&gt;Raja-raja dari semua kerajaan Islam memberikan sokongan padu kepada setiap panglima perang yang tampil memimpin para pahlawan Islam menentang kaum kafir Kristian yang datang dari Eropah. Salah seorang raja yang banyak jasanya dalam perang Salib ini adalah Sultan Nuruddin Zangki (Zenggi), keturunan bangsa Kurdi dan berkedudukan di Mosul. Baginda yang diputerakan tahun 1118 Masihi dan wafat 1174 Masihi, adalah seorang raja yang terkenal taqwa, wara' dan adil. Kerana keadilannya pula hingga digelari Malikul Adil (Raja yang adil). Pada waktu malam baginda bangun untuk solat tahajjud dan berdoa agar rakyatnya hidup bahagia dalam keredhaan Allah dan terselamat di akhirat nanti. Pada sebelah siang beliau banyak berpuasa dan selepas solat, wiridnya sentiasa panjang.&lt;br /&gt;Seluruh kekuatan yang dimilikinya adalah untuk menentang serangan tentera Salib agar tidak dapat menjajah negara Islam. Beliaulah yang membentangkan jalan kepada Shalahuddin Al-Ayyubi, panglima perang Salib di pihak Islam yang telah berjaya membebaskan bumi Palestin dari cengkaman kaum Salib. Baginda sentiasa tenang dan gembira melayan semua rakyat dan menteri-menterinya, sekalipun negara dalam keadaan darurat perang, kerana beliau sudah bermimpi berjumpa Rasulullah SAW pada suatu malam. Dalam mimpi itu Sultan Nuruddin melihat Rasulullah dalam keadaan gembira, menandakan perjuangan kaum Muslimin yang dipimpinnya dalam berjihad akan berhasil.&lt;br /&gt;Selanjutnya, suatu hari Malikul Adil kelihatan tidak seperti biasanya, kali ini baginda nampak sangat risau, seolah-olah ada yang tidak kena pada dirinya. Menteri-menterinya menyedari hal ini, namun mereka tidak berani bertanya. Kerisauan dan kegelisahan tersebut berpunca daripada mimpinya beberapa malam yang lalu. Mimpi itu sangat mengerikan dan sukar ditafsirkan. Dalam mimpi itu, baginda memakai baju yang cantik gemerlapan dan berada di hadapan Rasulullah. Rasulullah memegang tangan Nuruddin dan menunjuk kepada dua orang lelaki yang berada di hadapannya dan bersabda: "Kenalilah aku. Bebaskan aku dari dua orang itu!" Nuruddin terbangun, namun wajah Rasulullah dan dua orang lelaki itu kelihatan jelas di hadapannya seperti bukan mimpi. Wajah kedua lelaki itu kelihatan kemerah-merahan.&lt;br /&gt;Tidak seorang pun yang diberitahu tentang mimpi itu, dan beliau yakin bahawa yang datang itu benar-benar Rasulullah SAW. Kerana beliau sendiri telah bersabda: "Siapa yang melihat aku dalam mimpi, samalah ertinya dengan melihat aku di waktu bangun, kerana syaitan tidak akan dapat menyerupai aku." Keyakinan Raja Nuruddin akan kesahihan mimpinya itu dikuatkan lagi oleh mimpinya yang dahulu sehubungan dengan peperangan. "Ketika itu Rasulullah kelihatan sangat gembira sekali. Tapi mengapa kali ini baginda kelihatan amat sedih? Dan siapakah gerangan dua lelaki yang ditunjuk oleh Rasulullah itu?" Nuruddin tidak habis-habis merenung dan berfikir: "Ah, ini tentu ada yang tidak mengena pada keperibadian Baginda yang mulia atau akan ada sesuatu yang mengancam maruah umat Islam," kata Nuruddin dalam hatinya.&lt;br /&gt;Dekat seminggu lamanya Raja adil itu memikirkan dengan risau. Tiba-tiba mimpi itu berulang lagi, peristiwa seperti mimpi yang pertama dan Rasulullah memanggil-manggil Nuruddin lagi: "Kenalilah aku dan bebaskan aku dari dua orang itu!" Baginda terkejut dan bangun kemudian langsung berwudhu', terus bersolat tahajjud dan berzikir sebanyak-banyaknya di malam sunyi itu. Kerana terlalu lama berzikir, baginda tertidur dalam duduk dan wajah Rasulullah menjelma lagi. Dalam masa yang tidak seberapa lama, sudah tiga kali beliau berjumpa Rasulullah dalam keadaan muram. "Perkara ini benar-benar serius agaknya dan tidak boleh ku simpan seorang sahaja," kata Nuruddin pada dirinya sendiri. Apabila baginda tergerak hatinya untuk memanggil orang kepercayaannya, baginda teringat akan sabda Rasulullah: "Bahawa apabila seseorang bermimpi buruk, hendaklah jangan diceritakan kepada sesiapa pun. Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa." Nuruddin berfikir sekejap. Sanggupkah dia menyimpan mimpi itu seorang diri? Tidak, mimpi itu sudah tiga kali datang, dan yang datang adalah manusia termulia.&lt;br /&gt;Selepas solat Subuh di pagi hari Raja Nuruddin memanggil seorang menteri kepercayaannya, Jamaluddin Al-Mushly. Lelaki itu sangat wara', taqwa dan amanah seperti Rajanya juga. Oleh kerana itu, dialah satu-satunya orang yang dipanggil oleh Nuruddin sehubungan dengan mimpinya. Kerana Nuruddin yakin, bahawa walau bagaimanapun Jamaluddin tidak akan membocorkan rahsia negara dan raja. Hari masih terlalu pagi, suasana masih gelap, di sana sini kedengaran kokok ayam silih berganti dan waktu kerja pun masih lama lagi akan bermula. Namun menteri Jamaluddin Al-Mushly sudah berangkat ke istana negara kerana menjunjung titah baginda.&lt;br /&gt;"Engkau adalah orang yang paling ku percaya untuk menyimpan rahsia negara selama ini. Oleh kerana itu aku tidak merasa ragu lagi menceritakan mimpiku padamu," kata Raja kepada Jamaluddin dan menceritakan mimpi yang dialaminya. Jamaluddin mendengarkan dengan serius. Ia sendiri turut merasa gerun mendengarkan cerita Rajanya. Kemudian Jamaluddin berkata: "Ini memang betul-betul mimpi yang benar wahai tuanku, kerana syaitan tidak akan dapat menyerupai Rasulullah." "Betul itu. Aku pun ingat demikian," kata Nuruddin menyokong pendapat Jamaluddin. Nuruddin bertanya: "Jadi, agak-agak apakah pendapatmu tentang mimpiku itu." Jamaluddin menjawab: "Menurut pendapat hamba, ada rancangan jahat dari orang tertentu yang ditujukan kepada Rasulullah, dan Rasulullah tidak menyenanginya. Tuanku diberi tugas untuk menggagalkan rancangan jahat tersebut."&lt;br /&gt;Nuruddin seolah-olah dikeluarkan dari kebuntuannya setelah mendengar tafsiran daripada Jamaluddin. Baginda percaya bahawa pendapat menterinya itu benar belaka. Berkata Nuruddin: "Pendapatmu betul, sekarang ke mana dan bagaimana kita mesti mencari dua lelaki yang ditunjuk oleh Rasulullah itu?" Jamaluddin mengajukan usul: "Bagaimana kalau sekiranya baginda raja yang pergi ke Madinah Al-Munawwarah terlebih dahulu. Di sanalah tuanku dapat berdoa di makam Rasulullah yang mulia, memohon petunjuk kepada Allah di sisi kubur kekasihNya. Mudah-mudahan, di sana tersingkap rahsia mimpi paduka itu."&lt;br /&gt;Semua persediaan dan perbekalan segera dipersiapkan. Maka pada hari yang telah ditetapkan, beribu-ribu rakyat ibu kota berpusu-pusu di hadapan istana negara untuk mengucapkan selamat jalan kepada Raja yang mereka hormati. Berangkatlah Raja yang adil bersama beberapa pegawai tinggi negara menuju Madinah.&lt;br /&gt;Di setiap kampung yang dilaluinya, baginda disambut mesra oleh rakyatnya. Baginda merasa puas dapat berjumpa dengan berbagai rakyatnya. Rakyat pun berasa gembira melihat Raja yang berjiwa rakyat dan tidak putus-putusnya tersenyum kepada semua rakyat. Namun, di sebalik senyuman raja yang dilepaskan kepada rakyatnya, ada perasaan risau dan ngeri yang menghantui baginda secara berterusan. Yakni wajah kedua lelaki yang dilihat dalam mimpinya selalu membayangi kemana sahaja baginda pergi. Tidak sesaat pun wajah itu hilang dari pandangan baginda. Baginda juga dapat menggambarkan dengan jelas tentang perwatakan kedua lelaki itu baik dari bentuk wajahnya, matanya, susunan giginya, mulutnya, janggutnya bahkan kesemua seluruh tubuh kedua mereka itu. Kalau, kedua lelaki itu melintas di hadapan baginda maka sudah pasti, baginda akan menangkapnya. Disebabkan baginda sentiasa asyik memikirkan tentang kedua lelaki itu, kadang-kadang baginda terpisah dari rombongannya. Baginda tidak putus asa untuk mencari kedua lelaki itu, baginda pergi secara persendirian mengembara antara bukit-bukit.&lt;br /&gt;Para pengawal tidak berani menegur apa-apa sebaliknya mereka hanya memerhatikan Raja mereka dari jauh. Hanya menteri Jamaluddin sahaja yang sesekali mengingatkannya apabila beliau terpisah jauh dari rombongan. Setelah beberapa hari perjalanan, rombongan baginda sampai di sempadan Madinah. Jamaluddin memberitahu baginda: "Tuanku, sekejap lagi kita akan memasuki ke kota Rasulullah SAW, oleh itu bersiap sedialah tuanku." Berkata Raja: "Apakah cara yang harus aku lakukan untuk memasuki kota yang mulia itu?" Berkata Jamaluddin: "Pertama hendaklah tuanku mandi dan bersuci, kemudian masuklah ke masjid Quba' dan bersolat tahiyyatul masjid, ini adalah untuk menghormati masjid yang dibina dengan tangan Rasulullah SAW sendiri." Kemudian Raja dan rombongannya mengikut arahan Jamaluddin, setelah selesai mengerjakan solat di masjid Quba', rombongan diraja menuju ke taman Raudhah. Di taman yang mulia inilah jenazah yang teramat mulia Rasulullah SAW bersemadi.&lt;br /&gt;Perasaan mereka yang berada di hadapan tempat jenazah baginda Rasulullah SAW disemadikan adalah amat berlainan sekali, mereka berasa seolah-olah berada di satu alam yang lain. Lalu Raja mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan memohon kepada Allah SWT supaya rahsia di sebalik mimpinya itu di perlihatkan kepadanya sebelum kedua manusia jahat melaksanakan niat jahat mereka. Degupan hati Raja yang begitu khusyuk dalam doanya menyebabkan air mata mengalir tanpa disedarinya. Memang di sinilah salah satu tempat diperkenankan doa. Wajah Rasulullah SAW semakin jelas di mata Raja seolah-olah Rasulullah SAW menghulurkan tangan untuk bersalaman dengan Raja. Baginda terdengar suara dekat telinganya yang berbunyi: "Kenalilah aku, dan bebaskanlah aku dari kedua lelaki ini."&lt;br /&gt;Setelah baginda raja berdoa dengan penuh khusyuk di taman Raudhah, kemudian datang petunjuk dari Allah seolah-olah beliau dapat menyingkap tafsir mimpinya itu di kota mulia tempat bersemayamnya Rasulullah SAW. Oleh kerana Raja Nuruddin ingin segera mengetahui makna mimpinya yang menakutkan itu, lalu beliau memanggil gabenor Madinah dengan berkata: "Saya mahu kamu kumpulkan kesemua penduduk Madinah tanpa ada sesiapa pun yang dikecualikan, saya ingin bersalaman dengan mereka." Berkata gabenor Madinah: "Baik tuanku, segala titah raja akan dijalankan." Gabenor Madinah pun segera menyampaikan pesanan raja kepada penduduk Madinah dan penduduk yang berhampiran dengan kota Madinah.&lt;br /&gt;Berkata gabenor Madinah kepada penduduk kota Madinah dan sekitarnya: "Atas perintah Raja Nuruddin, semua rakyat Madinah dan kawasan yang berhampiran denganya, sama ada lelaki atau wanita, tua atau muda dari berbagai jenis agama dikehendaki hadir di dewan orang ramai, kerana baginda Raja Nuruddin hendak bertemu dengan semua penduduk di sini." Setelah berita disebarkan maka orang ramai bersama seisi keluarga segera pergi ke dewan orang ramai dengan perasaan gembira, tidak seorang pun yang tertinggal. Mereka yang tua dan uzur diusung sehingga banyak sekali usungan yang kelihatan dalam perjalanan menuju ke dewan orang ramai. Apabila seluruh penduduk kota Madinah telah berkumpul, gabenor Madinah pun melapurkan kepada Raja: "Tuanku, semua rakyat telah berkumpul dan mereka sedang menunggu kehadiran tuanku." Berkata Raja Nuruddin: "Apakah kamu yakin bahawa semua rakyat telah datang untuk bersalaman dengan saya?" Berkata gabenor Madinah. "Insya Allah." Setelah Raja mendengar penjelasan dari gabenor, Madinah, maka Raja pun segera pergi ke tempat orang ramai yang sedang menunggunya. Wajah kedua lelaki yang datang dalam mimpinya semakin mencabar di hadapannya.&lt;br /&gt;Setelah baginda Raja sampai di tempat dewan orang ramai, maka baginda pun memandang kepada rakyat sebagai penghormatan. Mata Raja Nuruddin sentiasa mencari-cari wajah yang menjadi buruannya, tetapi tidak juga kelihatan. Raja Nuruddin semakin risau, beliau duduk sekejap dan berbincang dengan pegawai-pegawai dari Madinah. Berkata Raja, Nuruddin: "Apakah masih ada rakyat yang melepaskan peluang untuk bertemu dengan saya? Cuba siasat sekali lagi." Kemudian para pegawai dari kota Madinah berbincang sesama mereka, mereka cuba mengingati wajah-wajah yang tidak hadir. Tiba-tiba seorang pegawai berkata dengan serius dan bersemangat: "Betul tuanku, hamba ingat masih ada dua orang kenamaan di Madinah yang tidak hadir di sini, mungkin kedua mereka tidak mendengar berita tentang ketibaan baginda tuanku ke sini."&lt;br /&gt;Raja Nuruddin berkata: "Di mana mereka berada, dan siapakah mereka itu?" Denyutan jantung Raja Nuruddin semakin cepat, tetapi beliau menahan perasaannya. Orang yang mengenali kedua lelaki itu berkata: "Mereka berdua adalah ahli tasawwuf dan ahli hikmah, sangat wara' dan sangat banyak ibadahnya, sesiapa sahaja yang pergi kepada mereka akan menerima fatwa-fatwa yang menyejukkan dan menerima sedekah. Dan kedua mereka juga adalah dermawan dan telah banyak sekali membantu fakir miskin." Raja Nuruddin sangat tertarik dengan huraian pegawainya dan beliau berkata: "Saya ingin sangat untuk bertemu dengan kedua mereka, jemputlah mereka sekarang juga."&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian kedua mereka itu pun datang ke dewan orang ramai setelah diundang. Kedua mereka berjalan dengan tunduk dan tawadhu', sementara mulut mereka tidak berhenti-henti berzikir kepada Allah SWT. Apabila kedua mereka berdiri di hadapan Raja Nuruddin, Raja Nuruddin terperanjat kerana kedua mereka itulah yang muncul dalam mimpinya. Dalam hati Raja Nuruddin berkata: "Demi Allah orang inilah yang datang dalam mimpiku." Walaupun kedua mereka itu berada di hadapan beliau, beliau belum pasti sama ada beliau bermimpi atau tidak, lalu beliau menggosok kedua biji mata beliau dan dibukanya mata beliau terang-terang. Ternyata kali ini beliau tidak mimpi, beliau kini berada betul-betul di hadapan orang yang menjadi buruan beliau. Raja Nuruddin memandang mereka dari semua segi, dari segi bentuk muka mereka, susunan gigi, mata dan lain-lain. Akhirnya beliau meyakini dengan seratus peratus bahawa memang sah kedua lelaki itulah yang muncul dalam mimpinya. Kalau ikutkan hati Raja Nuruddin hendak ditanya sahaja: "Siapakah kamu berdua ini." Raja Nuruddin bertambah hairan melihat kedua mereka, ini adalah kerana kedua mereka itu begitu khusyuk dan tawadhu', gerak-geri mereka tidak sedikit pun mencurigakan.&lt;br /&gt;Segi rambut pula ikut sunnah, serban pula ikut cara Rasulullah. Sewaktu bersalaman menunjukkan adab seorang alim dan ahli tasawwuf, tutur katanya pula penuh hikmah dan selalu berasaskan Al-Quran dan Al-Hadith. "Tetapi mengapa Rasulullah minta dibebaskan dari dua orang itu? Apakah dosa yang telah diperbuat oeh keduanya? Begitulah pertanyaan yang keluar dari hati Raja Nuruddin. Beliau hairan dan tidak tahu apa yang hendak dibuat, namun demikian tidak seorang pun yang dapat membaca perasaan Raja Nuruddin. Raja Nuruddin serba salah kerana orang ramai mengenali kedua mereka sebagai orang yang alim dan menunjukkan sikap yang penuh tasawwuf, baginda Raja juga menghormati kealiman dan ketasawwufan mereka. Oleh kerana Raja Nuruddin tidak dapat membuat apa-apa keputusan maka majlis pada hari itu bersurai setelah baginda Raja bersalam dengan semua rakyatnya seperti yang dijanjikan. Setelah majlis perhimpunan yang pertama selesai, orang ramai pun bersurai dan mereka merasa puas hati kerana dapat bersalam dengan Raja mereka. Gebenor Madinah merasa sangat gembira kerana majlis itu mendapat sambutan yang sungguh menggalakkan. Satu-satunya orang yang tidak puas hati ialah Raja Nuruddin, kerana teka-teki yang menghantuinya belum terjawab.&lt;br /&gt;Selepas menunaikan solat Raja Nuruddin beristighfar dan berzikir banyak-banyak, kemudian beliau berdoa dengan doa yang amat panjang, dalam doa tersebut beliau meminta petunjuk yang lebih jelas dari Allah SWT. Ketika Raja Nuruddin duduk bersendirian, lalu datang menterinya Jamaluddin dengan berkata: "Wahai tuanku, sudahkah tuanku jumpa dengan dua lelaki yang tuanku cari itu?" Berkata raja Nuruddin: "Ya, sudah." Jamaluddin bertanya: "Yang mana satu tuanku?" Berkata Raja Nuruddin: "Jemputan yang terakhir sekali, saya pasti itulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW dalam mimpiku." Jamaluddin diam sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, pertanda dia sedang memikirkan sesuatu. Berkata Raja Nuruddin: "Tapi yang peliknya saya tidak dapat sesuatu yang mencurigakan pada diri mereka itu, keadaan keduanya memang seperti yang diceritakan oleh orang. Akhlaknya, gerak-gerinya dan tutur katanya semuanya menggambarkan keperibadian Rasulullah SAW. Inilah yang membuat saya rasa pelik sangat, entah dosa apa yang telah mereka lakukan?"&lt;br /&gt;Setelah Jamaluddin mendengar kata-kata Rajanya maka dia pun berkata: "Tuanku, ketahuilah bahawa seseorang yang pada zahirnya menunjukkan baik, segalanya mengikut cara Rasulullah SAW belum tentu hatinya baik. Boleh jadi ia hanya berpura-pura supaya orang ramai tidak mencurigainya, padahal dia adalah musuh yang jahat."&lt;br /&gt;Berkata Raja Nuruddin: "Betul katamu itu, kerana memang ramai orang-orang kafir berpura-pura Islam, sedangkan tujuannya untuk menghancurkan Islam dari dalam. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran yang bermaksud: "Dan di antara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia, sangat menarik perhatianmu, dan di persaksikannya Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia sebenarnya adalah musuh yang jahat."&lt;br /&gt;Raja Nuruddin memang tahu tentang tipu helah orang-orang kafir yang sentiasa hendak merosakkan Islam dengan berbagai cara. Berkata Raja Nuruddin lagi: "Apakah yang harus kita lakukan?" Berkata Jamaluddin: "Tuanku mestilah mengadakan perisikan ke rumah orang itu secara sulit." Raja Nuruddin dan menterinya Jamaluddin mengadakan perbincangan secara rahsia tentang cara yang terbaik untuk mendapatkan maklumat tentang pergerakan kedua lelaki yang disyaki. Setelah sekian lama mereka berbincang akhirnya mereka mendapat satu cadangan yang baik, yakni orang ramai dijemput untuk menghadiri rumah terbuka atas arahan Raja Nuruddin.&lt;br /&gt;Kedua orang yang disyaki juga diundang sebagai tetamu kehormat. Rahsia ini tetap menjadi rahsia antara Raja dengan menterinya. Gabenor Madinah diberikan tugas untuk menjayakan majlis tersebut. Setelah saat yang dinantikan telah tiba, maka ramailah orang yang datang menghadiri majlis tersebut. Kedua lelaki yang disyaki juga awal-awal lagi telah berangkat menuju ke majlis diraja. Apabila Raja Nuruddin dan Jamaluddin melihat kedua lelaki alim itu telah keluar dari rumah mereka, kemudian Raja Nuruddin, Jamaluddin dan beberapa pengawal pergi ke rumah orang alim itu. Kesemua bahagian dalam rumah itu di periksa oleh Raja Nuruddin, malangnya tidak satu pun benda yang mencurigakan. Sebaliknya dalam rumah tersebut terdapat banyak ayat-ayat Al-Quran yang digantung dan juga hadith nabi. Dalam almari orang alim itu dipenuhi dengan kitab-kitab agama feqah dan juga tasawwuf, keadaan rumah itu menggambarkan seolah-olah pewaris Nabi SAW. Hati kecil Raja Nuruddin masih bertanya: "Apalagi yang harus aku syaki? Kenapa Baginda Rasulullah SAW minta pertolongan dariku supaya dibebaskan dari kedua lelaki ini?"&lt;br /&gt;Setelah merasa puas dengan selidikan di rumah tersebut Raja Nuruddin mengambil keputusan untuk keluar dari rumah tersebut, tetapi apabila baginda Raja hendak melangkah keluar dari rumah tersebut, datang ilham yang membuat beliau teringin benar untuk melihat sebuah permaidani yang sangat indah terbentang di sudut rumah. Raja Nuruddin merasa sangat kagum dengan keindahan dan kehalusan permaidani yang di anggap cukup mahal itu.&lt;br /&gt;Raja Nuruddin tidak puas dengan melihat sahaja kecantikan permaidani tersebut, tetapi beliau membelek-belek permaidani tersebut. Sewaktu membelek permaidani itu Raja Nuruddin terlihat di bawah permaidani itu terdapat papan dan beliau berkata: "Eh, ada papan." Raja Nuruddin mulai curiga tentang papan itu, lalu baginda mengangkat papan itu perlahan-lahan, ternyata di bawah papan itu mempunyai sebuah terowong yang mempunyai tangga. Raja Nuruddin meneliti arah perginya terowong tersebut, akhinya beliau terkejut dan berkata: "Maasya Allah, terowong ini menuju ke arah kubur Rasulullah SAW." Kemudian Raja Nuruddin mengeluarkan arahan: "Tangkap kedua orang itu." Dengan terbongkarnya rahsia itu maka yakinlah Raja Nuruddin akan makna mimpinya itu, kedua lelaki yang menyamar sebagai alim itu adalah musuh yang hendak mencuri jasad Rasulullah SAW. Dengan terbongkarnya rahsia kedua orang itu, maka orang ramai pun datang untuk menyaksikan peristiwa di rumah orang alim itu.&lt;br /&gt;Beberapa orang telah turun ke dalam terowong yang sangat jauh itu dan akhirnya mereka mendapati bahawa terowong yang digali oleh kedua orang itu sudah hampir benar dekat pada jasad Rasulullah SAW. Setelah mendapat kepastian dari orang yang masuk ke dalam terowong itu, orang ramai tidak tahan sabar lagi. Lalu kedua-dua mereka dipukul dengan teruk sekali, kemudian kedua mereka dibawa ke pengadilan. Dalam mahkamah keduanya berterus terang dengan berkata bahawa kedua-dua mereka telah tinggal di Madinah lebih dari setahun sebagai agen Yahudi. Orang-orang Yahudi memberi perbelanjaan yang cukup banyak pada keduanya untuk tujuan mencuri jasad Rasulullah dari kuburnya, tujuannya ialah apabila jasad Rasulullah berada di tangan Yahudi mereka dengan mudah dapat merendahkan martabat Kekasih Allah dan seterusnya menghina umat Islam. Umat Islam di Madinah rasa tertipu oleh kedua orang Yahudi itu, akhirnya kedua orang Yahudi itu dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;Raja Nuruddin sujud syukur kepada Allah SWT kerana tugas yang diberikan oleh Rasulullah SAW kepadanya telah berjaya diselesaikan dengan berkat hidayah dan pertolongan-Nya. Untuk mengelakkan supaya kejadian seperti itu tidak berulang lagi, Raja Nuruddin memerintahkan supaya ke empat penjuru sekeliling kubur Rasulullah dipagar dengan kongkrit sampai ke bawah tanah. Sebelum Raja Nuruddin berlepas dari Madinah sekali lagi beliau bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW, kali ini Rasulullah merangkul dan memeluk leher beliau. Apabila telah tiba masanya Raja Nuruddin hendak meninggalkan kota Madinah, beliau memberi taklimat terakhir kepada penduduk Madinah akan kejahatan dan dendam orang Yahudi terhadap Islam, dendam orang Yahudi terhadap Islam akan berterusan. Raja Nuruddin pun kembali ke Mosul dengan diiringi doa dan air mata oleh sekalian rakyat yang mencintainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-2103218641282323290?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/2103218641282323290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=2103218641282323290&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2103218641282323290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2103218641282323290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/04/percubaan-yahudi-mencuri-jasad.html' title='Percubaan Yahudi Mencuri Jasad Rasulullah SAW'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S8_xGz2UBPI/AAAAAAAAATk/TdG6k1jBAXE/s72-c/rasul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3524127591062420319</id><published>2010-03-23T21:03:00.002-07:00</published><updated>2010-03-23T21:40:30.148-07:00</updated><title type='text'>Siri 1: Masyarakat  ITIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S6mSyoWGBuI/AAAAAAAAATU/-xXJXfAZJJA/s1600-h/260px-Ducks_in_plymouth,_massachusetts.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S6mSyoWGBuI/AAAAAAAAATU/-xXJXfAZJJA/s400/260px-Ducks_in_plymouth,_massachusetts.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452050222429898466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Model masyarakat dapat kita kiaskan kepada beberapa jenis makhluk yang Allah swt jadikan. Semua makhluk Allah -tidak terkecuali- sebenarnya bermanfaat kepada manusia sebagai bahan renungan dan pengajaran.Banyak pengajaran dapat dikutip daripada cerita-cerita binatang dalam versi lama dan baru. Dalam tulisan terdahulu, saya telah bercerita tentang SANG SEMUT yang amat unik kejadiannya...hingga Allah menamakan salah satu SURAH Al-Quran dengan namanya -An-Namlu- mungkin kerana keunikannya dan kehebatannnya juga demi memberi pelajaran kepada manusia yang berakal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITIK ialah nama biasa untuk spesies daripada famili Anatidae dan kelas burung. ITIK kebiasaannya ialah burung akuatik, lebih kecil daripada saudaranya iaitu swan dan angsa, dan boleh ditemui di air tawar dan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITIK dipelihara untuk daging atau telurnya. Di Malaysia, negeri utama pengeluar telur ITIK ialah Kedah, Perlis dan Pulau Pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ITIK mempunyai paruh yang rata dan lebar untuk menyudu. ITIK makan pelbagai jenis makanan seperti rumput, tumbuhan akuatik, ikan, serangga, amfibia kecil, cacing dan moluska kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITIK-ITIK yang banyak boleh kita anggap ia adalah Masyarakat ITIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari baca kisah ITIK menurut Cikgu Naim dalam Dikir Baratnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengar lah molek  molek&lt;br /&gt;ambo nak royat kisah itik&lt;br /&gt;lagu ambo bunyi pelik&lt;br /&gt;tapi kalu dengar pikir baik baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itik kaki jelepek&lt;br /&gt;mulut sudu belakang pulak lentik&lt;br /&gt;jale napok bergolek&lt;br /&gt;tok ime tengok pun jadi ralit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bla laah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sapo tak kenal itik&lt;br /&gt;ala tuan tanda nak mati&lt;br /&gt;kalu tempat mengatik&lt;br /&gt;ala tuan ore pakat cari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la la lala laa lala laaa laa&lt;br /&gt;ini kisah itik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalu perhati tengok&lt;br /&gt;itik jauh beza dengan ayam&lt;br /&gt;itik tino tubuh montok&lt;br /&gt;itik jantan tubuh nak panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;palo itik licin minyok&lt;br /&gt;buleh kerat buat perhiasan&lt;br /&gt;cuma perangai jah tadok gamok&lt;br /&gt;berehi mena main bawah jemoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bla lahh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loni dengan dulu ala tuan&lt;br /&gt;itik beza perangai&lt;br /&gt;itik dulu malu ala tuan&lt;br /&gt;zaman lani rok raai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la la lala laa lala laaa laa&lt;br /&gt;ini kisah itik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itik berehi bertelor&lt;br /&gt;tapi perangai malas mengeram&lt;br /&gt;lepas telor tinggal rata&lt;br /&gt;celah rumput dale rok lalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ado jugak manusia dengan itik&lt;br /&gt;perangai lebih kurang&lt;br /&gt;lepas beranak tohok rata&lt;br /&gt;tepi parit kot birai longkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bla lahh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gejala buang anak ala tuan&lt;br /&gt;banyak benar terjadi&lt;br /&gt;manusia tergamok ala tuan&lt;br /&gt;bunuh anak sediri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la la lala laa lala laaa laa&lt;br /&gt;ini kisah itik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelemahan itik kampung&lt;br /&gt;apa bila masuk ke bandar&lt;br /&gt;kade kade nye cucuk hidung&lt;br /&gt;rambut hitam dia kalar hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak pakai dah kain sarung&lt;br /&gt;sakat mana dia kenal seluar&lt;br /&gt;kade kade di kuala lumpur&lt;br /&gt;tok lebai tgk sampai cabut semutar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bla lahh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bakpo gak gini jadi ala tuan&lt;br /&gt;kita orang melayu&lt;br /&gt;gaya mana mari ala tuan&lt;br /&gt;bangsa kita tiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la la lala laa lala laaa laa&lt;br /&gt;ini kisah itik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabiat puak itik&lt;br /&gt;dia suka bergaul bebas&lt;br /&gt;tunang orang pun dia kilik&lt;br /&gt;bini ore pon dia kebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabit ramai kena penyakit&lt;br /&gt;akibatt kerana ambik dadah&lt;br /&gt;dey kena penyakit aids&lt;br /&gt;ibu bapak nyawa tak puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bla lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia hari ini ala tuan&lt;br /&gt;lupa dosa pahala&lt;br /&gt;kita ore mukmin ala tuan&lt;br /&gt;ingat syurga neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la la lala laa lala laaa laa&lt;br /&gt;ini kisah itik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat ITIK mencerminkan masyarakat yang mengikut ketua secara membuta tuli tanpa berfikir. Seekor berak, semua ikut berak. Seekor berhenti, semua yang lain berhenti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan saya, jangan jadi macam masyarakat ITIK....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3524127591062420319?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3524127591062420319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3524127591062420319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3524127591062420319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3524127591062420319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/03/siri-1-masyarakat-itik.html' title='Siri 1: Masyarakat  ITIK'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S6mSyoWGBuI/AAAAAAAAATU/-xXJXfAZJJA/s72-c/260px-Ducks_in_plymouth,_massachusetts.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3160581966119528445</id><published>2010-03-18T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T21:51:31.825-07:00</updated><title type='text'>Maulidun Nabawi dan Baitul Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S6Wlq55oPpI/AAAAAAAAATM/inp3IxRv7QA/s1600-h/ikh26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 335px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S6Wlq55oPpI/AAAAAAAAATM/inp3IxRv7QA/s400/ikh26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450945080517475986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maulidur Rasul saw adalah kelahiran pemimpin rumahtangga muslim pertama dalam risalah terakhir, bahkan ia sebagai model terbaik, uswah hasanah kepada pemimpin dalam sebuah rumahtangga sepanjang zaman dan tempat berkaitan perkara kecil maupun besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumahtangga muslim bagi Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan Rasulullah saw adalah unik lagi unggul. Keunikannya terkandung pada kedua-dua belah pihak; matlamat, hasil dan kesannya. Kedua-dua pihak terlalu unik untuk diperkatakan. Pihak pertama ialah Muhammad bin Abdullah; makhluk terbaik, nabi dan rasul penyudah,pemimpin ummah di hari Akhirat. Pihak kedua ialah Khadijah binti Khuwailid; ummul mu'minin, daripada nasab keturunan mulia, matlamatnya ialah berbentuk 'risalah', hasilnya ialah penyebaran risalah terakhir. Dia (Rasulullah saw) adalah contoh terbaik bagi semua kaum muslimin sepanjang zaman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara sifat rumahtangga Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mawaddah dan Rahmah:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah insan terbaik dalam pergaulan, kasih sayang dan rahmah ke atas isterinya."خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي&lt;br /&gt;"Sebaik-baik kamu ialah orang berkelakuan baik ke atas isterinya dan saya adalah yang paling baik di kalangan kamu terhadap isterinya".&lt;br /&gt;Kita dapat melihat betapa kasih dan setianya baginda kepada Khadijah -radhiallahu 'anha- Pernah berlaku Rasulullah saw menyebut namanya selepas wafatnya, lalu sebutan itu dicemburui oleh Aisyah -radhiallahu 'anha- seraya berkata: "Tidaklah dia (Khadijah) malainkan seorang yang telah berusia dan Allah swt telah menggantikannya dengan yang lebih baik?" Lalu Rasulullah saw menjawab: "Tidak sekali-kali tidak, Allah swt tidak menggantikan dia orang yg lebih baik daripadanya!, dia telah beriman denganku ketika manusia kufur, dia telah membenarkan aku ketika manusia mendustaiku, dia telah mengorbankan hartanya ketika manusia loket terhadapku dan Allah swt memberi rezeki anak-anak daripadanya, tidak daripada yang lain". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pergaulan yang baik (makruf):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan Rasulullah saw dengan isterinya disulami dengan keadilan,makruf dan taqwa..وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ&lt;br /&gt;"Dan mereka itu (para wanita)mempunyai hak seimbang dengan kewajipannya menurut cara yang patut".(Surah Al-Baqaroh ayat 228)&lt;br /&gt;وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ&lt;br /&gt;"Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut". (Surah An-Nisa' ayat 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ia adalah keadilan dalam hak dan kewajipan..&lt;br /&gt;تطعمها إذا طعمت، وتكسوها إذا اكتسيت، ولا تضرب الوجه ولا تقبح، ولا تهجر إلا في البيت&lt;br /&gt;"Kamu memberi makan kepadanya apa yang kamu makan, memberi pakaian kepadanya sama seperti apa yang kamu pakai, jangan kamu memukul mukanya dan jangan menghinanya, jangan kamu berpisah dengannya kecuali dalam rumahnya sahaja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ibnu Abbas -radhiallahu 'anhuma- sentiasa berhias untuk isterinya sebagaimana dia mahu isterinya berhias untuknya.Hinggakan sifat ini semestinya dipelihara sekalipun bahtera rumahtangga ini akan berpisah, ianya mesti diakhiri dgn jalan terbaik juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلاً&lt;br /&gt;Maka kemarilah agar ku berikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik..(Surah al-Ahzab ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ&lt;br /&gt;Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik.. (Surah At-Tolaq ayat 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerjasama kedua-dua suami isteri untuk sebarkan dakwah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi saw diutus menjadi Rasul, Sayyidah Khadijah adalah orang pertama yg beriman dgn Allah dan RasulNya. Khadijah membenarkan apa yg dibawa oleh Nabi daripada tuhannya, dia telah membantu meringankan urusannya. Apabila baginda menerima penghinaan drp puak musyrikin quraish, Khadijahlah yg mententeramkannya hatta thabatlah dakwahnya, ringanlah penderitaannya dan baginda mampu berhadapan dgn kerenah jahat kaum kafir quraish. Rasulullah saw amat menggalakkan kedua-dua suami isteri bekerjasama untuk ketaatan. Sabdanya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;رحم الله رجلاً قام في الليل فصلى وأيقظ امرأته، فإن أبت نضح في وجهها الماء، ورحم الله امرأة قامت من الليل فصلت، وأيقظت زوجها، فإن أبى نضحت في وجهه الماء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah merahmati seorang lelaki(suami) yang bangun malam, lalu bersolat dan mengejutkan isterinya, bila si isteri enggan bangun, maka direnjiskan air ke mukanya. Allah merahmati seorang wanita (isteri)yang bangun malam, lalu bersolat dan mengejutkan si suaminya, bila si suami enggan, maka direnjiskan air ke mukanya pula..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memelihara rahsia rumahtangga&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menggesa agar kedua suami isteri menjaga rahsia satu sama lain (rahsia tetap rahsia)dan menegaskan ia (buka rahsia) dari amalan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فعن أسماء بنت يزيد- رضي الله عنها- (أنها كانت عند رسول الله والرجال والنساء قعود عنده فقال: "لعل رجلاً يقول ما يفعل بأهله، ولعل امرأة تخبر بما فعلت مع زوجها"، فأزمَّ- سكت- القوم، فقلت: أي والله يا رسول الله إنهن ليقلن، وإنهم ليفعلون، قال: "فلا تفعلوا، فإنما مثل ذلك مثل الشيطان لقي شيطانة في الطريق فغشيها، والناس ينظرون" رواه أحمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Asma' bt Yazid -radhiallahu 'anha- Bahawa ketika dia bersama para lelaki dan wanita berkumpul dalam majlis nabi, lalu baginda bersabda: "Bolehjadi seorang lelaki akan buka rahsia apa yang dilakukan kepada si isterinya, begitu pula sebaliknya". Semua berdiam diri, lalu saya berkata: "Demi Allah wahai Rasulullah sesungguhnya yg demikian itu benar-benar berlaku". Lalu nabi bersabda: "Jangan kamu lakukan sedemikian itu! Perumpamaan kelakuan demikian samalah seperti seekor syaitan jantan bertemu dgn yg betina di jalanan, lalu dia berkelakuan tidak senonoh, sedang khalayak ramai menyaksikan perbuatan tersebut". (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasulullah saw sebagai seorang ayah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw amat bergembira dengan kelahiran anak-anak perempuannya.Bila anakandanya Fatimah RA dilahirkan, baginda memberkati dan menyambutnya, lalu menamakannya Fatimah, baginda menggelarnya dengan Az-Zahra' dan digelar juga dgn Ummu Abiha. Ummul Mukminin Khadijah bt Khuwailid RA apabila melahirkan seorang anak, dia akan mencari ibu susuan di perkampungan yg jauh bertujuan membesarkan mereka supaya memiliki lidah yg fasih dan bersikap berani seperti adat kebiasaan kaum quraish.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Petunjuk Rasulullah saw untuk membina rumahtangga muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapa bertanggungjawab mengahwinkan anak perempuannya dengan lelaki yg sesuai (kufu)..&lt;br /&gt;Kufu di sini maksudnya beragama dan berakhlak..Sabda Nabi saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا أتاكم من ترضون خلقه، ودينه فزوجوه، إن لا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض&lt;br /&gt;Apabila datang kepada kamu seorang yg kamu redhoi dari sudut akhlak dan agamanya, maka kahwinkanlah dia, jika tidak maka akan berlaku fitnah dan kerosakan di bumi.&lt;br /&gt;(Riwayat Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw telah mengahwinkan anak-anak perempuannya dengan para lelaki terpilih: Zainab RA dengan Abi al-As bin Rabi' (anak saudara sebelah ibunya iaitu Halah bt Khuwailid. Abu al-As adalah daripada kalangan lelaki yg terkenal; berharta,amanah dan usahawan berjaya di Mekah. Nabi saw mengahwinkannya dgn anaknya Zainab RA atas cadangan Khadijah bt Khuwailid RA kerana percayakan kebijaksanaan Khadijah, lagipun Abi al-As dianggap seperti anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw mengahwinkan anaknya Ruqayyah dgn Othman bin Affan RA iaitu khalifah yg bersifat zuhud, kaya,pemurah dan pemalu. Akhlak paling menonjol padanya ialah 'pemalu'. Nabi saw terhadap sifat tersebut dlm sabdanya:&lt;br /&gt;إن عثمان رجلٌ حييّ&lt;br /&gt;Sesungguhnya Othman adalah seorang lelaki 'pemalu'.&lt;br /&gt;ألا أستحي من رجل تستحي منه الملائكة&lt;br /&gt;Ketahuilah bahawa aku amat malu terhadap lelaki yg terasa malu bila berhadapan dgnnya oleh para malaikat. (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi saw amat kasih kepadanya. Apabila Roqayyah wafat -RA-, nabi mengahwinkan Othman RA dgn Ummi Kalthum RA dan apabila Ummi Kalthum wafat nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;"Kalau ada lagi anak perempuanku, nescaya aku akan kahwinkan Othman dgnnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw mengahwinkan Fatimah RA dgn Ali bin Abi Talib RA, iaitu sepupunya. Dia adalah kanak-kanak pertama yg beriman dgn nabi saw. Ali RA dibesarkan di rumah nabi saw sebelum Islam. Dia tetap bersama nabi saw sehingga baginda diutus menjadi rasul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mas kahwin anak-anak perempuan Nabi saw&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw mengahwinkan anak-anak perempuannya dengan cara yang memudahkan -maskahwin tidak membebankan-. Selepas bersetuju untuk mengahwinkan Ali RA dgn Fatimah, Nabi saw bertanya Ali RA: "Berapa nilai maskahwin mu wahai Ali?" Ali menjawab aku tiada apa-apa untuk dijadikan belanja maskahwin. Lalu Nabi saw bertanyakan perisai yg telah dihadiahkannya kepada Ali RA dahulu. Nabi saw menyuruh Ali RA jadikannya sebagai maskahwin. Maka berkahwinlah Ali RA dgn hantaran maskahwin perisai berkenaan yg bernilai 400 dirham. (Riwayat Ibnu Sa'ad di dalam at-Tabaqat)&lt;br /&gt;Itulah maskahwin anak perempuan Nabi saw yg menjadi isteri kepada khalifah ke4 khulafa' ar-Rasyidin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ayahanda yang pengasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi saw hendak keluar ke medan peperangan Badar, Ruqayyah RA sedang menderita sakit. Maka Nabi saw memerintahkan Othman bin Affan (suaminya) tinggal bersama Ruqayyah RA di Madinah untuk merawatnya.Bukan itu sahaja, malah Nabi saw menetapkan sebahagian dari harta ghanimah Badar kepadanya di samping pahala yg besar di Hari Qiamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ujian seorang ayah melalui anak-anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1- &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anak-anaknya diceraikan kerana Islam: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua anak Nabi saw iaitu Ruqayyah dan Ummi Kalthum diceraikan oleh Utbah dan Utaibah (anak Abu Lahab)secara zalim; tiada sebab lain kecuali kedua-duanya telah beriman dgn apa yg dibawa oleh Nabi saw.Bila turunnya ayat mencela Abu Lahab (Surah al-Masad), Abu Lahab lantas memerintahkan kedua anaknya menceraikan kedua-dua anak Nabi saw. Ruqayyah dan Ummi Kalthum kekal beriman dan Allah swt gantikan untuk kedua-duanya suami yang lebih baik daripada dua anak Abu Lahab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kematian anak-anak perempuannya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang berlaku seorang bapa itu diuji dengan kematian anak-anaknya. Allah swt berfirman: &lt;br /&gt;وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمْ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ&lt;br /&gt;Dan Dialah penguasa mutlak atas semua hambaNya, dan diutusNya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematiandatang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.&lt;br /&gt;(Surah al-An'am ayat 61)&lt;br /&gt;Nabi saw diuji oleh Allah menghadapi ujian yg berat ini, anak-anaknya Ruqayyah dan Ummi Kalthum meninggal. Nabi saw menguruskan sendiri jenazah anak-anaknya itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumahtangga Nabi saw dan khadam (orang gaji)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; فعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال "خدمت رسول الله صلى الله عليه وسلم عشر سنين والله ما قال لي أفٍ قط، ولا قال لي لشيء لم فعلت كذا؟ وهلا فعلت كذا"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Anas bin Malik RA berkata: 'Saya telah berkhidmat kepada Rasulullah saw selama 10 tahun, demi Allah! Rasulullah saw tidak pernah bercakap kasar denganku sekalipun dgn berkata 'ah', baginda tidak pernah persoalkan kenapa aku buat begini dan begitu!? Hendaklah kamu buat begini...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah model terbaik bg umatnya. Sekalipun umatnya tidak mampu untuk mencapai kesempurnaan tersebut, sekurang-kurangnya mereka mampu mengukurnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumahtangga Nabi saw dan jiran tetangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat RA banyak mengambil pelajaran daripada Nabi saw dalam bermuamalat bersama jiran dgn cara terbaik. Ada orang menyembelih kambing lalu disedekahkan kpd Abdullah bin Amru. Abdullah RA berkata: 'Aku hadiahkan sebahagiannya kepada jiran saya yg yahudi itu'. Orang tadi bertanya kenapa kepada yahudi pun kamu hadiahkan? Lalu dia berkata yg dia pernah mendengar Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه سيورثه&lt;br /&gt;'Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang jiran sehingga aku menyangka dia boleh mewarisi harta-harta ku'. (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bertanya diri kita masing-masing sejauhmana kita telah mengikuti apa yg telah dilaksanakan Nabi saw dlm rumahtangganya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harapan kita semoga bersempena Maulidur Rasul kali ini dpt mengembalikan rumahtangga kita semua menjadi lebih Islamik dgn syiar baru 'Rumahtanggaku berdasarkan manhaj Rumahtangga Nabi saw' -pada kasih sayang, tolong menolong,ithaar, taat, sebaran dakwah, rahmah kpd khadam, hormat kpd jiran, memudahkan tanpa menyulitkan dlm hal menentukan maskahwin, sabar dlm menghadapi ujian dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahawa rahsia perbezaan rumahtangga muslim terletak pada keistimewaan risalah Islam itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3160581966119528445?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3160581966119528445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3160581966119528445&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3160581966119528445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3160581966119528445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/03/maulidun-nabawi-dan-baitul-muslim.html' title='Maulidun Nabawi dan Baitul Muslim'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S6Wlq55oPpI/AAAAAAAAATM/inp3IxRv7QA/s72-c/ikh26.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3550775440209579233</id><published>2010-02-20T15:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T17:23:31.722-08:00</updated><title type='text'>Teringat saya di waktu duulu....</title><content type='html'>Alhamdulillah setelah lama tidak berkesempatan menulis di blog ini, hari ini ada sedikit ruang. Sedikit sahaja perkongsian dengan para pembaca sekalian bagi menggambarkan betapa jauhnya sebahagian masyarakat kita daripada kefahaman Islam yang sebenar sehingga Islam itu diletakkan pada sudut yang amat jauh terpisah dari mafhum sebenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang tempat jatuh lagi dikenang. Saya berkhidmat dengan Kolej Sultan Zainal Abidin (KUSZA) dari tahun 1997 hingga 16 September 2004. Sepanjang perkhidmatan saya  dengan kerajaan negeri Terengganu, banyak pengalaman manis dan pahit yang dirasai. Di sini saya tidak mahu sentuh yang manis. Hanya sedikit sahaja dari yang pahit untuk dikongsi bersama pembaca, diharap memadai untuk diambil pengajaran dalam kita berdepan dengan pelbagai ragam manusia di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 2000 pihak KUSZA di bawah pentadbiran yang baru selepas pilihanraya 1999, telah mengadakan bengkel halatuju yang baru di Pupuk Semangat, Kemaman. Oleh kerana saya pada masa itu sebagai imam masjid (Pegawai Hal Ehwal Agama) diletakkan secara langsung di bawah Bahagian Hal Ehwal Pelajar (HEP), maka imam-imam ini dikelaskan bersama bengkel pentadbiran KUSZA; bersama saya dalam bengkel itu ialah pengarah, timbalan-timbalan pengarah, pendaftar dan beberapa orang ahli majlis KUSZA yang di antara mereka berpangkat prof.Terasa juga janggalnya... Bagi saya ok je sebab semua yang ada dalam bengkel itu rapat dengan saya. Antara yang paling rapat ialah pengarah KUSZA ketika itu Ustaz Ismail bin Abdul Halim. Dia sering menjadi makmum saya dan kami biasa bergurau senda, berborak-borak dan selalu minum bersama bila ada kelapangan. Yang lain seperti seperti Ustaz Adam, Ustaz Wan Yaakob dan beberapa orang lagi juga ada hubungan istimewa dengan saya dan Ustaz Hj Suhaimi Mohamad (Imam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit latarbelakang saya dan rakan sejawat saya Ustaz Suhaimi sebagai pegawai di bawah pentadbiran KUSZA. Status kami adalah sebagai pegawai kontrak. Setiap 2 tahun kontrak kami akan diperbaharui. Ustaz Suhaimi lagi senior daripada saya. Kami seringkali bertanya bila status kontrak ini akan diubah menjadi tetap dan berpencen? Jawapan yang diberi standard saja, kena tunggu kelulusan JPA. Katanya setiap negeri hanya seorang sahaja imam yang diserap menjadi tetap iaitu Imam Besar saja. Di hati kami rasa terkilan juga kerana walaupun ada ijazah daripada universiti Al-Azhar, pos untuk kami hanyalah kontrak saja...dalam masa sama pegawai bawahan yang berkelulusan SPM dan diploma diupgrade-kan jadi tetap. Malah yang menjadi tukang kebun di taman sekitar masjid yang berkelulusan SRP pun tetap dan berpencen..alhamdulillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalik kepada kisah perbincangan dalam bengkel halatuju tadi.... Perbincangan berjalan dengan baik. Masing-masing ada saja idea untuk diketengahkan, sekali-sekala ada saja bahan lucu dan gurau tawa yang sedikit sebanyak meringankan bebanan perbincangan. Sekurang-kurangnya hilang sedikit tekanan. Maklumlah tajuknya berat....'halatuju'....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sesi perbincangan...pengerusi bengkel pindah agenda hal-hal lain, kalau ada persoalan selain yang telah dipersetujui bersama. Saya memandang ke arah Ustaz Suhaimi kalau-kalau dia nak bertanya persoalan status kontrak kami...payah nak cari situasi semua yang berkenaan ada bersama termasuk beberapa orang ahli majlis KUSZA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memberanikan diri bertanya soalan... Boleh saya tahu sampai bila status kontrak kami ini akan diubah menjadi tetap dan berpencen?? Adakah di sana usaha-usaha dari pihak pentadbiran membuat permohonan khusus kepada JPA sebab yang mewujudkan jawatan itu ialah KUSZA, kemudian diangkat ke sana....??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila soalan ini saya ajukan, masing-masing memandang antara satu sama lain. Semua mendiamkan diri dan masing-masing soalah-olah mengharapkan akan ada yang tolong menjawab bagi pihaknya. Lama menunggu akhirnya prof (ahli majlis) pun membuka mulut. Kata dia, "Kalau imam nak jadi kaya, awak boleh pergi minta kerja di KL. Di sana ada masjid-masjid yang dibiaya oleh ahli-ahli koperat. Saya tak suka tengok antara ustaz-ustaz di M'sia ni yang bila dapat duit upah satu tempat agak lumayan, dia tak akan pergi ke tempat upah sedikit. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Imam ni pahala je&lt;/span&gt;....bla bla bla".....tah apa2 lagi diborakkan... semasa dia bercakap tu saya mencelah, tak setuju dengan apa yang disebut...saya kata yang prof sebut tu tiada kaitan dengan persoalan saya.. soalan saya terfokus kepada status saja, minta jawab yang tu saja....jangan dikaitkan dengan yang lain-lain !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana tenang menjadi sedikit panas... saya yang tadinya cool aje pun dah naik hot juga. Saya tanya, "prof dah habis cakap?? Kalau dah habis saya nak cakap pulak, minta dengar baik-baik..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kata, "Kalau prof kata kerja jadi imam ni paling mustahaknya pahala saja, maka semua yang ada ni -sambil tuding jari kepada semua yang ada dalam bengkel- rugi kerana tak jadi imam. Bila imam je maka dikaitkan dengan pahala, apahal yang tak jadi imam?" Saya kata semua orang dengar apa yang prof cakap tadi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawapan panas saya, Ustaz Wan Yaakob pun jadi bersemangat untuk bercakap menyokong apa yang saya sebutkan dan minta soalan dijawab dengan tindakan kerana jawatan-jawatan di KUSZA ini kita yang wujudkan. Yang menjadi masalah katanya tiada usaha bersungguh dari pihak pentadbiran berusaha ke arah itu.....dia bercakap semakin panas kerana mengungkit perkara-perkara yang telah berlaku dalam pentadbiran -saya tak berhajat menyebutnya di sini- kesimpulannya dia bersimpati dgn nasib kami para imam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah nasib Islam apabila ia diuruskan dan diletakkan di dalam pejabat atau jabatan. Islam tidak mentadbir atau dijadikan teras dan dasar di dalam pentadbiran. Pada saya masalah ini timbul hasil dari kefahaman yang salah terhadap peranan Islam dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3550775440209579233?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3550775440209579233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3550775440209579233&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3550775440209579233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3550775440209579233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/02/teringat-saya-nostalgia-lama-dulu.html' title='Teringat saya di waktu duulu....'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3513577905631577262</id><published>2010-02-03T19:10:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T19:27:51.992-08:00</updated><title type='text'>Mentarbiyah Dengan Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S2o-rhvNpbI/AAAAAAAAAS8/1qmgKDSGHDQ/s1600-h/043.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 375px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S2o-rhvNpbI/AAAAAAAAAS8/1qmgKDSGHDQ/s400/043.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434224817887618482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DR. Maisarah Thahir berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana tarbiyah dengan cinta, atau bahasa cinta, atau abcd cinta, ada lapan perkara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kosa kata cinta&lt;br /&gt;2. Pandang mata cinta&lt;br /&gt;3. Suapan cinta&lt;br /&gt;4. Sentuhan cinta&lt;br /&gt;5. Selimut cinta&lt;br /&gt;6. Pelukan cinta&lt;br /&gt;7. Ciuman cinta&lt;br /&gt;8. Senyum cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama: Kosa kata cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kosa kata cinta kita ucapkan kepada anak-anak kita?&lt;br /&gt;Dalam sebuah kajian dikatakan: seorang anak dari bayi sampai ABG telah mendengar tidak kurang dari 16 ribu kosa kata buruk, namun, ia hanya mendengar ratusan kosa kata baik!&lt;br /&gt;Image yang tergambar dalam pikiran seorang anak tentang dirinya merupakan salah satu hasil dari omongan yang didengarnya, seakan sebuah kosa kata adalah sebuah kuas di tangan seorang pelukis, bisa jadi ia melukiskannya dengan warna hitam, bisa juga melukiskannya dengan berbagai warna indah. Jadi, kosa kata-kosa kata yang ingin kita ucapkan kepada anak-anak kita, harus yang baik, kalau tidak baik, jangan kita ucapkan&lt;br /&gt;Sebagian orang tua, sebagian kosa katanya (merendahkan, menjelek-jelekkan, merendahkan ciptaan Allah), akibatnya terhadap anak adalah (mengurung diri, permusuhan, ketakutan, tidak percaya diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua: pandang mata cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan kedua matamu tepat pada kedua mata anakmu, disertai senyuman, dan bergumamlah dengan suara tidak terdengar: “aku mencintaimu wahai si fulan”, 3 atau 5 atau 10 kali, jika hal itu disikapi oleh anakmu celaan, atau merasa aneh, dan ia berkata: “apa yang kamu lakukan wahai ayahku”, maka jawablah: “aku rindu kepadamu wahai fulan”. Jadi, pandangan mata, dan cara ini, mempunyai dampak dan hasil yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga: suapan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini tidak boleh dilakukan kecuali seluruh anggota keluarga berkumpul di satu meja makan. [nasihat: janganlah menempatkan tv di ruang makan], agar terjadi interaksi dan pertukaran pandangan mata. Dan saat menikmati santapan makan, hendaklah orang tua berusaha menyuapkan beberapa suap ke mulut anaknya [dengan catatan, anak kelas V atau VI SD ke atas, pasti merasa bahwa cara ini tidak bisa mereka terima], jika sang anak menolak menerima suapan itu di mulutnya, maka letakkan pada sendok atau piringnya. Hendaklah saat menyuapi disertai dengan pandangan mata cinta diiringi senyuman, kosa kata indah dan suara pelan: “demi Allah wahai anakku, saya sangat ingin menyuapimu dengan suapan ini, ini adalah kurir cintaku wahai sayangku”, setelah ini, pasti dia mau menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat: sentuhan cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;DR. Maisarah berkata: saya naihatkan agar orang tua memperbanyak sentuhan terhadap anaknya. Bukan sebuah kebijakan jika seorang ayah berbicara dengan anaknya pada dua kursi yang berbeda. Sebaiknya sang anak ada di sampingnya, dan hendaklah tangan sang ayah menempel di bahu anaknya (tangan kana nada di bahu kanan). Kemudian DR. Maisarah menjelaskan cara nabi SAW menghadapi lawan bicaranya: “Nabi Muhammad SAW menempelkan kedua lututnya dengan lutut lawan bicaranya, dan meletakkan kedua tangan beliau di atas kedua paha lawan bicaranya, dan posisi menghadap secara penuh”. Sekarang terbukti bahwa sekedar sentuhan seseorang merasa dicintai dan kehangatan hubungan meningkat ke puncak tertinggi. Karenanya, jika hendak berbicara dengan sang anak, atau hendak menasihatinya, janganlah duduk berjauhan, sebab, dengan begini, terpaksa harus bersuara keras, dan [suara keras membuat sang anak lari] dan jika sang anak itu laki-laki, maka peganglah bagian pahanya, dan jika sang anak perempuan, maka peganglah bahunya, dan peganglah tangannya dengan penuh kasih saying, letakkan kepala sang anak pada bahu sang ayah, agar ia merasa dekat, aman, dan tersayang, sambil katakana: “Aku bersamamu, aku akan memohonkan pengampunan untukmu jika kamu bersalah”.&lt;br /&gt;Kelima: selimut cinta&lt;br /&gt;Hendaklah setiap malam seorang ayah atau ibu melakukannya, jika sang anak telah tidur, maka datangilah ia dan ciumlah, niscaya dia akan merasakan kehadiranmu, karena jenggot wajahmu yang biasa engkau bercanda dengannya, jika ia membuka satu matanya sedangkan yang lainnya masih meram dan ia berkata: “engkau datang wahai ayahku?”&lt;br /&gt;Maka katakana kepadanya: “Betul, aku datang wahai sayangku!”. Dan selimutilah dia&lt;br /&gt;Dalam pemandangan ini, sang anak akan berada dalam kondisi setengah sadar antara tidur dan tidak, dan pemandangan tadi akan tetanam dalam pikirannya, dan saat ia terbangun pada esok harinya, ia akan teringat bahwa semalam ayahnya datang dan melakukan ini dan itu.&lt;br /&gt;Dengan perbuatan seperti ini, menjadi dekatlah jarak antara orang tua dan anak dan kita wajib dekat dengan anak dengan pisik dan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam: dakapan cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian pelit dengan dekapan terhadap anak. Sebab, keperluan anak kepada dekapan sama dengan keperluannya kepada makanan, minuman dan udara, setiap kali ada yang terkonsumsi, niscaya diperlukan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketujuh: ciuman cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mencium salah seorang cucunya; Hasan atau Husain. Perbuatan ini terlihat oleh al-Aqra’ bin Habis, maka ia berkata: “Apakah engkau mencium anak-anak kecil?!! Demi Allah, saya mempunyai sepuluh anak, tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka!! Maka Rasulullah SAW bersabda: “Kalau saja aku mempunyai kemampuan untuk mencabut kasih sayang dari dalam hatimu”&lt;br /&gt;Wahai para orang tua, ciuman kepada anak merupakan satu ekspresi kasih sayang, betul, kasih sayang yang menjadi focus ajaran Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan bahwa ia merupakan rahasian ketertarikan manusia kepada suatu keyakinan, dan jika kasih sayang ini hilang dari perilaku kita terhadap anak-anak kita, berarti kita telah menjauhkan mereka dari kita, baik kita sebagai perseorangan maupun kita sebagai para da’i, da’i Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedelapan: Senyum cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sarana-sarana cinta, siapa yang menerapkannya, niscaya mendapatkan cinta dari mereka yang berinteraksi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang tua saat dinasihati demikian berkomentar: “Kami tidak terbiasa”.&lt;br /&gt;Subhanallah!! Adakah kebiasaan itu Qur’an yang turun dari langit yang kita tidak bisa merubahnya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana-sarana ini ibarat air, dengannya tanaman cinta akan tumbuh di dalam hati. Dan jika kita ingin dibaiki oleh anak kita, baikilah anak kita, dan sayangilah mereka.&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa cinta tidak sama dengan tutup mata atau membiarkan kesalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3513577905631577262?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3513577905631577262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3513577905631577262&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3513577905631577262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3513577905631577262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/02/mentarbiyah-dengan-cinta.html' title='Mentarbiyah Dengan Cinta'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S2o-rhvNpbI/AAAAAAAAAS8/1qmgKDSGHDQ/s72-c/043.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-7607608776744478209</id><published>2010-01-25T17:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T18:06:55.772-08:00</updated><title type='text'>Hikmat itu permata yg hilang daripada mukmin...</title><content type='html'>Pagi tadi Selasa 28 Jan saya menonton MHI di TV3. Menariknya ialah Kaedah Mokhdar yang wajar kita yang berkecimpung di medan dakwah mengetahui dan mempelajarinya sebagai wasilah dakwah. Alat ini amat penting dikuasai untuk kepentingan dakwah..&lt;br /&gt;Cuba baca di bawah, saya petik dari blog berkenaan:- &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://kaedahmokhdar.blogspot.com/2008/01/apa-sebenarnya-kaedah-mokhdar.html &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kaedah Mokhdar adalah suatu kaedah yang amat mudah yang bakal menghasilkan kekuatan memori yang luar biasa terhadap input-input mathematical yang menjadi antara teras penting di dalam pemikiran sains dan matematik, dan menghasilkan kelajuan akses yang luar biasa terhadap input-input mathematical dan input-input lain yang tersimpan di dalam minda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan memori yang luar biasa ini menghasilkan minda baru yang antaranya boleh dilihat seperti berikut : 1. Anak kecil seawal usia dua ke tiga tahun yang mampu menguasai fakta matematik asas seperti darab asas. 2. Minda biasa yang mampu mengingat nombor kad pengenalan sepanjang 12 digit dengan hanya seimbas pandang menggunakan masa kurang dari 0.25 saat. Ini bererti segala input di dalam pembelajaran sains (sama ada sains tulis seperti fizik, kimia dan biologi, atau sains lain seperti sejarah, geografi, linguistik dsb) dan matematik (bagi semua cabang matematik) bukan sahaja boleh diingat mudah tetapi juga dapat dianalisa dan diorganisekan dengan jauh lebih mudah. Minda juga jadi lebih fokus kerana ia hanya perlu melakukan tugas memahami apa yang dibaca atau dilakukan tanpa perlu melakukan tugas-tugas menghafal yang menyebabkan kekusutan dan kebekuan minda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelajuan akses yang luar biasa pula menghasilkan kecepatan menyelesaikan masalah, mengambil contoh yang paling mudah, darab sehingga tiga atau empat digit didarab dengan satu digit, seperti 667 × 6 = 4002, atau sehingga dua digit didarab dengan dua digit, seperti 67 × 48 = 3216, boleh dicongak oleh minda biasa secepat kilat tanpa menggunakan apa-apa alat tulis, alat bantuan mengira atau sebagainya, dan tanpa perlu menggunakan apa-apa cara mengira lain selain daripada cara mengira yang biasa diajar di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan mengira pada kelajuan melebihi kelajuan penggunaan kalkulator, serta tanpa perlu melalui tempoh latihan mengira yang keterlaluan ini mengurangkan beban minda dan tenaga di dalam menguruskan penyelesaian masalah-masalah matematik pada tahap yang lebih tinggi. (Ia mungkin menghasilkan kesan counter-productive jika kemahiran mengira seperti ini hanya mampu diperoleh dengan melakukan aktiviti latih tubi yang luar biasa sehingga mensesiakan masa yang sepatutnya diberi kepada aktiviti kefahaman menerusi bacaan atau latihan untuk subjek-subjek yang jauh lebih penting di dalam pembelajaran sains dan matematik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah yang bagi kebanyakan orang dianggap sebagai kaedah membilang secara rengkas ini (setiap sebutan bagi nombor sifar hingga seratus, dengan menggunakan 10 kunci sebutan, hanya menggunakan sebutan satu suku kata sahaja) sebenarnya bidang yang jauh lebih tinggi dan lebih luas dari itu. Didasarkan kepada 10 kunci sebutan tersebut, ditambah dengan lapan sebutan kunci tambahan, merangkumi sebutan untuk input-input yang kompleks dan panjang, menghasilkan daya ingatan dan kelajuan mengakses yang amat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus, fakta, equations, jadual, langkah kerja menyelesaikan masalah, dsb, yang biasanya tidak digalakkan oleh guru-guru untuk dihafal, diingat begitu sahaja tanpa dihafal dalam erti kata yang sebenarnya. Jika input sedemikian yang tidak digalakkan dihafal disebabkan oleh kesukaran menghafalnya boleh diingat begitu sahaja, input-input lain yang perlu dihafal di samping difahami tentulah boleh diingat jauh lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam perbincangan yang sering menjadi topik hangat sejak lama dulu hingga sekarang ialah, ahli-ahli akademik sering mensifatkan rote learning (belajar dengan banyak menghafal) sebagai kaedah belajar yang ketinggalan zaman dan tidak menghasilkan minda yang berfikir dan kreatif. Ramai pula dari kalangan masyarakat yang menganggap kaedah Mokhdar sebagai sebahagian daripada kaedah rote learning tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tanggapan tersebut adalah meleset sama sekali. Kaedah Mokhdar bukanlah suatu kaedah rote learning atau kaedah menghafal. Malah saya tidak suka aktiviti menghafal sama sekali, namun memori mega yang tersimpan di dalam minda orang yang menggunakan kaedah Mokhdar bukanlah diperoleh menerusi rote learning. Ia tersimpan spontan dan berkekalan lama menerusi aktiviti membaca, menulis, membuat latihan, mencuba memahami apa yang dipelajari, dibaca, ditulis, didengar atau sebagainya di dalam proses pembelajaran, dan memori mega ini amat penting di dalam membezakan di antara seorang pelajar yang berjaya atau kurang berjaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-7607608776744478209?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/7607608776744478209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=7607608776744478209&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7607608776744478209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7607608776744478209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/hikmat-itu-permata-yg-hilang-daripada.html' title='Hikmat itu permata yg hilang daripada mukmin...'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-5889621972008005673</id><published>2010-01-25T06:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T17:32:38.588-08:00</updated><title type='text'>Gigi Nabi pun istimewa ....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S15GKVcdpRI/AAAAAAAAAS0/y9VGHKHqYsg/s1600-h/2074.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 336px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S15GKVcdpRI/AAAAAAAAAS0/y9VGHKHqYsg/s400/2074.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430855344024560914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelum saya berpindah ke WP Putrajaya, saya ke klinik gigi. Gigi saya 'terserepeh' kerana makan makanan keras. Doktor kata tolonglah, kita ni umur dah 40an, tak kuat macam zaman 20an dulu. Insaf saya bila dengar nasihat ikhlas doktor. Memang terasa bila dah masuk umur 40an ni rasa ada beberapa perubahan pada fizikal maupun spiritual, Allah sahaja yang maha mengetahui... 'kubur dah kata mari dan rumah dah kata pergi.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi yang 'sopek' ditampal dan terlanjur pula, saya lantas minta dia bersihkan plak yang ada. Maklumlah kalau tak bersebab payah nak ke klinik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai semuanya, saya bertanya soalan nakal kepada doktor... Saya kata: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya terbaca dalam kitab yang membicarakan muwasofat Nabi atau sifat-sifat fizikal Nabi saw ada menyatakan bahawa kedudukan atau susunan gigi nabi renggang atau jarang...kenapa agaknya ya?&lt;/span&gt;" Lantas doktor yang merawat saya termenung sejenak -entah kenapa saya pun tak pasti- lalu menjawab..."&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itulah istimewanya gigi Nabi saw kerana bila renggang ia payah rosak, makanan yang dimakan tidak terkumpul di celah-celah gigi.&lt;/span&gt;" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawapan doktor yang merawat gigi saya tadi, saya semakin insaf dan yakin terhadap kenabian Nabi kita Muhammad saw. Memang dia insan istimewa.... Solluu 'Alan Nabiy....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-5889621972008005673?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/5889621972008005673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=5889621972008005673&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5889621972008005673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5889621972008005673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/gigi-nabi-pun-istimewa.html' title='Gigi Nabi pun istimewa ....'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S15GKVcdpRI/AAAAAAAAAS0/y9VGHKHqYsg/s72-c/2074.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-809757612805678470</id><published>2010-01-24T22:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T22:49:16.801-08:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah yang dengan nikmatNya sempurnalah segala kebaikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S109z5EHH5I/AAAAAAAAASk/_AJUObyuvfs/s1600-h/Pic48728.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 335px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S109z5EHH5I/AAAAAAAAASk/_AJUObyuvfs/s400/Pic48728.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430564687379373970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perutusan daripada Dr Mohd Bade’ Mursyidul Am IM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah dan akhawat yang dimuliakan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamullah Alaikum warahmatuhu wabarakatuhu..&lt;br /&gt;Ini adalah perutusan pertama, saya tujukan kepada kalian setelah kalian curahkan thiqah kepada saya. Kalian telah menjadikan saya orang yang paling berat menanggung bebanan. Sekalipun Saidina Abu Bakar menyatakan secara tawadhu’, saya nyatakannya dengan sebenarnya: ‘Saya telah dilantik mengetuai kalian, namun saya bukan orang yang terbaik di kalangan kalian, taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah.”.. Kita amat perlu bergantung dengan doa, semoga keberkatannya mengandungi dua kebaikan yang telah disebutkan oleh Rasulullah saw: “Sebaik-baik pemimpin kamu ialah mereka yang kamu doakan untuk mereka dan mereka pula mendoakan untuk kamu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syura, institusi dan thiqah ialah tempat di mana jiwa ikhwah dan akhawat diuji. Syura di sisi kita adalah satu surah daripada surah-surah al-Quran. Ia merupakan satu fardhu dalam Islam dan akhlak amat diperlukan untuk melaksanakannya di semua peringkat dengan menggunapakai instrument terkini bagi menentukan pemilihan berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian telah menyaksikan contoh yang telah ditunjukkan oleh Mursyid ke tujuh Ustaz Mohd Mehdi Akeef. Beliau telah merealisasikan pendirian berdasarkan kefahaman ini, dan menafikan segala pembohongan ke atas Jamaah yang maha berkat ini. Kita tidak pernah menjawab persoalan yang mengatakan bahawa IM menuntut dilaksanakan demokrasi untuk diadakan pemilihan; bila mereka dapat kuasa maka mereka tidak akan berundur dan ini bukti mereka tidak ikhlas dalam tuntutan tersebut. Kita tidak menulis untuk menjawab sangkaan jahat itu kerana ‘kita adalah kaum yang bekerja’. Pendirian yang diambil itu besar ertinya. Ia telah menghapuskan segala kebatilan dan persepsi jahat berniat untuk menggugat kerukunan Jamaah. Alhamdulillah dengan adanya rukun thiqah pada qiadah, yakin dengan janji Allah, yakin dengan pemeliharaan Allah, yakin dengan kesejahteraan manhaj serta perlaksanaannya, maka Allah telah memelihara kita daripada fitnah sehingga kita dapat merawat kesilapan yang berlaku sebagai penyempurnaan kepada kekurangan dalam suasana yang diliputi oleh kasih sayang. Dalam hal ini kita tidak bertemu dengan ikhwah yang menyakiti ikhwah yang lain dan ta’asub demi kepentingan diri atau hawa nafsunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara terpenting ini telah kalian saksikan ianya terlaksana di kalangan qiadah Jamaah yang berkat ini, maka adalah menjadi kemestian juga untuk dilaksanakan di peringkat bawahan. Maka musyawarah (syura) mesti terlaksana juga di dalam usrah-usrah kerana memberi pandangan adalah salah satu rukun untuk pembinaan peribadi muslim yang merdeka dengan niat untuk mendapat keredhaan Allah. Memiliki kebebasan untuk memberi pandangan adalah kemestian kerana ialah salah satu objektif  terpenting IM. Pembebasan tanahair tidak berlaku melainkan setelah berlakunya kemerdekaan insan.. Marilah kita mulakan dengan diri kita dahulu. Ayuh kita laksanakan musyawarah di semua peringkat kerana ia memerlukan latihan serta kesabaran untuk mendengar pendapat orang lain. Nasihat itu asas ad-Din dan ia sepatutnya terlaksana di peringkat pimpinan terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayuh kita sama-sama perbaharui tekad untuk melatih qiadah menanggung bebanan supaya yang terlantik nanti adalah mereka yang berwibawa dan berkelayakan; bermula daripada sof pertama, kemudian diikuti oleh sof kedua dan seterusnya. Sebagai persediaan ia adalah tiga barisan pelapis untuk qiadah. Sesungguhnya mempersiapkan kanak-kanak mumayyiz dengan hukum syara’ khusus membolehkan dia dijadikan imam dalam solat, sekalipun dia belum mukallaf. Ini menunjukkan bahawa mempersiapkan kepimpinan dengan ibadat merupakan objektif  yang mesti diletakkan dalam perlaksanaan. Berkata Imam Al-Banna rahimahullah: “Jadilah kalian hamba yang tekun beribadat  sebelum dilantik sebagai ketua, nescaya ibadat kamu itu akan menjadikan kamu pemimpin yang terbaik”, kerana di sana ada pendapat mengatakan bahawa kestabilan tidak tercapai melainkan dengan kejumudan dan menolak perubahan sedangkan badan yang sihat ialah badan yang darahnya mengalir dengan baik dan sel-selnya sentiasa berkembang. Bila aliran darah dalam badan terhenti dan sel-sel tidak lagi aktif badan tidak stabil dan ia adalah penyakit yang boleh membawa maut, na’uzubillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Jamaah kalian, dengan kurniaan Allah ia keluar dari fitnah yang melanda dengan lebih sihat dan kuat. Ia akan maju ke depan dengan penuh keazaman di jalan yang sama, di atas asas thawabit (tetap) dan nilai-nilai yang telah ditanam pertamakalinya oleh pengasasnya Imam Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah berpandukan Al-Quran dan As-Sunnah, lalu dituruti pula oleh pemimpin yang mursyid selepasnya. Berbekalkan kesabaran anggota-anggotanhya, Jamaah IM terus segar bergerak maju, berkorban apa sahaja yang dimiliki untuk dakwah ini kekal tinggi dan mulia demi menyebarkan kebaikan ke seluruh pelusuk Negara. Firman Allah: “Dan bagi Allahlah kemuliaan itu, bagi RasulNya dan bagi orang-orang beriman” (Surah Al-Munafiqun:ayat 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Besar berhadapan segala kesukaran.. Alhamdulillah di atas segala hal dan setiap keadaan… Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-809757612805678470?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/809757612805678470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=809757612805678470&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/809757612805678470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/809757612805678470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/alhamdulillah-yang-dengan-nikmatnya.html' title='Alhamdulillah yang dengan nikmatNya sempurnalah segala kebaikan'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S109z5EHH5I/AAAAAAAAASk/_AJUObyuvfs/s72-c/Pic48728.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-7298733731068903738</id><published>2010-01-20T02:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T20:34:56.875-08:00</updated><title type='text'>Kekeringan Roh...الجفاف الروحي</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S1fXzOnCeEI/AAAAAAAAASc/lW1fgDfYPp4/s1600-h/QUIYAM.BMP"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 325px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S1fXzOnCeEI/AAAAAAAAASc/lW1fgDfYPp4/s400/QUIYAM.BMP" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429045150913558594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum, kelmarin 19 Jan, saya telah diminta menyampaikan tazkirah selepas solat zohor di pejabat Time Training &amp; Services,tempat kerja saya.Tajuk tazkirah saya ialah   الجفاف الروحي&lt;br /&gt;diterjemahkan ke dalam bahasa melayu 'kekeringan roh'.Tajuk ini diambil daripada kitab kecil yg ditulis oleh Syeikh Abdul Hamid Al-Bilali, seorang pendakwah yang dihormati di negara Kuwait. Ia juga pengasas 'Pertubuhan Basyairul Khair'(http://bashayerq8.net/) untuk memulihkan penagih2 dadah di sana. Saya sempat menziarahinya di sana ketika saya dan sahabat2 berkursus di sana pada Feb 2007. Alhamdulillah banyak perkara boleh dipelajari daripada syeikh ini kerana beliau amat prihatin terhadap aspek kerohanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya ramai di kalangan kita yang amat berhajat kepada tazkirah2 begini dalam suasana dunia yang amat mencabar; dalam hal ini pendakwah tidak terkecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perturunkan di sini point-point penting untuk dihayati bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kekeringan roh' bermaksud tidak terkesan atau lemahnya keimanan terhadap semua yang berkait dengan akhirat dari sudut amalan dan pertuturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang boleh dikesan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketiadaan khusyuk dalam ibadat terutama solat.&lt;br /&gt;2. Keras hati&lt;br /&gt;3. Tidak sensitif dan tiada reaksi positif bila mendengar bacaan Al-Quran dan tazkirah.&lt;br /&gt;4. Tidak merasa cenderong untuk menghadiri halaqah2 ilmu yang mengingatkan tentang akhirat.&lt;br /&gt;5. Sukar menitiskan air mata di kala bersendirian.&lt;br /&gt;6. Tidak sensitif atau menyesal ketika terlepas dari fardhu ain seperti solat.&lt;br /&gt;7. Tidak merasa rindu untuk menziarahi Baitillahil Haram.&lt;br /&gt;8. Terputus dari membaca Al-Quran dan ziarah kubur.&lt;br /&gt;9. Terlalu mengambil ringan terhadap perkara harus (mubah) dan syubuhat.&lt;br /&gt;10.Mengutamakan masjid2 yang solat dan khutbahnya ringkas atau cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebab2 berlakunya demikian ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengabaikan bacaan Al-Quran atau terlalu sedikit membacanya.&lt;br /&gt;2. Tidak beramal dengan isi kandungan Al-Quran.&lt;br /&gt;3. Terlalu banyak melakukan perkara harus sehingga berlaku pengabaian terhadap yang wajib.&lt;br /&gt;4. Lebih banyak mengambil yang mudah terhadap sesuatu perkara yang melibatkan hukum fiqah.&lt;br /&gt;5. Mengabaikan qiamullail (solat malam/ibadat malam)&lt;br /&gt;6. Tidak mengerjakan solat dalam waktunya.&lt;br /&gt;7. Tidak mengerjakan solat berjemaah di masjid&lt;br /&gt;8. Lewat pergi ke masjid untuk solat.&lt;br /&gt;9. Terputus dari menghadiri halaqah2 ilmu tentang bagaimana untuk menjaga dan memelihara hati.&lt;br /&gt;10. Fokus kepada ilmu tertentu sahaja tanpa mengambilberat sudut berkaitan iman dalam ilmu2 itu; seperti politik dsb.&lt;br /&gt;11. Meninggalkan sedaqah sunat dan berpada dengan zakat tahunan sahaja.&lt;br /&gt;12. Tidak menziarahi kubur, orang sakit berat (nak mati) atau hospital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tip2 di atas sedikit sebanyak memberi kesedaran kepada kita ke arah membasahkan roh2 yang gersang ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu A'lam Bissowaab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-7298733731068903738?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/7298733731068903738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=7298733731068903738&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7298733731068903738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7298733731068903738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/kekeringan-roh.html' title='Kekeringan Roh...الجفاف الروحي'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S1fXzOnCeEI/AAAAAAAAASc/lW1fgDfYPp4/s72-c/QUIYAM.BMP' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-2407160094050740668</id><published>2010-01-16T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T15:21:43.745-08:00</updated><title type='text'>Mursyid Am VIII IKHWAN MUSLIMIN, Dr. Mohd Badi’</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S1JIsO0oSsI/AAAAAAAAASM/62dJCS3rKJI/s1600-h/dr-mohd-badi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S1JIsO0oSsI/AAAAAAAAASM/62dJCS3rKJI/s400/dr-mohd-badi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427480425665153730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dr. Muhammad Badi’ Abdul Majid Saamy, Mursyid Am Ke Lapan bagi jemaah Ikhwan Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 11.00 am (5.00 pm waktu Malaysia) tadi, Ikhwan Muslimin telah mengumumkan Mursyid Am barunya iaitu Dr Muhammad Badi’ Abdul Majid Samy, 67 tahun. Beliau adalah Mursyid Am ke lapan bagi jemaah Ikhwan Muslimin yang diasaskan oleh Mursyid Am Pertama, Imam Hasan Al-Banna pada tahun 1928. Dr Muhammad Badi’ menggantikan Mursyid Am Ke Tujuh, Ustaz Mahdi Akef yang tidak berhasrat menyambung jawatannya apabila umurnya melebihi 80 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustaz Mahdi Akef mengumumkan nama Dr Mohd Badi’ Abd Majid Saamy sebagai Mursyid Am Ikhwan Muslimin ke 8 dalam sidang akhbar antarabangsa di Kaherah, Mesir jam 11.00 am (waktu Mesir) tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Muhammad Badi’ dilahirkan pada 7 Ogos 1943 di Al-Mahalla Al-Kubra, negeri Al-Gharbiyah, Mesir. Isteri beliau bernama Sumaiyah Asy-Syanawy, bekas pengetua Madrasah Ad-Dakwah Al-Islamiyah di Bani Suef, Mesir dan anak kepada Haji Muhammad Ali Asy-Syanawy yang merupakan generasi awal Ikhwan Muslimin dan termasuk yang dijatuhkan hukuman mati oleh kerajaan taghut Mesir dibawah Presiden Jamal Abdul Nasir pada tahun 1954 tetapi kemudiannya diringankan kepada penjara seumur hidup. Mereka dikurniakan 3 orang anak, Ammar, Bilal dan Dhuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Muhammad Badi’ mendapat ijazah Sarjana Muda (B. Sc.) Veterinary Science (Kedoktoran Haiwan) dari Universiti Kaherah pada tahun 1965, ijazah Sarjana Vet Sc tahun 1977 dari Universiti Az-Zaqaziq, Ph.D Vet. Sc tahun 1979 dari Universiti Az-Zaqaziq, Professor Madya Vet. Sc. Di Universiti Az-Zaqaziq tahun 1983, Professor Vet. Sc. Di Universiti Kaherah cawangan Bani Suef tahun 1987, ketua Jabatan Patologi, Fakulti Vet. Sc. Tahun 1990. Beliau telah menyelia 15 thesis Masters dan 12 thesis Ph.D dan berpuluh kertas penyelidikan dalam bidang Kedoktoran Haiwan (Vet. Sc.). Sekarang beliau bertugas sebagai Professor di Jabatan Patologi, Fakulti Sains Veterinar di Universiti Bani Suef, selatan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arena Dakwah Ikhwan Muslimin, beliau menjadi anggota Maktab Idari di Mahalla Kubra tahun 1975, Masul Maktab Idari di Mahalla Kubra tahun 1977, Masul Tarbiyah di Ar-Rabitah, Yaman (1982 – 1986), anggota Maktab Idari di Bani Suef (1986), Masul Maktab Idari di Bani Suef (1990), Masul Tarbiyah Mesir (1994), anggota Maktab Irsyad (sejak 1996) dan anggota Maktab Irsyad Ikhwan Muslimin Antarabangsa (2007) dan Penyelia Biro Tarbiyah (2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersama-sama sebahagian pimpinan Ikhwan Muslimin termasuk ahli tafsir Fi Zilal Al-Quran, Asy-Syahid Sayyid Qutb dihadap ke Mahkamah Tentera pada tahun 1965 dimana Sayyid Qutb dijatuhkan hukuman gantung sampai mati manakala beliau dipenjara 15 tahun. Selepas 9 tahun, beliau dibebaskan pada tahun 1974. Pada 1998, beliau dipenjara selama 75 hari atas isu “Persatuan Ad-Dakwah Al-Islamiah”. Pada tahun 1999, Mahkamah Tentera menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara. Pada tahun 2008, ketika musim Pilihanraya Dewan Undangan Negeri, beliau dipenjara selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Dr Muhammad Badi’ tersiar dalam Ensaiklopedia Ilmiah Arab di kalangan 100 tokoh Arab yang diterbitkan oleh Badan Penerangan Mesir tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah swt mengurniakan beliau TaufiqNya dalam memimpin Jemaah Ikhwan Muslimin yang menjadi salah satu tempat harapan ummah Islamiyah dalam mengembalikan identity Islam ke dalam diri dan masyarakat Islam, berhadapan dengan penentangan dan projek gergasi Amerika, Yahudi dan barat untuk menguasai dunia dan menghancurkan Islam. “Wahai orang-orang beriman, jika kamu menolong Allah, Dia akan menolong kamu dan akan meneguhkan pendirian dan kedudukan kamu” (Al-Quran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dicopy drp. http://inijalanku.wordpress.com&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-2407160094050740668?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/2407160094050740668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=2407160094050740668&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2407160094050740668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2407160094050740668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/mursyid-am-viii-ikhwan-muslimin-dr-mohd.html' title='Mursyid Am VIII IKHWAN MUSLIMIN, Dr. Mohd Badi’'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S1JIsO0oSsI/AAAAAAAAASM/62dJCS3rKJI/s72-c/dr-mohd-badi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-4957258069284474745</id><published>2010-01-14T19:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T20:01:32.955-08:00</updated><title type='text'>Lihatlah kamus-kamus di bawah..'Allah'..</title><content type='html'>Di peringkat antarabangsa, penggunaan kalimah 'Allah' dari segi istilah adalah amat sinonim dengan agama dan umat Islam. Ia diiktiraf oleh kamus-kamus serta eksiklopedia terkemuka di dunia. Antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i-   Kamus Oxford - Allah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Name of God among Muslim&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;ii-  Eksiklopedia Britannica - Allah: "God", &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the one and only God in the religion of  Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;iii- Eksiklopedia katolik - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Let it be noted that although Allah is an arabic term, it is used by all Moslems, whatever be their language, as the name of god.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-4957258069284474745?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/4957258069284474745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=4957258069284474745&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4957258069284474745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4957258069284474745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/lihatlah-kamus-kamus-di-bawahallah.html' title='Lihatlah kamus-kamus di bawah..&apos;Allah&apos;..'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-7559383709024074902</id><published>2010-01-14T19:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T19:42:17.697-08:00</updated><title type='text'>PERBEZAAN PENGGUNAAN KALIMAH ALLAH DALAM AGAMA ISLAM  DAN AGAMA KRISTIAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S0_j4_5QyUI/AAAAAAAAASE/Js3S1ZysCAI/s1600-h/allahname.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S0_j4_5QyUI/AAAAAAAAASE/Js3S1ZysCAI/s400/allahname.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426806644368525634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kertas kerja oleh:&lt;br /&gt;PROF MADYA DR KHADIJAH MOHD HAMBALI&lt;br /&gt;JABATAN AKIDAH DAN PEMIKIRAN ISLAM,&lt;br /&gt;AKADEMI PENGAJIAN ISLAM,&lt;br /&gt;UNIVERSITI MALAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya paparkan kesimpulan daripada perbincangan yang panjang (25 m/s)di sini untuk tatapan pembaca budiman:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.1      Berasaskan perbincangan-perbincangan tersebut, ternyata bahawa pihak Kristian menggunakan metode penghujahan bahasa. Namun, oleh kerana kita menghujahkan hakikat bahawa bahasa dan fikiran adalah saling mencerminkan satu sama lain, sebarang istilah dari satu tradisi pemikiran, apabila diterjemahkan perlulah membayangkan tradisi pemikiran yang asal, jika tidak makna sebenar peristilahan yang diterjemahkan akan menjadi kacau bilau. Dalam hal ini, mereka menghujahkan bahawa menurut tradisi pemikiran Katholik, istilah “God”  diterjemahkan dalam bahasa Melayu sebagai “Allah”, satu kalimah yang mencerminkan tradisi pemikiran Islam. Justeru itu, makna sebenar istilah asal “God”, seperti tergambar dalam tradisi pemikiran Katholik dengan sengaja sedang dikelirukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2      Tuntasnya, pihak Kristian tidak memiliki hak atau keizinan untuk menterjemahkan peristilahan yang terdapat dalam satu tradisi pemikiran akidah agama dengan menggunakan ungkapan-ungkapan tradisi pemikiran akidah agama yang lain, khususnya ungkapan-ungkapan yang merujuk kepada siapa itu Tuhan yang tidak ada faham tasdiqnya dalam tradisi agama Kristian. Rasa hormat perlu diperlihatkan kepada istilah-istilah penting dan erti-erti maknawi yang mencerminkan agama Islam dalam bahasa Melayu, persisi sikap orang Islam yang menghormati istilah dan faham dasar agama Kristian. Masyarakat Muslim Malaysia tidak merujuk tempat pemujaan non-muslim sebagai masjid, tetapi sebagai gereja, kuil, candi dan sebagainya. Masyarakat turut tidak menganggap pemimpin sembahyang berkumpulan  non-Muslim sebagai imam, melainkan selaku paderi, sami dan seterusnya. Namun, atas dasar toleransi beragama, masyarakat Muslim Malaysia tidak menafikan hak mana-mana golongan penganut agama lain menterjemahkan buku suci masing-masing dalam bahasa Melayu. Cuma, seandainya ada yang hendak berbuat demikian, maka golongan tersebut mestilah memiliki ilmu dan keahlian mengenai bahasa Melayu, cukup berdaya cipta dan kreatif untuk menggunakan peristilahan yang benar-benar mencerminkan tradisi pemikiran akidah agama masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.3      Sehubungan dengan itu, adalah wajar bagi pihak gereja Roman Katholik dan seumpamanya untuk bersikap lebih teliti, waspada, berhati-hati dan memahami sensitiviti warga Muslim Malaysia dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.4 Secara umumnya dan ilmiahnya, adalah harus kepada non-Muslim menggunakan kalimah Allah kerana kalimah tersebut adalah milik umat manusia sejagat. Namun persoalan di sini bukannya boleh atau tidak boleh non-Muslim menggunakan kalimah Allah. Namun, persoalan di sini ialah sejauh mana telusnya penggunaan kalimah Allah oleh pihak gereja dan Kristian yang secara halusnya cuba memplagiat kalimah Allah dengan maksud tidak lagi menjaga kualiti kalimah tersebut sebagaimana yang ditegaskan Islam dan al-Qur’an tetapi dengan maksud cenderung kepada memperlihatkan falsafah ajaran Kristian. Ini dilihat telah mencabuli hak worldview Islam di Malaysia dan sekaligus boleh menjejaskan perpaduan dan keharmonian. Perkara ini wajar dipertahankan agar kalimah Allah tidak digunakan dengan maksud yang berbeza daripada worldview Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.5 Umat Muslim Malaysia wajar memahami perpaduan dan keharmonian nasional adalah penting. Namun, jati diri tidak boleh digadai dan dijual beli. Akidah Tauhid adalah dasar dan tunjang umat Muslim yang wajib dipertahankan. Umat Muslim wajar mengetahui perbezaan adalah penting dan memahami bahawa perbezaan wajar wujud dalam penggunaan kalimah Allah. Umat Muslim wajar memahami mengapa kalimah Allah dipertahankan adalah kerana kemampuan kalimah Allah dan konsep ketuhanan Islam memelihara kesucian ketauhidan Allah dan bukannya atas sebab keangkuhan dan etnosentrik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.6 Tuntasnya, perpaduan dan keharmonian di Malaysia masih mampu dijayakan dalam keadaan wujudnya perbezaan agama yang ada dengan syarat wujudnya sikap saling ‘hormati perbezaan dan halusi persamaan’. Ini bererti, slogan yang menyatakan bahawa One God, Many Paths bukanlah satu-satunya metode yang baik untuk menyelesaikan masalah perpecahan agama dan sekaligus mampu memupuk perpaduan etnik demi kesejahteraan Malaysia. Tetapi sikap saling menghormati dan memahami mengapa umat Muslim itu memilih untuk berbeza dalam penggunaan kalimah Allah yang sewajarnya hanya digunakan oleh Muslim dan bukannnya pihak gereja dan Kristian itu yang perlu diperhalusi. Sekaligus juga, adalah wajar memperjelaskan mengapa umat Muslim Malaysia begitu beriya-iya mempertahankan kalimah Allah hanya eksklusif kepada mereka walhal realitinya kalimah Allah adalah untuk umat manusia sejagat. Wajar juga dijelaskan mengapa baru sekarang pula pihak gereja dan Kristian begitu beriya-iya untuk menggunakan kalimah Allah dalam maksud yang berbeza dengan realiti maksud kalimah dan kualiti kalimah Allah sebagaimana yang dijelaskan dalam perbincangan ini. “Perbezaan adalah suatu rahmat dan bukannya suatu yang keramat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUJUKAN&lt;br /&gt;-Al-Qur’an al-Karim&lt;br /&gt;-The Holy Bible Containing Old Testament and New Testament, Grand Rapids.&lt;br /&gt;- The Book of Mormon: Another Testament of Jesus Christ, Utah, U.S.A.&lt;br /&gt;- Abdullah Yusuf Ali, The Meaning of the Holy Qur‘an, Brentwood, Maryland: Amana Corporation. &lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;-Ahmad Deedat (1981), Atnatu; a Novel Concept of God, Durban: Islamic Propagation Centre.&lt;br /&gt;-Aliran (1980), One God, Many Paths, Penang.&lt;br /&gt;-Amriah Buang (Prof) (2009), Mengapa Kalimah Allah?”, Interactive Muslimah Association. &lt;br /&gt;-Ang, B.C (1980), One God, Many Paths, Aliran:Penang.&lt;br /&gt;- Bulgakov S.N (1988). The Orthodox Church (Translation by Pravoslavie), St. Vladimir's Seminary Press.&lt;br /&gt;- Chandra Muzaffar (1980), One God, Many Paths, Aliran: Penang.&lt;br /&gt;-Chandra Muzaffar (1987), Islamic Resurgence in Malaysia, Petaling Jaya: Fajar Bakti.&lt;br /&gt;- Enakmen Ugama Bukan Islam (1988), (Kawalan dan Perkembangan Di Kalangan Orang Islam).&lt;br /&gt;-Fahlbusch E. &amp; Bromiley G.W. The Encyclopedia of Christianity, Wm. B. Eerdmans Publishing.&lt;br /&gt;-Ibn Kathir (t.t.), Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, Beirut: Dar al-Kitab.&lt;br /&gt;-Ibn Manzur (t.t.), Lisan al-‘Arab, Beirut.&lt;br /&gt;-Jakim (2009), Kalimah Allah, bukan bermakna "God Semata-mata, Cawangan Aqidah, Bahagian Penyelidikan JAKIM.Perlembagaan Persekutuan &lt;br /&gt;-James Hastings (1913), Encyclopedia of Religion and Ethics, Edinburgh: T&amp;T&lt;br /&gt;Clark.&lt;br /&gt;-James Ng (1987) “Knowing what the Trinity is”, The Sunday Mail, March1, 1987.&lt;br /&gt;- Khadijah Mohd Khambali @ Hambali (1993), “Konsep Trinity Menurut Kristian: Analisis Ilmiah: dalam Jurnal Usuluddin, Bil. 2, Kuala Lumpur: Akademi Islam, Universiti Malaya.&lt;br /&gt;-Mangalam (1980) “A Hindu Views”, One God, Many Paths, Aliran: Penang.&lt;br /&gt;- Meyendorff J (1995). Christ in Eastern Christian Thought, St. Vladimir's Seminary Press.&lt;br /&gt;-Otto Friedrich August Meinardus (2007), Two Thousand Years of Coptic Christianity, American Univ in Cairo Press.&lt;br /&gt;-S.P Subramaniam (1980), ‘A Hindu View”, One God, Many Paths, Aliran: Penang.&lt;br /&gt;-T.C The (1980), “A Buddhist View’, One God, Many paths, Aliran: Penang.&lt;br /&gt;-The Star, 28 December 2007.&lt;br /&gt;-The Sun, 24 December 2007.&lt;br /&gt;- Utusan Malaysia, 6 Januari 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-7559383709024074902?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/7559383709024074902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=7559383709024074902&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7559383709024074902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7559383709024074902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/perbezaan-penggunaan-kalimah-allah.html' title='PERBEZAAN PENGGUNAAN KALIMAH ALLAH DALAM AGAMA ISLAM  DAN AGAMA KRISTIAN'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S0_j4_5QyUI/AAAAAAAAASE/Js3S1ZysCAI/s72-c/allahname.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8255648051153581294</id><published>2010-01-12T15:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T16:30:00.932-08:00</updated><title type='text'>Renungan awal 2010....Penggunaan kalimah "Allah" di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S00SYu_bdGI/AAAAAAAAAR8/oWWLPNKQyEc/s1600-h/allahname.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S00SYu_bdGI/AAAAAAAAAR8/oWWLPNKQyEc/s400/allahname.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426013342191547490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya paparkan di sini pengalaman seorang pelajar yang pernah tinggal di Indonesia; kaedah usul Feqah 'سدا للذريعة' -menutup pintu (keburukan)- dari terus berlaku elok menjadi landasan kepada uruf (situasi) yang berlaku.Mudharatnya terlalu besar kalau dibenarkan, lebih-lebih lagi dalam suasana umat Islam lemah dari pelbagai sudut. Kaedah Siyasah Syariyah mesti digunapakai dalam hal seumpama ini, wallaahu A'lam.Apa pendapat anda??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just nak kongsi pengalaman sepanjang lebih 5 tahun tinggal dan belajar di Indonesia. Saya tidak berniat memburukkan Indonesia.. They have my respect, dan saya tahu orang2 Indonesia tidak seburuk yang disangkakan di sini.. (orang Indonesia baik dan ramah, pintar dan rajin.. that's a fact!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengalaman ini saya kongsi supaya orang ramai boleh tahu dan membayangkan implikasinya jika penggunaan nama Allah oleh non-muslim dibiarkan. Di satu sisi memang agak lucu, tapi di sisi lain terdapat keseriusan di dalamnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku ingat satu hari aku bukak TV perdana dia pastu tengok satu program.. Aku ingat ceramah agama lah.. dia punya penceramah punya semangat berkobar2.. "Kita semua sudah berdosa! Allah Maha Kuasa! Allah Maha Penyayang! Kembalilah kita semua ke jalan Allah! (aku dalam hati, Alhamdulillah.. bagus!) pastu tak pasal2 dia sambung "Kembalilah ke Yesus Kristus dan Bunda Maryam!" aku langsung tergolek... astaghfirullah! ceramah Kristian rupanya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu lagi kenangan aku kat Indonesia, kalo baca surat khabar sana nanti ada slot obituaries: "Telah Kembali ke Rahmat Allah, Sdr. XXX pada XXX Semoga ruh beliau dicucuri rahmat Allah" Bila tengok balik nama yang mati Eduardus, Kristus, Paulus, etc. (nama org Kristian) pastu ada salib diikuti tulisan kecik "ash to ash, dust to dust, fade to black"... tergolek lagi aku.. wakakaka..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu lagi cerita aku kat Indonesia, satu hari aku 'bermusafir' lah ke daerah Jawa Barat naik motor, pastu nak berhentilah solat.. aku toleh ke kiri kanan jalan cari masjid.. Pastu aku nampak ada signboard kalimah Allah (dlm arab!) pastu ada banner "Ayuh kerjakan kewajipan kita kepada Allah dan agamanya!" aku pun pergilah dekat.. tup2 aik, awat lain macam tempat ni, siap ada patung jesus kena salib??!! Tergolek lagi aku.. lah.. gereja Kristian rupenye..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu lagi kat sana nak beli buku-buku agama kena hati-hati.. Aku dulu pernah 'usha' buku kat kedai buku.. Ada satu buku aku tak ingat persis tapi tajuk buku dia lebih kurang camni: "Memantapkan Iman Anda Kepada Allah" bila bukak2 browsing per helai aku start confuse, amacam lain macam aje ayat2 dan hadis dia.. Aku tengok balik lah.. ayat2 kutipan dari Bible.. tergolek aku lagi.. lah, buku dakwah Kristian rupanya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;risau gak klu jadi camni kat mesia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah tengah bandar bandung juga terdapat sebuah geraja yg dinamakan "rumah allah"...mcm mcm lagi isu akan timbul lepas ni selagi malaysia mengamalkan demokrasi-sekular...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8255648051153581294?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8255648051153581294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8255648051153581294&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8255648051153581294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8255648051153581294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2010/01/renungan-awal-2010penggunaan-kalimah.html' title='Renungan awal 2010....Penggunaan kalimah &quot;Allah&quot; di Indonesia'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/S00SYu_bdGI/AAAAAAAAAR8/oWWLPNKQyEc/s72-c/allahname.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-497199057734727857</id><published>2009-12-22T16:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T16:31:49.282-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru Hijrah_bahan tatapan bagi yang boleh berbahasa arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SzFk4KbUjaI/AAAAAAAAARs/qorBp7YwLGg/s1600-h/s4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SzFk4KbUjaI/AAAAAAAAARs/qorBp7YwLGg/s400/s4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418222742737816994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersempena dengan tahun baru hijrah 1431 ini saya mengambil kesempatan di sini mengajak mereka yang boleh berbahasa arab membaca artikel-artikel yang berharga ini guna mengambil pengajaran demi melangkah ke hari depan yang lebih gemilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.ikhwanonline.com/Article.asp?ArtID=57890&amp;SecID=363&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-497199057734727857?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/497199057734727857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=497199057734727857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/497199057734727857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/497199057734727857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/12/tahun-baru-hijrahbahan-tatapan-bagi_22.html' title='Tahun Baru Hijrah_bahan tatapan bagi yang boleh berbahasa arab'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SzFk4KbUjaI/AAAAAAAAARs/qorBp7YwLGg/s72-c/s4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-7181506046614515607</id><published>2009-12-05T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T21:07:48.805-08:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA MENANAMKAN HIMMAH YANG TINGGI/HIMMAH  ‘ALIYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sxs640B1QfI/AAAAAAAAARE/ofzqrX1ZNkc/s1600-h/0976.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sxs640B1QfI/AAAAAAAAARE/ofzqrX1ZNkc/s320/0976.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411984124929196530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Sheikh Hasan Al-Bugisy&lt;br /&gt;(Terjemahan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda : ”Nama yang tepat bagi seorang muslim adalah Hammam dan Harist dan nama yang paling Allah cintai adalah Abdullah dan Abdurrahman ". &lt;br /&gt;Al Hammam adalah niat yang kuat, sedangkan “Al Harits” adalah sosok dari hasil Himmah  atau hammam iaitu bekerja untuk mendapatkan obsesi/keinginan tersebut. Jadi setiap manusia punya keinginan, namun tidak semua manusia memiliki keinginan “Himmah yang kuat".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DEFINISI HIMMAH&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himmah  tidak boleh dilihat secara dhohir kerana Himmah  adalah masalah yang lahir dari hati dan akal fikiran manusia, bukan masalah amal. Dari segi bahasa Himmah  bererti “An Niyyah“ (niat), “Iradah” (kehendak), “Al ‘azimah” (tekad). Dalam makna ini terdapat tiga kata yang berbeza iaitu berupa niat yang sifatnya biasa, kemudian iradah atau kehendak yang kuat lalu dilanjutkan dengan tekad untuk melaksanakan kehendak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : “ Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda dari tuhannya ( QS. Yusuf : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini boleh diertikan bahawa belum ada tindakan atau amal, tapi masih berupa Himmah,  niat. Dalam ayat tersebut terdapat kata “wahamma biha” yang ertinya keinginan terhadapnya (wanita tersebut). Bukankah Nabi Yusuf a.s  adalah seorang nabi, bagaimana mungkin dia memiliki Himmah  kepada wanita tersebut ? Dalam kaedah bahasa Arab ada istilah “takdim wa takhir” (kalimat didahulukan dan diakhirkan). Jadi menurut kaedah ini bererti seandainya Nabi Yusuf  a.s tidak mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, pasti Nabi Yusuf a.s. juga berkeinginan terhadap wanita tersebut. Maka pada hakikatnya bahawa Nabi Yusuf  a.s. tidak berkeinginan terhadap wanita tersebut kerana sebelumnya beliau telah mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda : Sesunggunya Allah telah menetapkan kebaikan-kebaiakan dan kejahatan-kejahatan kemudian menjelaskannya, maka barang siapa yang bermaksud berbuat kebaikan lalu belum sempat mengerjakannya, Allah mencatat di sisiNya sebagai satu kebaikan sempurna. Dan jika dia bermaksud berbuat kebaikan lalu dia mengerjakannya, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan dan akan dilipat gandakan sampai tujuh ratus lebih, hingga dilipatgandakan yang banyak sekali. Dan jika dia bermaksud berbuat kejahatan, tetapi dia tidak mengerjakannya, Allah mencatat baginya disisiNya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika bermaksud berbuat kejahatan dan melakukannya, maka Allah mencatat baginya  satu kejahatan”. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah s.a.w. menjelaskan bahawa Himmah  ada 2 iaitu :&lt;br /&gt;1.    Himmatul ‘Aliyah (Obsesi yang kuat)&lt;br /&gt;2.    Himmatud Daniyah (Obsesi yang rendah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah SWT mencintai perkara-perkara yang mulia dan membenci perkara-perkara yang rendah atau hina. Allah SWT mencintai perkara yang tinggi / mulia baik dalam amal, agama, da’wah di jalan Allah SWT.. Allah SWT membenci perkara-perkara rendah, tidak bernilai dan hina, baik berupa perkara-perkara yang haram maupun yang harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.‘&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ULUWWUL HIMMAH  (OBSESI YANG TINGGI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dikatakan memiliki ‘uluwwul Himmah atau Obsesi yang tinggi iaitu ketika seseorang telah menganggap remeh segala perkara-perkara di bawah cita-citanya. Misalnya seorang Da’i yang bercita-cita untuk menyebarkan agama Allah SWT. Dia dikatakan memiliki Himmah yang tinggi, ketika dia telah menganggap remeh perkara-perkara selainnya, ketika dia tidak memperduli apapun tentangan dan pengorbanan yang harus dibayar mahal untuk memenuhi tujuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan dalam riwayat da’wah Rasulullah s.a.w. ketika orang – orang Quraish mendatangi paman Rasulullah s.a.w, iaitu Abu Thalib dan memintanya supaya memujuk Rasulullah s.a.w. agar menghentikan da’wahnya. Setelah Abu Thalib menyampaikan perihal tersebut. Rasulullah s.a.w. berkata : “Wahai pamanku, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan da’wah ini, aku tidak akan meninggalkannya hingga aku binasa”. Kisah Rasulullah s.a.w. ini menunjukkan tingginya Himmah  Rasulullah s.a.w. dalam memperjuangkan agama Allah ini. Baginda telah menganggap remeh semua perkara-perkara yang menghambat da’wah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. '&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DUNUWWUL HIMMAH  (OBSESI YANG RENDAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iaitu ketika jiwa lemah terhadap tingkatan perkara-perkara yang tinggi atau mulia dan lebih memilih redho pada perkara-perkara yang rendah. Jadi orang yang memiliki obsesi rendah ini adalah orang lemah, rendah yang tidak mau mencari masalah dan sayangnya majoriti kaum muslimin sekarang berada dalam tingkatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan tentang panglima perang di masa pemerintahan seorang Gabenur Basrah yang bernama Al-Hajjaj. Al-Hajjaj memerintah panglimanya untuk memerangi orang-orang Khawarij yang jumlahnya lebih kurang 200 orang sedangkan panglima ini memiliki pasukan lebih kurang 1000 orang. Sungguh pertempuran yang tidak seimbang. Namun orang Khawarij terkenal sebagai orang-orang yang memiliki keberanian dan kejujuran. Orang Khawarij adalah orang yang tidak mudah putus asa dalam mewujudkan keinginannya. Hingga akhirnya dalam pertempuran itu ternyata pasukan Khawarij memenangi peperangan tersebut. Setelah peperangan selesai, dengan membawa kekalahan panglima kembali menghadap gabenor Al-Hajjaj. Al-Hajjaj bingung mengapa pasukan Khawarij yang jumlahnya sedikit mampu mengalahkan pasukan yang jumlahnya lebih banyak ? Ternyata panglima perangnya adalah orang yang memiliki Himmah rendah, yang lebih baik pulang dalam keadaan hidup, walaupun harus dicaci maki gabenor daripada mati walaupun terkenal dan terhormat. Dalam kisah ini menunjukkan lemahnya Himmah yang dimiliki oleh panglima perang ini. Dia lebih memilih hidup dalam kehinaan daripada mati dalam kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MANUSIA DAN HIMMAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia secara umum memiliki keinginan atau Himmah, namun tiap-tiap seseorang memiliki tingkatan Himmah yang berbeza-beza sehingga dalam hidup terdapat perbezaan-perbezaan tingkatan amal.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT: “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeza-berbeza” (QS. Al Lail : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat ini, amalan manusia dibedakan dalam 2 hal iaitu :&lt;br /&gt;1.    ‘Imma lillah yaitu amal yang dikerjakan semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT&lt;br /&gt;2.    ‘Imma lighairihi yaitu amalan yang dikerjakan  bukan karena Allah SWT.. Amalan seperti ini adalah amalan yang dilakukan oleh orang yang memiliki obsesi rendah.&lt;br /&gt;‘Immalillah adalah amalan yang dimiliki oleh orang memiliki obsesi tinggi yang mengejar kemuliaan. Dan ini hanya dilakukan oleh orang yang memiliki iman yang teguh dan kuat mencari kemuliaan disisi Allah SWT.. Dalam ayat berikutnya Allah memberi jaminan kemudahan baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :”Adapun orang yang memberikan hartanya (dijalan Allah) dan bertaqwa. Dan membenarkan adanya pahala yang baik (syurga), maka Kami kelak akan menyediakan baginya jalan yang mudah”. (QS. Al Lail : 5-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk orang-orang yang memiliki Himmah rendah, yang mengerjakan amalan bukan kerana Allah SWT, tapi kerana nafsu dan keinginan dunia maka Allah memberikan ancaman padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : “Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyediakan baginya jalan yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa”. (QS. Al Lail : 8 - 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah balasan bagi orang yang berpaling dari jalan Allah SWT yang melakukan amalan bukan kerana Allah SWT.. Dan apabila dia diberikan kemudahan oleh Allah SWT  sesuai sunnatullah, namun dengan mudahnya berakhir dengan azab, kesengsaraan dan kebinasaan di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMBAHAGIAN MANUSIA MENURUT ULAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kadar obsesi atau Himmah-nya, Ulama membahagi kelompok manusia dalam 4 keadaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ‘Adzhimul Himmah  iaitu orang yang memiliki cita-cita yang sangat besar. Yang memiliki al- Kifayah (kapasiti), mempunyai kesempatan, kemampuan untuk mencapai cita-cita lalu berusaha untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata : “Aku dahulu bercita-cita untuk mendapatkan kedudukan gabenor di Madinah, dan kini aku telah mendapatkannya. Kemudian aku berkeinginan untuk mendapatkan kedudukan sebagai Khalifah kaum muslimin di Madinah dan akupun telah mendapatkannya. Kini aku telah dapatkan semuanya, maka cita-citaku adalah untuk mendapatkan Syurga Allah SWT. kerana tidak ada kedudukan yang lebih tinggi setelahnya”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Mubarak ditanya : “Siapakah orang yang paling zuhud ? Beliau menjawab : &lt;br /&gt;“Orang yang paling zuhud adalah Umar bin Abdul Aziz, kerana dia telah didatangi dunia, namun dia menolaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah Umar bin Abdul Aziz, beliau adalah contoh orang yang memiliki Himmah  aliyah. Beliau adalah orang yang memiliki kredibiliti kerana keilmuannya, punya kesempatan kerana dia adalah keturunan Muawiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Shoghirul Himmah  iaitu orang yang memiliki kifayah, kemampuan dan kesempatan tetapi lebih memilih melakukan hal-hal yang remeh atau rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan tentang seorang khalifah selepas pemerintahan Muawiyah. Dia didatangi oleh petugas pos, dan berkata : “Wahai Amirul Mu’minin! Sesungguhnya kota di sana sedang diserang oleh musuh“. Mendengar laporan petugas pos ini khalifah tidak menanggapinya. Malah dia berucap “Da’ni wa sa’di”(memangnya aku fikirkan). &lt;br /&gt;Konon ceritanya khalifah ini suka memelihara burung merpati. Ketika petugas pos melapor, khalifah sedang kehilangan 1 ekor burung merpatinya. Sehingga dia menganggap bahawa burungnya lebih berharga daripada keadaan rakyatnya. Kisah ini menunjukkan tentang keadaan orang yang memiliki kemampuan, kedudukan dan kesempatan baik, namun dia memilih melakukan hal yang rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Orang yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan obsesi tinggi, tetapi berlagak memiliki kemampuan besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah seseorang menghadap Imam Ahmad lalu berkata: ”Wahai Imam Ahmad, ada seseorang yang sedang kemasukan jin”. Mendengar laporan orang ini Imam Ahmad menjawab : “Kembalilah, sampaikan kepada Jin bahawa Imam Ahmad menyuruhnya keluar”. Lalu orang ini kembali dan menemui orang yang kemasukan jin yang dia maksudkan. Sesampainya di sana dia berkata kepada jin bahawa Imam Ahmad menyuruhnya keluar. Mendengar perkataan orang ini, jin inipun akhirnya keluar. Lalu setelah Imam Ahmad meninggal, jin inipun datang lagi dan merasuki seseorang lagi. Kemudian kerana Imam Ahmad sudah meninggal, orangpun mendatangi orang yang dulu menemui Imam Ahmad dahulu dan dikatakan padanya kalau ada orang kerasutan jin. Mendengar penyampaian ini orang yang dulu menghadap Imam Ahmad menganggap kalau dulu Imam Ahmad mengusir jin hanya dengan menyuruh orang saja, maka diapun berbuat serupa. Dia menyuruh orang tersebut : “Kembalilah, katakan pada jin bahawa aku menyuruhnya keluar. Lalu pulanglah orang ini dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Namun setelah perintah itu dilakukan jin tersebut tidak juga keluar. Kemudian dia bertanya kepada jin. “Kenapa dulu ketika Imam Ahmad menyuruhmu keluar engkau langsung keluar, sedangkan sekarang ketika aku suruh engkau tidak mau keluar”  Jin menjawab :” dulu aku takut kepada Imam Ahmad kerana ketakwaannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Al bashiiru binafsihi iaitu orang yang tau diri, yang tidak memiliki kemampuan tinggi dan tidak menempatkan dirinya untuk melakukan hal yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BEBERAPA FENOMENA ORANG YANG PUNYA HIMMAH  RENDAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Berkaitan tentang keupayaan seorang muslim menuntut ilmu. Ketika dia tidak mau mempelajari hal-hal yang wajib dilakukan oleh muslim. Misalnya mempelajari tentang rukun-rukun sholat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Ketika orang menuntut ilmu bukan untuk mendapatkan manfaat dari ilmu, atau menuntut ilmu bukan untuk dida’wahkan tetapi hanya untuk mendapatkan ijazah ataupun pekerjaan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Ketika orang menuntut ilmu supaya nampak hebat dalam berdebat, pandangan orang tertuju padanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Ketika seseorang yang baru menuntut ilmu dan baru mendapatkan hidayah, begitu mudah memberikan tahzir atau cap buruk pada ulama atau orang yang lebih berilmu di atasnya. Kerana sepatutnya seseorang apabila semakin berilmu semakin takut pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Ketika seorang da’i yang berda’wah di jalan Allah SWT, kemudian mendapatkan tentangan berda’wah, dia berhenti. Kerana sepatutnya seorang da’i ketika mendapatkan da’wah harus tegas. Ketika agama memintanya meninggalkan kepentingan peribadinya dia bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Ketika kita takut kepada manusia iaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.    Takut jangan sampai orang lain tergolong menjadi musuh Islam, ketika kita berda’wah kita dicap sebagai orang yang fundamentalis, ekstrim atau bentuk kata-kata teroris lainnya. Padahal ucapan/cap/opini public yang diwara-warakan buruk tentang Islam adalah hal yang sengaja dilakukan oleh mereka agar kaum muslimin lemah.&lt;br /&gt;•    Berputus asa ketika dalam berda’wah tidak disambut baik oleh orang. Putus asa kerana orang menjauhi perjuangannya. Padahal semestinya kita sedar bahawa prinsip dasar kita dalam berda’wah adalah hanya menyampaikan agama Allah SWT, adapun orang mau menerima atau tidak adalah hak Allah SWT&lt;br /&gt;Allahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENYEBAB TINGGI DAN RENDAHNYA HIMMAH&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iaitu perkara yang apabila seseorang meninggalkan atau menjauhi hal-hal yang menyebabkan rendahnya Himmah  dan semangat itu dia akan mendapatkan pertolongan Allah SWT untuk tetap dalam himman yang aliyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tabiat Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana Allah SWT telah menciptakan manusia sesuai dengan tabiatnya masing-masing oleh kerana itu hendaknya seseorang memahami tabiatnya dan memilih tempat-tempat yang tepat sesuai dengan tabiat yang dia miliki untuk mengembangkan potensi diri yang ada padanya, misalnya ada orang yang diberikan kemampuan untuk berfikir, maka hendaknya ia berusaha dalam meningkatkan semangatnya tersebut seperti mengurus pejabat, menulis, mengeluarkan idea-idea yang baik, kemudian menggambarkan tujuan-tujuan, menyusun program-program kerja dan lain-lain. Ada orang yang diberikan kemampuan untuk senang bergerak ke sana ke mari,  kalau urusan di medan dialah yang sesuai, maka orang seperti ini mencari kerja-kerja yang memenuhi tabiatnya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. ketika melihat potensi-potensi para sahabat sesuai dengan tabiat yang mereka miliki, maka beliau memberikan semangat dan menempatkan para sahabat sesuai dengan potensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya Abu Hurairah R.a diberi gelar atau disebutkan wadah dari ilmu, kerana Rasulullah s.a.w. melihat beliau kuat hafalannya dan sangat mudah  menimba ilmu dan menerima hadist dari Rasulullah s.a.w. sehingga dikenali sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid Bin Walid r.a, misalnya, beliau ini bukan termasuk sahabat yang banyak menghafal dan bukan pula setaraf sahabat yang banyak meriwayatkan hadist dan penuntut ilmu, akan tetapi Rasulullah s.a.w, melihat beliau ini tangkas di medan peperangan dan mimilki kemampuan dalam berperang, sehinga Rasullullah s.a.w, demikian pula sahabat seperti Abu Bakar r.a, dan khalifah setelahnya  mengangkat beliau sebagai panglima perang untuk melawan orang-orang kafir, bahkan beliau diberi gelar sebagai saif min suyufillah (pedang dari pedang-pedang Allah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dengan yang lain, adapun Ali bin Abi Thalib r.a, dan Muadz bin Jabal r.a, mereka ini adalah orang-orang yang faham tentang halal haram dan faham dalam masalah qoda'/hukum-hukum maka sahabat tersebut terkenal dengan hukum-hukumnya tersebut kerana orang-orang yang bergelut dalam masalah ini seperti qodi atau hakim harus memiliki ketajaman dalam mempraktikkan daripada nash-nash yang ada tersebut. Sehingga Rasulullah s.a.w, betul-betul dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki para sahabat Maka hendaknya kita melihat tabiat masing-masing sehingga kita dapat memilih tugas yang sesuai dengan potensi yang dimiliki, supaya Himmah  kita tetap terjaga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana bapak dan ibu mentarbiyah anak-anaknya di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w, bersabda yang ertinya : “Tidaklah lahir seorang anak kecuali dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika  kita melihat hadist tersebut, ini dalam perkara-perkara agama di mana orang tua sangat berpegaruh dalam pembinaan Himmah  anak-anaknya. kalau orang tua senantiasa mengajarkan perkara-perkara yang tinggi, perkara yang memiliki keutamaan yang besar baik, maka insya Allah SWT anak akan terbentuk seperti didikan orangtuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebaliknya jika orang tua senangtiasa mengajarkan hal-hal yang hina dan kurang bermamfaat maka anak tersebut akan terbentuk menjadi seperti itu pula. Banyak contoh di kalangan para sahabat, sebagai contoh Zubai ibnu Awwam r.a, di mana sahabat ini dijamin masuk syurga oleh Rasulullah s.a.w, . Beliau ini senantiasa mengajarkan anaknya berperang sampai dalam satu kondisi beliau sampaikan kepada anaknya bahwa siapa yang paling duluan masuk dalam pasukan musuh dan paling cepat kembali. Ini salah satu contoh sahabat yang membina anaknya dengan menanamkan Himmah  Aliyah sehingga tidak heran kalau Ibnu Zubair menjadi seorang khalifah, karena sejak awal terlatih seperti itu contoh lain adalah kisah pada perang badar, ada dua anak kecil di antar para sahabat bertanya manakah yang bernama Abu Jahal, lalu berkata kami akan mencari Abu Jahal dan berusaha membunuhnya, dia yang mati atau kami yang terbunuh padahal mereka masih anak-anak, lalu mereka berhasil membunuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena mereka telah tertarbiyah sejak kecil. Kerana itu seorang penyair mangatakan “ibu itu adalah madrasah atau tempat belajar yang pertama”. Kalau ibu dipersiapkan dengan baik, maka akan lahir generasi yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi kita sekarang ini banyak orang tua tidak memperhatikan anaknya, membiarkan anaknya banyak bermain, mendengarkan musik, bergelut dengan urusan-urusan hina yang tidak bermanfaat, atau orang tua tidak memilihkan bagi mereka teman-teman yang baik dan tidak memerintahkan anaknya mengerjakan sholat sehingga mereka membesar dalam keadaan seperti itu. Oleh kerana itu, agar Himmah  itu tetap ada maka hendaknya orang tua mentarbiyah anaknya di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masyarakat yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila masyarakat itu adalah masyarakat yang solehah di dalamnya senantiasa dibina akhlak yang mulia maka darinya akan lahir orang yang baik pula. Juga sebaliknya apabila masyarakat memiliki biah (suasana)yang buruk, hidup dalam suasana yang kurang baik, maka akan hidup individu-individu yang buruk pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya Rasulullah s.a.w, menceritakan kepada para sahabat kisah seorang daripada Bani Israil yang telah membunuh 99 orang yang ingin bertaubat, mencari orang yang paling alim di dunia ini lalu ia ditunjukkan kepada orang yang ahli ibadah, lalu ahli ibadah tersebut menghukumi dengan perasaannya dan mengatakan tidak ada taubat lagi bagimu, maka dibunuh pula ahli ibadah tersebut sampai korbannya genap 100, dia tidak puas dengan jawaban ahli ibdah tersebut dan keinginannya masih kuat untuk bertaubat maka dia mendatangi alim yang lain dan bertanya apakah taubat saya masih diterima, saya telah membunuh 100 orang. Alim tersebut berkata apa yang menghalangi kamu untuk bertaubat, Allah SWT  akan menerima taubatmu. Kemudian dia disuruh pindah dari kampungnya yang rosak ke kampung yang baik, lalu berangkatlah orang tersebut dan di tengah perjalanan dia meninggal, maka dengan rahmat Allah SWT iapun dicatat sebagai penghuni syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini dapat kita mengambil pelajaran bahawa biah ini dapat memproses orang tersebut, maka tanggungjawab kita bagi pejuang-pejuang dakwah untuk mengajak orang ikut dalam majlis-majlis ilmu, dan berlepas diri dari akhlak jahiliyah dan perkara-perkara yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dengan adanya para murabbi dan guru boleh diteladani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mereka itu mampu menjadi qudwah bagi yang lain. Allah SWT  telah memerintahkan kita untuk meneladani Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al Ahzab:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini menunujukkan pentingnya keberadaan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;murabbi&lt;/span&gt; di tengah-tengah muridnya/&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mutarabbi&lt;/span&gt; sebagai orang yang memberikan contoh. Apabila mutarabbi betul-betul menimba ilmu dengan akhlak dari murabbi tersebut, maka akan terbentuk peribadi yang soleh. Bagaimana seorang murabbi betul-betul  dapat memberikan contoh perbuatan sesuai dengan apa yang disampaikan. Sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah s.a.w, kepada sahabatnya sehingga beliau mendapat pujian sebagai seorang yang berakhlak mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radiallahu anha, tatkala ditanya tentang bagaimana akhlaknya Rasulullah S.a.w, beliau menjawab : “Akhlak Rasulullah adalah al-Quran”.  Sahabat dahulu adalah bagaikan Al Qur’an yang berjalan, sebab teori-teori yang ada dalam al Qur’an telah dipraktikkan oleh sahabat  di setiap sudut hidupnya sampai Islam dimenangkan.  Inilah pelajaran bagi murabbi untuk mempraktikkan teori-teori yang telah disampaikan kepada mutarabbinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain ketika Rasululah s.a.w, berbicara tentang jihad, maka beliau adalah orang yang paling depan dalam peperangan, dan sangat berani. Suatu ketika di Madinah orang-orang mendengar sesuatu yang menakutkan, dan orang – orang sembunyi mencari di mana dan suara apa itu. Namun ternyata Rasulullah s.a.w, telah pulang dari tempat tersebut dengan kudanya tanpa pelana dan mengatakan bahawa tidak ada apa-apa bahaya. Ini menunjukkan keberanian Rosulullah s.a.w, beliau bukanlah seorang pengecut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tasyji’ atau Pembakar Semangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang memiliki semangat tinggi namun kurang diarahkan pada perkara yang bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Ibnu Masud r.a, tatkala melewati seorang yang bernyanyi dengan suaranya yang indah,  maka Ibnu Mas’ud r.a, berkata alangkah indahnya suaramu dan lebih bagus lagi seandainya engkau membaca al-Quran lalu pemuda ini kerana tertasyji’ oleh kata-kata Ibnu Mas’ud dia mulai membaca Al Qur’an dan akhirnya dia menjadi orang yang bersuara indah dalam membaca Al Qur’an. Lalu dia bertanya siapakah orang ini ? maka dijawab dia adalah Ibnu Mas'ud sahabat Rasulullah s.a.w. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i adalah seorang yang menguasai syair-syair, yang beliau kuasai dari para pakar-pakarnya. Suatu ketika, seseorang mendengar Imam Syafi’i sedang melantunkan syair-syair. Orang itu berkata : “Masakan engkau dari keturunan Quraish, hanya boleh menghafal syair-syair saja. Tidakkah engkau memulai menghafal Al Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah s.a.w." Mendengar kata-kata orang ini, Imam Syafi’i tertasyji’ untuk belajar kepada Imam Malik sampai beliau menjadi ulama besar, bahkan menjadi salah satu mahzab terbesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riwayat ini boleh diambil contoh bahawa tasyji’ atau penyemangat itu bukan hanya dari orang-orang seperti Ibnu Mas’ud r.a, atau semisalnya tetapi boleh saja berasal dari orang-orang umum bahkan orang yang bermaksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah imam Ahmad, yang terkena fitnah tentang Al-Qur’an yang dianggap makhluk. Tatkala masuk di penjara bersama seorang peminum khamar tetapi peminum itu memberi semangat kepada Imam Ahmad, ertinya semangat itu boleh kita ambil dari manapun , apa kata orang tesebut: “Yaa Imam, saya ini  masuk penjara kerana bermaksiat maka saya dicambuk tapi saya tetap sabar menahan siksaan, sedangkan anda wahai imam dipenjara dan disiksa kerana mempertahankan kebenaran, tentunya anda harus lebih kuat dari saya”. Sehingga Imam Ahmad berkata: “Perkataan itulah yang menjadikan saya semakin kuat untuk bertahan siksaan tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iman kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali bertambah iman seseorang maka semakin bertambah Himmah seseorang. Iman ini akan mengajak kepada akhlak yang baik.  Rasulullah s.a.w, bersabda : “Sesungguhnya aku diutus tidak lain kecuali untuk menyempurnakan akhlak manusia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT  berfirman : “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Ankabut:69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah menerangkan bahawa Dia bersama orang-orang yang berbuat ihsan. Dan ihsan ini adalah kedudukan tertinggi dalam urutan agama ini, Islam, Iman dan Ihsan. Sebagaimana dalan hadist Jibril, ihsan iaitu engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, meskipun engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Allah melihatmu. Maka ini adalah tingkatan yang tertinggi.. &lt;br /&gt;Maka barang siapa yang telah menyempurnakan keislamannya memenuhi keimanannya dengan sekuat tenaga maka hal ini adalah perkara yang sangat penting menyebabkan seseorang untuk mendapatkan Himmah  ‘aliyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membaca Sejarah Orang-Orang Yang Telah Berhasil Kerjayanya&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca sirah atau sejarah orang-orang besar yang telah berhasil dalam kerjayanya, samada dia seorang muslim ataupun non-muslim. Jika dia seorang muslim, tentunya dari para ulama-ulama yang telah berhasil. Dan sebenarnya perkara keberhasilan itu bukanlah suatu yang sulit, kerana perkara itu adalah perkara yang manusiawi, yang semua orang mampu meraihnya. Sehingga ini adalah persoalan mudah dan tidak dianggap sebagai persoalan yang tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dari kisah-kisah tersebut, kita juga boleh mempelajari uslub-uslub atau bagaimana tatacara mereka memperoleh keberhasilan tersebut, dan tidak memiliki Himmah  yang rendah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-7181506046614515607?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/7181506046614515607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=7181506046614515607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7181506046614515607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7181506046614515607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/12/bagaimana-menanamkan-himmah-yang.html' title='BAGAIMANA MENANAMKAN HIMMAH YANG TINGGI/HIMMAH  ‘ALIYAH'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sxs640B1QfI/AAAAAAAAARE/ofzqrX1ZNkc/s72-c/0976.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8858306971937929568</id><published>2009-12-03T15:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T20:46:41.400-08:00</updated><title type='text'>Gambar2  Qurban 1430 di Gong Badak,Terengganu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyImvDUfoI/AAAAAAAAARk/jKRr1l8WTaA/s1600-h/CIMG1228.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyImvDUfoI/AAAAAAAAARk/jKRr1l8WTaA/s320/CIMG1228.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412351051239292546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wrt. wbt. Alhamdulillah sekali lagi Allah swt kurniakan kita peluang utk sama-sama kita menyambut Eidul Adha atau Hari Raya Qurban @ Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit perkongsian dengan anda sekalian... Saya ditamatkan kontrak oleh KUSZA (sekarang UDM) pada 16/9/2004 kerana sebab-sebab yang saya telah ceritakan dalam coretan nostalgia yang lalu.Bermacam-macam aktiviti saya cuba lakukan untuk ikhtiar hidup termasuk takaful, belajar jual tanah secara kecil-kecilan kerana ketiadaan modal...terlibat dengan petronas carigali dan mengajar di platform (offshore); saban minggu saya naik coper di airport Kerteh untuk pakej 3 hari 2 malam di tengah laut sana. Akhirnya saya ke KL di Sri Kembangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkara yang saya tak pernah lupa ialah tentang usaha dakwah yang sudah menjaadi darah daging saya sejak di bangku sekolah lagi hingga kini. Ketika 8 tahun berkhidmat di KUSZA sebagai Imam merangkap felo Asrama pelajar di sana, saya sentiasa berinteraksi dengan semua orang. Semua golongan yang menjadi pelanggan masjid mengenali saya dan saya mengenali mereka walaupun tak semua nama saya ingat. Seringkali saya disapa oleh ramai orang yang saya sudah lupa namanya, tetapi tidak pada rupanya...mereka adalah makmum-makmum saya atau pelanggan-pelanggan saya di masjid selama 8 tahun ditambah 2 tahun kerana sebelum ke KUSZA saya bertugas di Masjid al-Muktafi Billah Shah (Masjid Ladang) sebelah Hospital Besar Terengganu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman itu amat mahal harganya, ia tidak boleh didapati dari sekolah maupun IPT. Ia adalah bisnes kita yang utama; iaitu berhubungan dan berinteraksi dengan manusia ramai seraya memberi yang terbaik, bukan meminta. 'Sebaik-baik manusia ialah mereka yang mampu memberi manafaat kepada manusia lain', sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itulah sehingga ke saat ini pelanggan-pelanggan masjid saya dulu masih menangisi pemergian saya. Mereka masih bersimpati dan akan menagih khidmat saya bila saya ada kelapangan termasuk untuk sembelihan korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi anda bagaimana? Jom lakukan yang terbaik dalam hidup ini sebelum Allah menjemput kita bertemu denganNya. Mari kita berdakwah ke jalan Allah dengan cara yang paling berhemat; iaitu dengan cara yang telah ditunjukkan oleh Baginda Rasulullah saw....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxhQ0blX7bI/AAAAAAAAAQ0/0r4q9kN-Jqc/s1600-h/CIMG1226.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxhQ0blX7bI/AAAAAAAAAQ0/0r4q9kN-Jqc/s320/CIMG1226.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411163813973585330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sxhaci7689I/AAAAAAAAAQ8/2QXNji6m4RA/s1600-h/CIMG1227.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sxhaci7689I/AAAAAAAAAQ8/2QXNji6m4RA/s320/CIMG1227.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411174398746620882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyDnjJf_kI/AAAAAAAAARM/_bGUQXi7bcg/s1600-h/CIMG1247.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyDnjJf_kI/AAAAAAAAARM/_bGUQXi7bcg/s320/CIMG1247.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412345567665716802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxhOBQagQNI/AAAAAAAAAQs/gIAVHydjhgQ/s1600-h/CIMG1232.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxhOBQagQNI/AAAAAAAAAQs/gIAVHydjhgQ/s320/CIMG1232.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411160735778619602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyGcaZ2qNI/AAAAAAAAARU/N6dGesnzc-o/s1600-h/CIMG1249.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyGcaZ2qNI/AAAAAAAAARU/N6dGesnzc-o/s320/CIMG1249.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412348674874714322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyHsARikUI/AAAAAAAAARc/SuX60vEXceE/s1600-h/CIMG1252.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyHsARikUI/AAAAAAAAARc/SuX60vEXceE/s320/CIMG1252.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412350042250056002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8858306971937929568?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8858306971937929568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8858306971937929568&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8858306971937929568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8858306971937929568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/12/gambar-gambar-qurban-1430-di-tgg.html' title='Gambar2  Qurban 1430 di Gong Badak,Terengganu'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SxyImvDUfoI/AAAAAAAAARk/jKRr1l8WTaA/s72-c/CIMG1228.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8403256173926264428</id><published>2009-11-26T01:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T01:32:49.214-08:00</updated><title type='text'>Hari ini 9 Zulhijjah 1430_disunatkan puasa !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sw5KSe9P33I/AAAAAAAAAQc/prfkyAl7vDg/s1600/9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sw5KSe9P33I/AAAAAAAAAQc/prfkyAl7vDg/s400/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408341883926601586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahniah kepada anda semua kerana Allah Ta'ala masih memberi peluang untuk sama-sama berpuasa 9 haribulan Zulhijjah atau 'shiyamu yaumi arafah'.. Esok 'yaumul ied' atau Eidul Adha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8403256173926264428?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8403256173926264428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8403256173926264428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8403256173926264428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8403256173926264428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/hari-ini-9-zulhijjah-1430disunatkan.html' title='Hari ini 9 Zulhijjah 1430_disunatkan puasa !!'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sw5KSe9P33I/AAAAAAAAAQc/prfkyAl7vDg/s72-c/9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-6833649195216777014</id><published>2009-11-19T17:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T18:47:39.443-08:00</updated><title type='text'>SAYA AMAT TERTARIK DENGAN TULISAN INI....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SwYDMfIlSUI/AAAAAAAAAQU/wspDBqjl3IY/s1600/3008.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 344px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SwYDMfIlSUI/AAAAAAAAAQU/wspDBqjl3IY/s400/3008.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406011915755669826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEKADAR PANDANGAN.. saya amat suka bila berlaku sesuatu isu -yang panas-, minda kita seharusnya lebih terbuka dan memandang jauh ke hadapan demi maslahat yang lebih besar. Jangan memberi ruang kepada musuh Islam memperlekehkan kita kerana perbalahan yang tidak berkesudahan. Mari kita merenung tulisan ini...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekas Mufti Perlis tidak dinafikan mempunyai ramai penyokong dan juga pembenci. Itu sudah tabiat manusia yang amat pelbagai. Kita tidak akan mampu untuk mengelakkan diri dari berbeza pendapat, saya juga banyak berbeza pendapat dengan beliau. Kita juga adakalanya tidak mampu untuk mengelak diri dari dibenci secara tiba-tiba, apatah lagi jika seseorang itu terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang dibimbangi adalah perbezaan pendapat yang membawa kepada permusuhan yang dahsyat, label melabel, tuduh menuduh, dan sesat menyesatkan. Sehingga jika diselami hati para pembenci, pasti ada terlihat keinginan yang amat luar biasa malah keji seperti ingin melihat pihak yang lain ditangkap, dipenjara atau lebih dari itu, meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal isu yang berbangkit kebanyakannya adalah isu yang bersifat zhonni atau yang menerima perbezaan takwilan dan pandangan. Tidak wajar dipergaduhkan dalam bentuk yang ekstrem dan keras. Memadailah untuk mengemukakan hujjah balas kepada apa yang dirasakan lemah, dan kemudian jika pihak di sebelah sana tidak dapat menerimanya, berlapang dadalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, janganlah dengan mudah menggelarkan seseorang dengan gelaran Wahabi serta terkeluar dari kelompok ahli Sunnah wal Jamaah. Adalah tidak tepat untuk menuduh pandangan ijtihad selain mazhab Syafie adalah Wahhabi, kerana kebanyakkan pendapat yang lain yang diterima pakai oleh sebahagian kelompok di Malaysia (yang berlainan) sebenarnya bukanlah ijtihad Wahabi tetapi adalah dari kalangan mazhab-mazhab ahli sunnah yang lain seperti Hanbali, Maliki dan Hanafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * tidak melakukan qunut Subuh adalah ijtihad mazhab Hanbali dan Hanafi,&lt;br /&gt;    * menggoyangkan jari ketika Tashahhud solat adalah pandangan Maliki,&lt;br /&gt;    * membolehkan memgang anjing tanpa samak adalah ijtihad Maliki,&lt;br /&gt;    * tidak membaca basmalah dengan kuat di awal fatihah ketika solat Maghrib, Subuh dan Isyak adalah ijtihad Hanbali dan Maliki dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-isu sebegini kerap disalah ertikan sehingga disenaraikan sebagai ciri pengikut Wahabi. Ini tidak benar sama sekali, malah Wahabi itu bukan sebuah mazhab Fiqh atau Aqidah serta tidak mempunyai takrifan yang khas di kalangan para ilmuan Islam sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah menurut sebahagian pandangan ulama antarabangsa, istilah itu dipelopori oleh musuh-musuh Islam dari kalangan bukan Islam, untuk memecah belahkan kesatuan umat Islam. Memang benar, terdapat ulama moden yang menggunakan istilah tersebut di dalam penulisan mereka, namun ia merujuk kepada pengikut aliran Muhammad Ab Wahab di Saudi suatu ketika dahulu, ia bukan sebuah mazhab yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah pihak yang lain pula, jangan pula terlalu ringan lidah menggelar sesuatu amalan itu sebagai bid'ah, sesat, ahli bid'ah dan lain-lain gelaran yang menyakitkan telinga. Gunakan hikmah dalam nasihat, hujjah dan panduan, bukan hukuman dan kejian. Perlu disedari bahawa  hujjah YANG DIYAKINI KITA SEBAGAI KUKUH tidak semestinya dinilai kukuh dan tepat oleh ilmuan lain berdasarkan dalil dan kaedah yang juga betul serta diterima dalam displin ilmu Fiqh atau Aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Ibn Sirin berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesiapa yang tidak tidak mengkaji kepelbagaian pendapat fiqh, mereka sebenarnya belum pun dapat mencium bau Fiqh itu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau Fiqh pun belum dapat, apatah lagi inti Fiqh itu sendiri. Banyak menuduh dan meggelar mungkin akan boleh memberikan indikasi bahawa mereka yang terlibat sebenarnya belum menghidu bau Fiqh. Belum masak dan matang dalam ilmu Fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERLAPANG DADA, IKTIRAF USAHA &amp; PANDANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Awza'ie ketika ditanya berkenaan sama ada batal wudhu atau tidak bagi lelaki yang mencium isterinya menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Jika seseorang bertanya kepadaku, aku akan menjawab, batal dan perlu mengambil wudhu semula, namun sekiranya dia tidak mengambil wudhu, aku tidak akan mengutuknya ( Tartib At-Tamhid, 3/345 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad Bin Hanbal pula pernah ditanya sama ada sah solat yang menggunakan kulit musang. Jawabnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : "JIka perbuatannya itu adalah hasil pemahamannya dari nas ((Apa-apa yang disamak maka telah menjadi suci )), lalu bolehlah solat di belakangnya"[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditanya : Adakah engkau juga melihatnya sebagai harus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا , نحن لا نراه جائزا ولكن إذا كان هو يتأول فلا بأس أن يصلي خلفه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya: Tidak, kami tidak melihatnya harus, tetapi dia ingin menafsirkannya (menggunakan) nas itu, tiada masalah untuk solat di belakangnya.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qaradawi menegaskan bahawa kewujudan dua pendapat betul dalam satu masalah, sememangnya boleh berlaku. Beliau mengatakan, mungkin satu pihak mengambil rukhsah, yang lain mengambil ‘azimah. Atau kedua-dua benar dalam situasi tertentu yang berbeza, atau kedua-duanya benar sebagaimana wujudnya qiraat bacaan Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi kisah-kisah sebegini yang amat baik untuk difahami dan dihayati. Malah perlu difahami juga, hal ini juga boleh berlaku didalam perihal aqidah. Syeikh Dr Yusuf Al-Qaradawi menjelaskan dengan terang dan nyata bahawa ilmu aqidah itu terbahagi kepada [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * a)    Usul Aqidah : iaitu ilmu bersumber ayat Al-Quran yang tidak terdedah kepada sebarang tafsiran dan takwilan menurut ilmu Usul Fiqh seperti kewujudan Allah, keesaanNya, sifat kesempurnaanNya dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * b)    Furu' Aqidah : Ilmu aqidah yang bersumber ayat Quran dan Hadis sohih tetapi terdedah kepada tafsiran dan takwilan yang sesuai menurut kaedah-kaedah ilmu Usul Fiqh. Seperti Syafaat di akhirat, Melihat Allah di syurga, mentakwil ayat sifat Allah, Imam Mahdi, penurunan Nabi Isa a.s dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru, bagi memahami pembahagian ini, perlu difahami sebaiknya ilmu dalalatul ahkam di dalam pengajian ilmu Usul Fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membawakan hal ini sekadar ingin memaklumkan kepada pembaca bahawa hal ini jika tidak dihayati dan difahami dengan sebaiknya, akan mula muncul perasaan ingin menghina dan bermusuh dengan mereka yang berbeza pendapat dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ingat, segala perbezaan ini mestilah datang dari mereka yang berkeahlian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling perlu dielakkan adalah, seorang alim melayan debat dengan seorang jahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat membuang waktu dan menyakitkan kepala sahaja. Kerana si jahil tidak akan mampu memahami laras bahasa dan istilah yang digunapakai oleh si alim. Justeru, tindakan terbaik bagi si alim adalah diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, dibenarkan untuk menolak hujjah pihak yang lain, namun dalam pada kritikan ilmiah dibuat, jangan lupa juga mengiktiraf bahawa pihak yang lain juga ada niat baik untuk kebaikan Islam. Masing-masing merasakan pendekatan dan ilmu mereka adalah yang lebih tepat untuk membawa kepada keagungan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan terlupa, ruang kesilapan masih boleh wujud di pihak kita. Saya sendiri sering mengingatkan diri saya ketika mengulas isu-isu kewangan dan riba, bahawa saya mungkin boleh berada di pihak yang kurang kuat dan tidak kukuh hujjahnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru itu kerap saya katakan kpeada mereka yang sibuk dan marah-marah dengan pandangan saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pandangan dan tulisan saya tidak wajib ke atas sesiapa untuk mengambilnya, anda bebas untuk terima atau menolaknya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma harapan saya, jika menolaknya, tolaknya disebabkan kerana hujjah yang lebih meyakinkan dari mereka yang berkelayakan bukan kerana kita terlibat dalam bisnes itu nescaya mesti nak jadikan ia halal, atau dalam kata lainnya, kerana nafsu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGKAPAN JAIS: SIAPA UNTUNG?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar JAIS punyai hak mendakwa sesiapa sahaja yang berceramah tanpa tauliah, itulah yang diarahkan oleh Sultan Selangor selaku Ketua Agama di Negeri Selangor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, saya kira untuk menangkap seorang bekas Mufti sebuah negeri yang telah diiktiraf keilmuannya oleh UIAM sehingga diberi PhD dalam bidang agama, juga oleh Raja Perlis sehingga dilantik menjadi Mufti negeri dan diberi anugerah Tokoh Ma'al Hijrah Negeri. Tindakan itu boleh dikatakan kurang bijak dan secara tidak langsung memperkecilkan penilaian Raja Perlis, Universiti Sains Malaysia (USM) dan banyak pihak lain yang berautoriti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya isu ini lahir hasil ‘sakit hati' yang datang dari pertembungan kedua-dua belah pihak, penyokong dan penentang Dr Asri di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Asri di sebelah pihak yang dikatakan ingin membawa pembaharuan dalam pemikiran agama di Malaysia, manakala sebelah pihak lain adalah mereka yang meyakini sudah cukup dengan cara dan pemikiran agama yang sedia ada, nescaya pertembungan berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari sedikit, ia menjadi semakin besar apabila anak-anak murid fanatik menyemarakkan api pertengkaran serta kutuk mengutuk. Tidak terkecuali kedua-dua pihak mempunyai tekong ‘bergaduh' yang hebat, aktif serta dinamik dalam tugas kurang sihat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, penangkapan Dr Asri berpunca dari perkembangan kurang sihat tersebut tadi, ia sangat mudah dibaca dari laman-laman web ‘tekong-tekong gaduh', ya amat pasti dan ia seolah-olah satu open secret bagi kedua-dua pihak. Ketiadaan tauliah hanya dijadikan alat dan cara berselindung di sebalik undang-undang yang sedia ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memorandum Persatuan Peguam Syar'ie Malaysia boleh memberikan pengesahan berkenaan persengketaan dan perbalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebenarnya, siapa yang untung dengan tangkapan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, untung rugi bukan persoalannya di sini, tapi pastinya yang membenci ingin kononnya mematikan dan menggangu gerakan yang dibawa oleh Dr Asri. Dirasakan cara ini adalah terbaik bagi menakutkan kumpulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi nampaknya, tangkapan itu menjadi back fire kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya benar, saya berasa yakin kini pihak yang tidak menyukai Dr Asri akan merasa tertampar dengan liputan media terhadap isu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang luar dan pemerhati saya lihat, tiada banyak keuntungan diperolehi oleh pihak yang membenci Dr Asri, kerana tangkapan ini hanya menaikkan populariti beliau, malah kalau sebelum ini Dr Asri hanya menceritakan secara peribadi dan agak tertutup berkenaan sokongan pelbagai orang berjawatan besar, ternama dan pelbagai parti politik kepadanya, namun dengan berlakunya hal ini, sokongan tersebut menjadi nyata kepada awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri memberi sokongan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mursyidul Am PAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Agama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Besar Selangor,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pemuda UMNO,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibincang di dalam Parlimen Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Pemuda PAS,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas YDP YADIM,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajuk besar beberpaa buah akhbar perdana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta ramai dan banyak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini membuka lebih besar jalan kepada Dr Asri untuk mendapat samada perhatian, sokongan dan dakwahnya juga akan semakin dekat dan sampai ke hati orang ramai yang baru tertarik untuk membaca blognya, mendengar ucapannya dan sebagainya. Semua ini akibat dari isu penangkapan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi ustaz, siapa yang rugi dan siapa yang untung ? " tanya seorang kenalan di UK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah tentu Dr Asri dan gerakannya, jadi kalau di ketika ini ahli-ahli gerakannya perlu tampil kehadapan dengan lebih aktif untuk menerang dan menjelas, mereka akan mendapat merit yang banyak, Malah ORANG YANG TAK SOKONG pun boleh jadi sokong kerana mula berasa SIMPATI"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun demikian, mesti disedari, populariti juga boleh ‘membunuh' seseorang ahli agama, rasa ujub, riya dan takbur amat mudah berkembang. Justeru itu dia kena jaga. Kelak nanti setiap lafaz boleh berubah menjadi sombong. Teguran pula akan sentiasa dibakul sampahkan kerana merasa diri sangat popular dan berpengaruh. DAN ORANG YANG SOKONG pun boleh jadi TIDAK sokong kerana mula berasa MELUAT" Tegas saya lagi menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pendapat saya sebagai pemerhati dari luar, ya luar negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDAH-SUDAHLAH BERBALAH : BERDAMAILAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, saya amat ingin melihat kedua-dua pihak menambahkan sikap lunak dan lebih bijak. Benar, bijak itu banyak caranya, keras dan garang juga mungkin sahaja tergolong dalam tindakan yang paling bijak dalam keadaan tertentu. Cuma lunak dan lembut adalah lebih digemari oleh Nabi s.a.w berbanding keras dan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pula mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ala dia yang mula mengutuk dan mengecam, kita balaslah, geng dia saman dulu, kita bagilah dia tindakan undang-undang sebagai balasan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini satu sikap yang tergambar hati yang busuk serta tidak matang. Jangan sampai orang melakukan cara ahli neraka, maka sebagai balasan, kita juga ingin menjadi sepertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya berkongsi bahawa ulama silam yang hebat kerap meninggalkan kontroversi dan konfrontasi dengan pegangan ahli agama setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin membawa perbezaan pendapat sekalipun, sewajarya dilaksana secara berperingkat tanpa menyakitkan sesiapa dengan kata-kata yang mudah disilaptafsirkan, khususnya bagi mereka yang sudah benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Abi Talib diriwayatkan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أقضوا ما كنتم تقضون فإني أكره الإختلاف حتى يكون للناس جماعة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Putuskanlah hukuman mengikut apa yang telah kamu biasa putuskan, sesungguhnya kau tidak gemar kepada perbezaan agar orang ramai boleh tersu berada di dalam satu jemaah (Tarikh Baghdad, 8/42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Bin Hanbal berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا بنبغي للفقيه أن يحمل الناس على مذهبه ولا يشدد عليهم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Tidak sewajarnya seorang ahli Fiqh, mendorong orang ramai kepada pegangannya dan berkeras atau memaksakannya (menerima pandangannya) ke atas orang ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, perbalahan sesama kita hanya menyebabkan kita letih di pertengahan jalan, kerja gagal dijalankan, imej Islam pula yang menjadi semakin buruk. Kerana itulah ulama haraki seperti Imam Hasan Al-Banna menyarankan agar kita maju ke depan dengan tugas dan usaha masing-masing, lalu satu kaedah yang amat baik dari Syeikh Rashid Redha dicadangkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نتعاون فيما اتفقنا عليه ويعذر بعضنا بعضا فيما نختلف فيه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : "Kita bekerjasama dalam perkara yang telah kita sepakati, dan saling menguzurkan diri dari perkara yang diperbezakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir sekali, HENTIKANLAH berbalah, kutuk mengutuk, fitnah memfitnah dan tangkap menangkap disebabkan oleh perbezaan pendapat dalam hal agama oleh mereka yang berkelayakan. Ia mencemar imej Islam dan menjatuhkan keyakinan mad'u kita yang sebenar kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Al-Anfaal : 46 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.zaharuddin.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Nov 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-6833649195216777014?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/6833649195216777014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=6833649195216777014&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/6833649195216777014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/6833649195216777014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/saya-amat-tertarik-dengan-tulisan-ini.html' title='SAYA AMAT TERTARIK DENGAN TULISAN INI....'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SwYDMfIlSUI/AAAAAAAAAQU/wspDBqjl3IY/s72-c/3008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3312207776934808003</id><published>2009-11-13T02:25:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T02:50:50.957-08:00</updated><title type='text'>9 Prinsip Untuk Kembalikan Kemesraan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sv045AX8OHI/AAAAAAAAAQM/Nh1mVbs9swo/s1600-h/2999.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 377px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sv045AX8OHI/AAAAAAAAAQM/Nh1mVbs9swo/s400/2999.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403537679918577778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijakpandai berkata untuk mengembalikan kemesraan kita perlu ada 9 prinsip yang utama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengutuk, mengkritik dan merungut secara keterlaluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 3:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bangkitkan semangat yang membara kepada orang yang berada di sekeliling anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 4:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan minat yang tulin secara ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 5:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumlah selalu kerana ia adalah sedeqah tanpa berhabis duit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 6:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat nama seseorang dan sebut namanya menurut kesukaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 7:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pendengar yang baik dan galakkan orang bercakap tentang dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 8:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakaplah dengan seseorang dari sudut minat orang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip 9:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah diri orang lain merasa penting bagi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tip-tip di atas dapat dijadikan panduan untuk mengembalikan kemesraan dengan orang yang kita kasihi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nabi saw bersabda: 'Orang mukmin itu ialah orang yang mudah bermesra dengan orang dan orang lain pula mudah bermesra dengannya.'&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3312207776934808003?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3312207776934808003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3312207776934808003&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3312207776934808003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3312207776934808003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/9-prinsip-untuk-kembalikan-kemesraan.html' title='9 Prinsip Untuk Kembalikan Kemesraan...'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sv045AX8OHI/AAAAAAAAAQM/Nh1mVbs9swo/s72-c/2999.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8850831557350252275</id><published>2009-11-12T17:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T00:10:20.794-08:00</updated><title type='text'>Mari kita belajar dari SEMUT....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Svy_qohxk2I/AAAAAAAAAQE/Ywea20cWIno/s1600-h/ikh1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 335px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Svy_qohxk2I/AAAAAAAAAQE/Ywea20cWIno/s400/ikh1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403404392092242786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith di atas diriwayatkan oleh Al-Baihaqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan hari ini bersama pengajaran besar daripada ‘pengurusan’ yang ditunjukkan oleh semut. Ia nampak pelik dan ganjil bagaimana manusia yang Allah swt lebihkan mereka dalam pelbagai sudut tiba-tiba perlu juga belajar daripada semut yang daif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangga yang dipanggil semut dianggap oleh manusia sebagai mengganggu lagi menyakitkan… kita kena belajar daripadanya ilmu yang tidak diperolehi daripada manusia!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah tidak cukup lagi burung Belatuk untuk mengajar kita? Burung Belatuk sekurang-kurangnya burung yang memiliki keindahan tersendiri, saiz badan yang agak besar, bersuara merdu dan cantik dipandang…. Tetapi semut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ia adalah semut, namun kebijaksanaannya mengurus dan bekerja mengandungi banyak hikmah, ia adalah semut di zaman Nabi Sulaiman alaihissalam yang dikehendaki Allah swt untuk mengajar kita.. Ya ! kebijaksanaannya terpancar daripada hikmat Nabi Sulaiman sendiri yang mengetahui bahasa-bahasa haiwan termasuk burung, serangga dan segala makhluk di zamannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masakan tidak ya akhi! Allah swt telah menamakan satu surah yang sempurna dari surah-surah di dalam al-Quran yang mengandungi 93 ayat dengan namanya –Surah An-Naml-, cerita semut hanya terdapat dalam beberapa ayat dari surah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala di dalam Surah An-Naml ayat 17-19:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tenteranya terdiri dari jin, manusia dan burung lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai ke lembah semut, berkatalah seekor semut: "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak dipijak oleh Sulaiman dan bala tenteranya sedangkan mereka tidak menyedari." Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa kerana (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku! Anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar mengerjakan kebajikan yang Engkau redhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ayuh kita belajar dari semut walaupun dari beberapa ayat di dalam al-Quran. Saya berpendapat ia amat mustahak untuk diperhatikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama: Tekun dalam pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak syak lagi bahawa kualiti kerja dan tekun dalam pekerjaan amat penting dalam pengurusan kini. Sehingga kita dapati semua perkara yang berkait dengan pengurusan mesti bergandingan dengannya ketekunan. Dan yang dikatakan kesempurnaan kualiti itu ialah seseorang itu melaksanakan kerja dalam sebuah tanzim (organisasi) semaksima mungkin tanpa sedikitpun berlaku kesilapan, berdasarkan etika kerja yang telah disepakati –sekalipun tidak tertulis- mengikat antara semua individu yang ada di dalam tanzim dalam lingkungan yang saling melengkapi satu sama lain. Kesilapan seorang atau sebahagian akan memberi kesan negatif kepada yang lain. Benarlah apa yang disabdakan Nabi saw tentang kaitan hubungan tersebut di antara para mukminin dengan ‘satu jasad’ dalam toleransi dan kasih sayang dan ‘seperti binaan yang menyokong antara satu sama lain’ di dalam kekuatan dan keutuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesimpulan itqan secara umum (tekun dlm kerja) dalam mana-mana organisasi dari semua individu di mana-mana tempat sekalipun; ialah tunduk dan patuh kepada perintah Allah Ta’ala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Iaitu apa yang kita pelajari dari kisah semut; ia menunaikan tugas yang menjadi kewajipan dengan cemerlang –darjat itqan- Ketekunan itu membawa kepada terlaksananya objektif. Semut berkenaan telah memberi amaran kepada kaum kerabatnya pada waktu yang sesuai dan akhirnya menyelamatkan mereka semua daripada bencana yang bakal menimpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua: Sedar, prihatin dan iltizam (komitmen)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketiga-tiga perkara ini penting bagi menjayakan satu-satu tugas sebagaimana yang ditunjukkan oleh semut tersebut. Tanpa sifat di atas tidak mungkin sesuatu tugas dapat disempurnakan. Bahkan kelekaan sedetik boleh mengakibatkan kemusnahan menyeluruh kepada anggota tanzim. Justeru menjadi kemestian bagi setiap anggota tanzim tekun dan ihsan melaksanakan tugasan yang diamanahkan sehabis kemampuan dengan penuh sedar dan prihatin. Dia sebenarnya berada pada satu sudut penting dari semua sudut tanzim, jangan sampai bahaya datang melalui sudut di bawah jagaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuaian daripada seorang atau beberapa individu dalam tanzim tidak hanya akan memudharatkan mereka yang berkenaan sahaja, malah ia akan mendatangkan kemudharatan dan kerugian kepada semua yang berada dalam tanzim. Lihatlah apa yang berlaku dalam peperangan Uhud apabila beberapa individu para sahabat mengingkari arahan Rasulullah saw; ia merupakan bukti betapa pentingnya keprihatinan dan komitmen yang padu perlu wujud dalam bertanzim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga: Semangat dan kehendak yang kuat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu faham bahawa setiap perkara besar yang ingin dilaksanakan perlu kepada semangat dan kehendak yang kuat bagi menjayakannya. Musuh utama dalam diri manusia ialah lemahnya semangat dan kehendak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keazaman datang mengikut kadar kuat azam seseorang&lt;br /&gt;Kemuliaan datang mengikut kadar mulianya seseorang&lt;br /&gt;Perkara besar akan jadi kecil apabila orang itu jadikan ia kecil&lt;br /&gt;Perkara kecil akan jadi besar apabila orang itu jadikan ia besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita tahu bahawa apa yang dilakukan oleh semut berkenaan sebenarnya didorong oleh keikhlasan, komitmen dan semangat yang tinggi. Kalau tidak pasti ia akan mendiamkan diri, malas dan menyerah sahaja kepada taqdir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat: Keazaman yang kental/utuh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila semangat mendorong melakukan persediaan, meletakkan perancangan dan mengambil sebab-sebab yang akan membawa kejayaan, maka keazaman bermakna menetapkan hati untuk meneruskan apa yang dirancang tanpa ragu-ragu saat perlaksanaan tanpa menghiraukan apapun halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata penyair Al-Mutanabbi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau ada pendapat maka milikilah keazaman&lt;br /&gt;Kerana rosaknya pendapat bila adanya keraguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas dari pendirian yang diambil oleh sang semut bahawa ia bukan hanya memiliki semangat yang tinggi untuk memenuhi faktor kejayaan, malah ia giat melaksanakan usaha mencapai matlamat tanpa menghiraukan apapun halangan sekalipun terpaksa menggadai nyawanya sendiri. Keazaman kental seumpama ini jarang terdapat pada manusia banyak maupun mereka yang terlibat langsung dengan pengurusan. Bayangkan jika sang semut teragak-agak dalam tindakannya atau lambat membuat keputusan, maka ia tidak akan dapat laksanakan tugasnya, seterusnya menyelamatkan kaum kerabatnya daripada bahaya yang pasti. Saya akan terangkan lebih terperinci dalam konteks pengorbanan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima: Pengorbanan dan tiada kepentingan diri&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiada kerja tanpa ketekunan dan jihad, tiada jihad tanpa pengorbanan. Setiap matlamat atau hadaf (objektif) tidak syak lagi perlu kepada jihad dan pengorbanan pada jalannya. Pengorbanan ialah sama ada dengan masa atau harta benda atau yang paling tinggi ialah dengan nyawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan tersebut perlu kepada intima’ (penggabungan) yang tinggi, bahkan kaitan antara semua objektif individu dan tanzim perlu sejajar sampai ke tahap ‘peleburan’…paling tinggi yang menjadi cita-cita setiap tanzim terhadap anggotanya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang semut sebagai salah seekor dari kaumnya yang ditaklifkan untuk melaksanakan tugas tertentu –meninjau dan mengeluarkan amaran- telah menunjukkan pengorbanan yang dahsyat demi kaumnya. Ia telah bergegas mengerahkan tenaganya berdepan dengan Nabi Sulaiman dan bala tenteranya. Ia bernasib baik kerana kata-katanya itu didengari oleh Nabi Sulaiman. Sang semut tadi boleh –kalau ia mahu- selamatkan diri sendiri tanpa bersusah payah berusaha memberi amaran kepada yang lain, namun ia tidak hanya mementingkan dirinya sahaja…. Ia terus segera mendapatkan kaumnya menongkah arus laluan bala tentera, bersabung nyawa kerana boleh jadi ia akan terkorban sebelum sampai ke tempat kaumnya berkumpul. Alangkah hebatnya pengorbanan Sang semut ! Nyawanya menjadi taruhan dan tiada langsung kepentingan diri sendiri…. Dari sini kita dapat belajar berpandukan kebijaksanaan yang Allah kurniakan kepada Nabi Sulaiman. Bukan sekadar baginda memahami bahasa haiwan, bahkan kebijaksanaan dari tindak tanduk haiwan pun dapat dimengerti oleh baginda alaihissalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keenam: Peraturan dan pembahagian kerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah Sang semut ini kita dapat memahami betapa berdisiplinnya ia. Bukan sekadar berdisiplin dan pandai mentadbir bahkan dapat merancang untuk masa depan. Kisah tersebut menggambarkan bahawa di sana ada peraturan dan pembahagian kerja atau tanggungjawab yang ditentukan terdahulu… seolah-olah Sang Semut berkenaan telah ditaklifkan untuk ‘berkawal’. Al-Quran menyebutkan ia sekadar Sang Semut biasa, membuat tinjauan untuk mengeluarkan amaran dan peringatan agar kecelakaan dapat dielakkan mengikut perkiraan masa yang mencukupi… Ia bukan ketua.. “Berkata Sang Semut”… Ia telah berjaya menjalankan tugasnya seperti semut-semut yang lain juga. Semua semut-semut yang ada pada hari itu menjalankan tugas masing-masing secara berimbang serta saling menyempurna antara satu sama lain dalam lingkungan disiplin menyeluruh yang amat indah sekali. Sang Semut secara kolektif dilihat mempunyai disiplin yang amat indah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketujuh: Mengurus kecemasan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini pelajaran yang amat berguna. Bagaimana menguruskan kecemasan atau kecelakaan? Yang terpenting dalam asas mengurus kecelakaan ini ialah mengelakkan dari berlaku sejak awal lagi. Ia tidak mungkin dapat dilakukan melainkan melalui scenario andaian atau kebarangkalian berlaku kecelakaan; soalnya apa akan jadi bila berlaku sekian?? Dalam konteks kisah Sang Semut di atas, kecelakaan yang bakal berlaku ialah kedatangan bala tentera dalam skala besar menuju ke arah ‘negara semut’ tanpa disengajakan…lalu akan membinasakan keseluruhan ‘negara semut’ tadi. Justeru meminimakan kadar kecelakaan adalah dituntut; namun ia tetap merupakan kecelakaan juga. Oleh itu apa yang boleh dilakukan ialah berusaha sehabis kemampuan untuk mengurangkan kemalangan iaitu dengan mewujudkan stesyen-stesyen amaran awal dan siaran amaran kecemasan sebelum berlaku dalam tempoh waktu yang sesuai untuk membuat persediaan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi yang berlaku kepada Sang Semut di atas, ia telah memberi amaran awal berdasarkan andaian akan berlakunya kecelakaan secara pasti… hingga nyawanya menjadi taruhan –seperti yang dikisah sebelum ini- Di sana ada andaian bahawa Nabi Sulaiman dan bala tenteranya kemungkinan akan merempuh ‘negara semut’ dan ada andaian lain bahawa mereka akan melencong ke laluan lain.. Semua itu kebarangkalian yang akan berlaku. Sang Semut tidak membuat andaian yang ketiga, contohnya ia kata: “Insya Allah semua baik-baik saja, jangan bimbang kita semua akan selamat… ” Akan tetapi ia memutuskan untuk memberi amaran awal sehingga bahaya yang bakal menimpa dapat dielakkan dan kecelakaan dapat diringankan sedapat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelapan: Bersegera (tidak bertangguh)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semangat untuk segera bertindak di sini jelas dilihat pada usaha menunaikan tugas tanpa berlengah. Sang Semut tidak menunggu-nunggu atau berserah bulat-bulat tanpa apa-apa usaha atau menunggu yang lain melakukan tugas tersebut. Tiada dalam fikirannya ‘kenapa semestinya saya yang lakukan’…’yang lain buat apa?’ Tetapi ia bangun menjalankan tugas tanpa disuruh sebagaimana kata-kata Thorfah ibnul Abd dalam mu’allaqahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kaum itu berkata: Siapa pemuda itu? Aku menjawab ..saya yang bertanggungjawab dan saya tidak gentar dan tidak akan berundur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesembilan: Perlaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersegera menjalankan tugas merupakan kemuncak kepada fikrah untuk membuat persediaan menunaikan tugas, maka perlaksanaan ialah perkara yang akan membawa kepada daerah penyempurnaan.Kedua-duanya ‘segera dan laksana’ adalah spirit pengurusan yang telah ditunjukkan oleh Sang Semut dalam kisah di atas….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesepuluh: Merasai tanggungjawab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan kisah yang disebutkan di atas tidak akan berlaku jika tidak ada perasaan tanggungjawab dalam jiwa Sang Semut tersebut. Boleh jadi ia hanyalah duduk pada tahap paling bawah dalam pyramid tanzim (hairaki tanzim), tetapi ia amat sensitive terhadap tanggungjawab seolah-olah ia orang nombor satu bertanggungjawab terhadap kaum kerabatnya. Perasaan tanggungjawab seperti inilah yang amat diperlukan oleh mana-mana organisasi atau tanzim. Dalam kisah ini terdapat sentuhan-sentuhan yang amat berguna.. Sang Semut telah mengajar kita dengan pengajaran yang maha hebat pada pandapat saya. Saya akan berhenti di sini kerana setakat ini kemampuan yang Allah swt anugerahkan kepada saya. Moga-moga di sana terdapat banyak lagi pengajaran yang boleh dikutip, mahukah kita mengambil iktibar? Apakah tidak sayugia kita bekerja seperti Sang Semut?! Tidakkah anda tahu sekarang….mengapa terdapat satu surah di dalam al-Quran dinamakan dengan Surah An-Naml?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8850831557350252275?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8850831557350252275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8850831557350252275&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8850831557350252275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8850831557350252275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/mari-kita-belajar-dari-semut_12.html' title='Mari kita belajar dari SEMUT....'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Svy_qohxk2I/AAAAAAAAAQE/Ywea20cWIno/s72-c/ikh1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-7858132554019101712</id><published>2009-11-08T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T05:11:49.927-08:00</updated><title type='text'>طبيعة دعوتنا البناء.. وليس من طبيعتها الهدم</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SveyGo3unwI/AAAAAAAAAP0/n7zR7HiBarI/s1600-h/img1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 335px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SveyGo3unwI/AAAAAAAAAP0/n7zR7HiBarI/s400/img1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401982105174318850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                                                                 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Imam Syahid Hasan Al-Banna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; font-weight: bold; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; font-weight: bold; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; font-weight: bold; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tabiat Dakwah Kita Membina.. bukan Meruntuh, maka bertenanglah wahai penguasa sekalian..&lt;br /&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته..&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Sekarang saya akan menulis untuk kalian -saya telah bercakap secara lisan kepada anda sekalian- agar kata-kata lebih tepat dan ibarat yg digunakan lebih jelas dan terang apa yang saya kehendaki sesuai dengan fikrah bersempena langkah-langkah terkini bagi dakwah kita demi matlamat yang kita harapkan. Suka saya nyatakan di sini bahawa dakwah kita terus maju ke depan.. Anda telah saksikan ianya telah berkembang sampai ke Cairo (Kaherah) dan terus berkembang ke daerah-daerah yang lain, alhamdulillah...&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Perkembangan dakwah ini telah menarik perhatian orang ramai kepada kalian, lalu mereka tertanya-tanya tentang kalian, di bahu kalian terpikul cita-cita dan harapan untuk 'pengislahan' sebenar di negara kita yang sedang membangun ini. Ia juga merupakan harapan mereka yang beriman untuk melihat kebaikan untuk Islam dan umatnya. Maka bersyukurlah kepada Allah swt di atas kurniaanNya dan pohonlah selalu kepadaNya agar Allah swt membetulkan langkah kalian, menerima daripada kita dan agar Allah swt tidak meninggalkan kita kepada diri kita sendiri.. Ketahuilah bahawa ini merupakan tanggungjawab baru di atas bahu-bahu kalian.. Saya akan bercakap berkisar tiga perkara penting; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt; dakwah kita, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedua&lt;/span&gt; pendirian yang harus kita ambil terhadap pertubuhan-pertubuhan yang bekerja untuk kemaslahatan umum dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketiga&lt;/span&gt; pembahagian kerja (amal) pada pandangan saya.... kepada Allah swt saya bermohon taufiq...&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama: Tabiat dakwah kita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;Setiap dakwah ada ciri-cirinya, antara ciri-ciri dakwah Ikhwan ialah setiap elemen kekuatan disempurnakan oleh elemen yang lain, cantiknya apabila kita merangkul kesemuanya sehingga mencapai kejayaan yang sempurna dengan taufiq Allah swt insyallaah...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;Antara cirinya ialah positif (&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;الإيجابية&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;) dan membina (&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;البناء&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;). Dakwah kita bersifat membina bukan meruntuh dan sentiasa melihat kepada yang bersifat positif di samping mengambil berat tentang diri sendiri terlebih dahulu sebelum yang lain. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;Antara cirinya lagi ialah amal selari dengan kata-kata (&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;مطابقة العمل للقول&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;), menjadi kewajipan kita mengkaji perlembagaan kita, nescaya akan terlaksanalah apa yang disebutkan itu.&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;Antara cirinya lagi ialah rabbaniah (&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt; الربانية&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;), maka wajiblah kita sentiasa berhubung dengan Allah swt sehabis kemampuan kita dengan melazimi zikir, doa dengan yang ma'thur, dan di dalam risalah &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;"المأثورات"  &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;sudah memadai&lt;/span&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua: Pendirian kita terhadap dakwah-dakwah lain&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Pendirian kita daripada dakwah-dakwah di negara ini dari sudut agama, sosial, ekonomi maupun politik -berdasarkan tabiat dakwah kita- hanyalah satu, semoga semuanya mendatangkan kebaikan dan kita berdoa semuanya mendapat taufiq... bahawa sebaik-baik jalan yang patut kita lalui ialah agar jangan sampai dakwah-dakwah tersebut menjadikan kita sibuk melebihi tanggungjawab kita terhadap diri kita sendiri.. Sesungguhnya kita amat berhajat kepada bekalan dan persediaan. Umat kita amat memerlukan tentera untuk berjihad dan masa tidak mengizinkan kita melihat dan terpengaruh dengan orang lain. Semua kita dan mereka di lapangan (medan) masing-masing... dan Allah pastinya bersama orang-orang baik (&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt; المحسنين&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;) sehingga Dia membuka antara kita dan kaum kita di atas kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kalian akan mendengar pertubuhan/persatuan yang akan bercakap tentang kalian. Jika mereka bercakap tentang kebaikan kita, maka bersyukurlah dan jangan sekali-kali pujian itu menipu kalian daripada hakikat sebenar. Jika keburukan yang mereka wara-warakan maka maafkanlah mereka dan tunggulah sehingga masa menyingkapkan hakikat yang sebenar. Ingat! Jangan kalian membalas cercaan dengan cercaan sepertinya dan jangan kalian menghabiskan masa untuk menjawab persoalan yang mereka bangkitkan sehingga kalian lupa tugas sebenar kalian. Yakinlah bahawa hal tersebut tidak akan memesongkan kalian dan sekali-kali ia tidak akan memudharatkan kalian.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="quraan"&gt;وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ﴾ &lt;/span&gt;آل عمران: من الآية186)&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Kalian akan mendengar bahawa pertubuhan/persatuan akan menuduh kalian mempunyai hubungan dengan pertubuhan-pertubuhan yang tidak baik...jangan pedulikan itu semua dan jangan cuba menafi atau mengiakannya kerana mereka yang menuduh sepatutnya mendatangkan keterangan atas apa yang didakwa. Hal tersebut berlaku kerana satu antara dua perkara; sama ada yang menuduh itu bersungguh-sungguh dalam tuduhannya untuk mencari kepastian sehingga akhirnya mereka dapat mengetahui hakikat sebenar dakwah kalian sedang kalian sentiasa berhubung dengan Allah dan RasulNya saw dan kalian tidak bekerja melainkan untuk Islam dan umatnya. Atau sama ada mereka bukanlah bersungguh-sungguh sangat dalam tuduhan itu melainkan sekadar bermain-main dan berseronok mengumpat... semua ini tidak akan memudharatkan kalian sedikitpun... Biarkan mereka dengan kata-kata itu sekehendaknya, berdoalah kepada Allah swt agar kita dan mereka dikurniakan hidayah dan petunjuk.. &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Dan kalian akan mendengar bahawa ada orang yang ingin berhubung dengan kalian atau kalian akan berhubung dari kalangan  awam. Sama ada mereka benar atau tidak benar. Saya ingin tegaskan kepada kalian sejelas-jelasnya bahawa dakwah kalian ini adalah semulia-mulia dakwah yang dikenali oleh manusia dan bahawa kalian adalah pewaris Rasulullah saw dan khulafa'nya berpandukan al-Quran, pemegang amanah syariatnya, penolongnya yang bersiap siaga untuk menghidupkan Islam di waktu hawa nafsu dan syahawat bermaharajalela dan lemahnya tanggungjawab... dakwah kalian mengandungi kebaikan semuanya dan yang lain tidak sejahtera dari kekurangan... Oleh itu teruskan perjuangan kalian, jangan sekali-kali kalian berkompromi di atas manhaj kalian, sebarkan dan bentangkan ia kepada manusia dengan rasa mulia dan kekuatan. Siapa yang hulurkan tangannya di atas asas dakwah kalian maka ahlan wa sahlan wa marhaban di dalam suasana terang seterang mentari di siang hari, jadilah dia ikhwah kalian yang bekerja bersama kalian, beriman dengan dengan keimanan kalian dan melaksanakan ta'alim kalian... barangsiapa yang enggan pasti Allah swt menggantikan mereka dengan kaum yang lain... &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Wahai ikhwan sekalian, jangan gopoh kerana di hadapan kalian masa masih panjang dan kalian akan menjadi penting dan manusia akan mencari kalian. Sesungguhnya semua kemuliaan itu milik bagi Allah swt... dan mereka akan mengetahui tidak lama lagi...&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; Demikianlah sepatutnya pendirian kita terhadap pertubuhan/persatuan pada hemat saya. Kita mahu mereka memperolehi kebaikan dan kita memaafkan mereka, kita tidak akan menuntut dan kita tidak akan menjawab persoalan mereka....&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="quraan"&gt;وَلاَ تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلاَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا﴾ &lt;/span&gt;النساء: من الآية 94)&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;Akhbar IM, Bil (1), tahun kelima, 11 Rabiul Awwal 1356H bersamaan 21 Mei 1937&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: right;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-7858132554019101712?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/7858132554019101712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=7858132554019101712&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7858132554019101712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/7858132554019101712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/blog-post_08.html' title='طبيعة دعوتنا البناء.. وليس من طبيعتها الهدم'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SveyGo3unwI/AAAAAAAAAP0/n7zR7HiBarI/s72-c/img1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8567175674069599420</id><published>2009-11-07T18:12:00.001-08:00</published><updated>2009-11-08T20:28:24.468-08:00</updated><title type='text'>الإمام البنا يكتب: سبيل الظفر.. عبادة ثم قيادة</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SvY-f9EqmyI/AAAAAAAAAPs/z5G7-q1c4A0/s1600-h/hasan-al-banna1-300x205.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SvY-f9EqmyI/AAAAAAAAAPs/z5G7-q1c4A0/s400/hasan-al-banna1-300x205.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401573521768487714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a class="Title"&gt;Imam Al-Banna menulis: &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a class="Title"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalan Kemenangan.. Ibadah kemudian Qiadah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Demikianlah sepatutnya Ikhwan Muslimun&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Saya bertemu seorang tua yang beruban yang sudah mula melangkah ke alam akhirat.. saya duduk bersamanya pada siang hari yang amat bermakna, di selubungi oleh kesucian rohani.. tampak jelas dari wajahnya dia seorang yang soleh, bertaqwa dan hatinya langsung berhubungan dengan Allah swt sekalipun dia tidak mendapat tempat di hati masyarakatnya..lalu saya berbual-bual dengannya.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Dia bertanya saya: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa nama persatuan kamu?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Saya menjawab: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya kami bukanlah persatuan, tetapi ikhwan -bersaudara- kerana Allah, kami bertemu di atas dasar aqidah dan fikrah dan berusaha untuk melaksanakannya di dalam diri kami, kemudian berusaha pula meyakinkan manusia lain... fikrah kami pula tidak lain melainkan untuk memahami Islam dan menyebarkannya kepada orang ramai!&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Lalu dia menjawab: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cantik.. siapa yang mengajar kepada kalian di tempat kalian?&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Saya lalu menjawab: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebiasaannya saya akan menyampaikan penerangan kepada ikhwan'&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Kemudian orang tua tadi terdiam seketika lantas melihat tepat kepadaku dan bertanya: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adakah kamu mengerjakan solat malam (qiamullail)?&lt;/span&gt;'.... Saya bertanyanya kembali..: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang tuan harapkan dari jawapan saya terhadap soalan tuan? Sedangkan diri kita berada dalam genggaman Allah swt, sekiranya Dia mahu dibangunkan kita, begitulah sebaliknya sekiranya Dia mahu Dia boleh matikan kita.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Orang tua tadi menjawab: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Benarlah Allah dan RasulNya dan manusia itu amat gemar berbantah-bantah....'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Ya akhi, Sesungguhnya tarbiah diri, mensucikan jiwa serta memandu hati-hati, tidak akan diraih melalui lafaz-lafaz yang diulang-ulang, kaedah-kaedah yang diajarkan dan tidak dengan teori-teori yang disampaikan... kalaupun ia bermanafaat untuk akal dan ilmu, ia sebenarnya terpisah dari perasaan dan rohaniah, sedangkan manusia amat berhajat kepada kemurnian jiwa dan akhlak mulia. Mereka yang berusaha' mengislah' manusia melalui penulisan semata-mata adalah tertipu kerana ia tidak akan sampai kepada objektif yang diharapkan.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Ya akhi, tiada makna usaha 'pengislahan diri' yang dilaungkan melainkan melalui hanya satu jalan; jalan qudwah hasanah yang berhubungan langsung dengan Allah swt.. kurniaanNya. Qudwah yang dimaksudkan itu ialah ibadat di malam hari, qiamullail, munajat dinihari.. Baca dan dengarlah firman Allah swt:&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: right;"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="quraan"&gt;يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمْ اللَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً (2) نِصْفَهُ أَوْ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلْ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً (5) إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلاً (6)&lt;/span&gt;المزمل&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Ya akhi, orang yang tidak punyai apa-apa dia tidak akan mampu memberi... Hati yang terputus hubungan dengan Allah tidak mungkin boleh menghubungkan orang lain kepada Allah .Peniaga yang tidak mempunyai modal tidak akan mampu meraih keuntungan. Guru yang jahil tentang method pengajarannya tidak akan mampu mengajar orang lain. Orang yang lemah dalam memimpin dirinya sendiri tidak akan mampu memimpin orang lain. Alangkah berhajatnya kalian semua kepada jihad seumpama ini !!! Kalau kalian mampu membawa mereka yang berjanji setia denganmu untuk beramal dengan semua ini, maka ia merupakan kejayaan yang amat besar. Lihatlah para sahabat Radiallahuanhum adalah 'Rahbaanan Billail Wa Fursaanan Bin nahaar'... di malam hari mereka adalah ahli ibadat dan di siang hari mereka adalah pahlawan yang gagah berani di medan... kurang satu antara keduanya akan memberi kesan kepada yang satu lagi.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;a class="HeadText"&gt;Berusahalah kamu untuk memperolehi bekalan di malam hari untuk perjalananmu di siang hari yang penuh dengan pelbagai cabaran.....&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 20px; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian orang tua itu meminta izin untuk beredar. Dia bangkit dan berjalan dengan tongkatnya meredah kesesekan manusia di jalan raya, sedang saya mengiringi pemergiannya dengan hati yang penuh insaf sehingga dia hilang dari pandangan. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Ya Ikhwan:&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Mungkin kamu berasa hairan mengapa saya bawakan bicara sebegini di dada akhbar kamu ini sedang kamu menanti-nanti saya berbicara mengenai masalah yang melanda dunia, derita yang dialami oleh umat Islam seluruhnya. Kamu mengharapkan saya menyatakan sikap, pendirian dan tindakan yang patut diambil oleh jamaah kita. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Dengarkanlah penjelasanku:&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Sesungguhnya kamu ingin mencapai matlamat yang besar dan hebat. Oleh itu kamu mesti memahami dengan sebenar-benarnya bahawa dengan matlamat itu bererti kamu berada  di atas satu garisan dan dunia seluruhnya berada di atas garisan yang berlawanan dengan kamu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kamu menghendaki Islam berkuasa. Dunia diperintah oleh jiwa-jiwa yang bersih suci, akhlak mulia yang melimpah dengan kebaikan, hati-hati yang penuh rahmat dan kasih sayang dan kesejahteraan memayungi alam semesta.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Manusia pula menghendaki kebendaan berkuasa, harta melimpah ruah, kemewahan tiada sempadan, perebutan yang tiada berkesudahan antara golongan kuat dan lemah. Yang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kuat memangsakan yang lemah. Yang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;berkuasa sentiasa menang dan yang diperintah sentiasa kalah. Kemanusiaan tidak akan kenal erti keadilan, tidak akan mengecapi rahmat kasih dan sayang. Itulah yang manusia kehendaki berbanding dengan apa yang kamu kehendaki. Kamu berada di satu pihak, sedang dunia di satu pihak yang lain. Manusia berselindung di sebalik kedustaan, berinteraksi dengan tipu helah dan bermuka-muka. Mereka lari daripada menghadapi kenyataan. Pada hal kamu tidak mahu itu semua kerana kamu sentiasa bermuraqabah. Diri &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kamu dan amalan kamu sentiasa diperhati oleh yang Maya Mengetahui dan Maha Memerhati. Maka perbezaan antara kamu dengan manusia, jika kamu benar dengan apa yang kamu cita-citakan, sangat jauh dari segala sudut.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; Bilangan kamu adalah sedikit. Keadaan kamu tertindas di muka bumi ini, fakir dari segi harta, kosong dari segi kekuatan. Maka tidak ada senjata kamu selain hubungan dengan Allah dan mengharap pertolongan dan bantuan daripadaNya serta keimanan yang mendalam terhadapNya. Apabila aspek ini kamu kuasai bererti kamu telah kuasai segala-galanya. Firman Allah s.w.t. bermaksud: “&lt;span style="color:black;"&gt;Jika Allah menolong kamu mencapai kemenangan maka tidak ada sesiapa pun yang akan dapat mengalahkan kamu dan jika Dia mengecewakan kamu, maka siapakah yang akan dapat menolong kamu sesudah Allah (menetapkan yang demikian)? Dan (ingatlah), kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman itu berserah diri.” (Aali Imran:160)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Maka berusahalah untuk menjadi seperti itu. Jangan kamu tanya bagaimana? Sesungguhnya jalannya telah nyata. Jadilah kamu hamba-hamba sebelum kamu menjadi ketua. Dengan ibadah kamu akan jadi sebaik-baik qiadah. Awas! Jangan kamu terbalikkan isu ini sebagaimana yang dilakukan oleh manusia lain. Mereka mengejar kepimpinan sebelum mereka mensejahterakan aspek ibadah maka mereka tewas atau mereka berjaya mencapainya tetapi terumbang ambing di dalam melaksanakan amanahnya. Serapkan ke dalam diri kamu maksud Hadis Qudsi ini: ”Sesiapa yang menyakiti waliKu maka sesungguhnya Aku telah mengisytiharkan perang dengannya. Seseorang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;hambaKu tidak menghampirkan diri kepadaKu dengan sesuatu sebagaimana ia menghampirkan diri dengan melakukan apa yang Aku fardhukan ke atasnya. Dan sentiasalah hambaKu itu menghampirkan dirinya kepadaKu dengan melakukan amalan-amalan yang sunat sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku adalah pendengaran yang dia mendengar dengannya, penglihatan yang dia melihat dengannya, tangan yang dia menghulur dengannya, kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia meminta padaKu akan Ku berikannya, jika dia memohon perlindungan denganKu akan Ku lindunginya”. (Al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dan ingat juga firman Allah yang bermaksud: “Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (wahai umat Muhammad) bahawa Dia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah yang memegang kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka: Khalifah-khalifah yang berkuasa dan Dia akan menguatkan dan mengembangkan agama mereka (agama Islam) yang telah diredhaiNya untuk mereka; dan Dia juga akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan (dari ancaman musuh). Mereka terus beribadat kepadaKu dengan tidak mempersekutukan sesuatu yang lain denganKu dan (ingatlah) sesiapa yang kufur ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang derhaka.” (An-Nur:55)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Daripada Pusaka al-Banaa, dipetik dari surat khabar Ikhwan Muslimin, 25 R.Awwal 1356H bersamaan 4 July 1937M.&lt;/p&gt;  &lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8567175674069599420?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8567175674069599420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8567175674069599420&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8567175674069599420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8567175674069599420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/blog-post_07.html' title='الإمام البنا يكتب: سبيل الظفر.. عبادة ثم قيادة'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SvY-f9EqmyI/AAAAAAAAAPs/z5G7-q1c4A0/s72-c/hasan-al-banna1-300x205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-1630538224146329721</id><published>2009-11-01T17:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T20:57:22.331-08:00</updated><title type='text'>Apa makna IHSAN kepada ibubapa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Su5iaoN2NAI/AAAAAAAAAPk/ioiljnmwzIM/s1600-h/2998.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 362px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Su5iaoN2NAI/AAAAAAAAAPk/ioiljnmwzIM/s400/2998.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399361212875420674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wrt. wbt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutaakhir ini timbul beberapa kekeliruan terhadap perkara yang dulunya mudah, tetapi kini menjadi sukar difahami. Bukan kerana hakikat itu telah berubah, namun ia diolah oleh mereka yang berkepentingan. Disebabkan terdesak untuk memahamkan orang tentang kaitan peristiwa atau isu yang telah berlaku, maka hakikat tersebut terpaksalah diterangkan dan diolah selari dengan kepentingan berkenaan. Jangan tertipu dengan apa yang diperkatakan, mari kita kembali kepada nas asal yang memperkatakan tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa makna IHSAN kepada ibubapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merujuk kepada ayat 23-24 dari Surah al-Isra' Allah telah berfirman yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik (ihsan) kepada ibu bapa. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada kedua-duanya perkataan "ah"** dan janganlah kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah.."Wahai Tuhanku! Kasihanilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecilku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;mengucapkan kata "ah" kepada orang tua tidak dibolehkan, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat di atas ada 10 permasalahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Qadho - ialah suruhan wajib untuk menyembah Allah swt iaitu Allah Ta'ala telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selainNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Allah swt memerintahkan agar manusia menyembahNya dan mentauhidkanNya disertakan dengan berbuat ihsan kepada kedua ibubapa, sama seperti bersyukur kepada Allah swt. disertakan dengan berterimakasih kepada kedua ibubapa. Di dalam hadith yang diriwayatkan oleh al-Bukhari daripada Abdullah ra, katanya: "Aku bertanya Nabi saw apakah amal yang paling disukai oleh Allah?" Nabi menjawab: "Solat dalam waktunya." Aku bertanya lagi kemudian apa lagi?". Nabi saw menjawab: "Kemudian berlaku ihsan kepada kedua ibubapa." Aku bertanya lagi kemudian apa lagi?" Nabi saw menjawab: "Berjihad fi sabilillah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa pentingnya ihsan kepada kedua ibubapa sehingga Nabi saw menjadikan 'birrul walidaini' -berbuat baik kepada ibubapa- seafdhal2 amal selepas solat yang merupakan tiang agama yang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di antara makna 'birrul walidaini' dan 'ihsan' kepada kedua ibubapa ialah bahawa jangan seseorang itu menderhaka kepada kedua2nya kerana ia termasuk daripada dosa-dosa besar (kabaair) tanpa khilaf. Perkara ini ditegaskan oleh sunnah thabitah. Di dalam sahih Muslim daripada Abdullah ibn Amru bahawa Rasulullah saw telah bersabda: "Sesungguhnya dikira daripada kabaair itu berkata kesat (memaki) seorang lelaki terhadap kedua ibubapanya. Sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah saw adakah orang yang akan berbuat demikian kepada ibubapanya?" Rasulullah saw menjawab: "Ya, boleh berlaku bila seorang lelaki mengeluarkan kata-kata kesat kepada bapa orang lain, lalu orang tadi membalas dengan memaki ibu dan bapanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Termasuk derhaka kepada ibubapa ialah menyalahi kehendak kedua-duanya dalam perkara yang diharuskan oleh syara', sama halnya 'birrul walidaini' bermakna membuat sesuatu yang disukai oleh kedua-duanya. Berdasarkan kenyataan di atas apabila kedua-dua ibubapa menyuruh sesuatu perkara kepada anaknya, maka menjadi kewajipan ke atas anak itu mentaatinya selagimana suruhan itu dalam perkara yang bukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Imam Tarmizi meriwayatkan daripada ibnu Umar ra katanya: "Saya ada seorang isteri yang saya amat kasih, tetapi ayah saya membencinya dan menyuruh aku menceraikannya, lalu aku enggan. Aku mengadu kepada Rasulullah saw, lalu baginda saw bersabda: " Wahai Abdullah ibnu Umar! Ceraikan isterimu itu." (Hadith Hasan lagi Sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra katanya: "Seorang lelaki datang kepada Nabi saw lalu berkata: "Siapa yang paling berhak untuk aku melakukan ihsan dalam persahabatan dengannya?" Nabi saw menjawab: "Ibu kamu." Kemudian siapa lagi? Nabi menjawab: "Ibu kamu." Kemudian siapa lagi? Nabi menjawab: "Ibu kamu." Kemudian siapa lagi? Nabi menjawab: "Bapa kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadith ini menunjukkan kasih kepada ibu 3 kali ganda melebihi kasih kepada bapa kerana Nabi saw menjawab tiga kali ibu dan bapa disebut yang keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak dikhususkan 'birrul walidaini' hanya kepada ibubapa yang muslim sahaja, bahkan wajib berbuat baik kepada kedua-duanya sekalipun mereka kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Termasuk yang dimaksudkan 'ihsan' kepada kedua-dua ibubapa ialah apabila tidak sampai ke tahap jihad menjadi fardhu ain, ia mestilah mendapat keizinan daripada ibubapa untuk keluar berjihad; tidak boleh keluar berjihad kalau ibubapa tidak memberi izin. Ini berdasarkan hadith yang sahih yang diriwayatkan daripada Abdullah ibnu Umar ra katanya: "Telah datang seorang lelaki kepada Nabi saw meminta izin untuk berjihad, maka Nabi saw bertanya: "Adakah kedua ibubapamu masih hidup?" Dia menjawab masih hidup, lalu Nabi saw bersabda: "Maka untuk kedua-dua ibubapamu hendaklah kamu berjihad." (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat yang lain lelaki tadi menjawab: "Ya, masih hidup dan aku meninggalkannya dalam keadaan kedua-duanya menangis. Nabi saw bersabda: "Pergi kamu, maka usahakan supaya kedua-duanya ketawa sebagaimana kamu telah membuat kedua-duanya menangis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain lagi.... Nabi saw bersabda: "Tidur kamu bersama kedua ibubapa kamu di atas tilamnya lalu kamu berusaha menjadikan kedua-duanya ketawa dan kamu pula bergurau senda dengan mereka lebih afdhal daripada kamu berjihad bersama aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ulama' berselisih adakah apabila ibubapa musyrik diperlukan keizinan daripada kedua-duanya untuk berjihad (jihad kifayah)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Thauri berpendapat perlu, tetapi Imam Syafei berpendapat tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sebagai penyempurna dalam 'birrul walidaini' ialah menghubungkan silaturrahim dengan mereka yang pernah bersahabat dengan ibubapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat untuk direnung oleh anak-anak yang beribu dan berbapakan da'ie -para pendakwah- di jalan Allah swt. Jangan lupa hukum dalam melakukan dakwah dan jihad, nanti antum juga yang menyesal suatu hari nanti. Ingatlah kisah 'Alqamah yang tidak mampu mengucap syahadah dek kerana dia melebihkan si isterinya daripada ibu sendiri. Ibunya memendam rasa di hati, namun tidak diluahkan... Bagaimana ibu-ibu dan bapa-bapa yang kini berada dalam bahtera dakwah yang diketahui kebaikannya tiba-tiba anak sendiri yang mengherdik dan merendahkannya; bukankah itu menderhaka namanya??? Fikir-fikirkanlah di atas iman dan amal kata sahabat kita dari Jamaah Tabligh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Sila rujuk - al-Jaami' Li Ahkaamil Quran oleh Imam al-Qurthubi, jilid ke5, m/s 155-157,  cetakan ke6 tahun 1996 Darul Kutub al-Ilmiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-1630538224146329721?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/1630538224146329721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=1630538224146329721&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/1630538224146329721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/1630538224146329721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/11/apa-makna-ihsan-kepada-ibubapa.html' title='Apa makna IHSAN kepada ibubapa?'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Su5iaoN2NAI/AAAAAAAAAPk/ioiljnmwzIM/s72-c/2998.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8670113541907725407</id><published>2009-10-31T22:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T22:15:05.798-07:00</updated><title type='text'>Tanda Al-Quran pada tubuh bayi</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;         &lt;div class="post-2275 page hentry category-uncategorized post" id="post-2275"&gt;      &lt;h2&gt;       Di Rusia, seorang bayi 9 bulan mempunyai tubuh yang tertulis ayat2 Al-Quran. Ayat-ayat ini berubah setiap 2 minggu..subhanallaahh....&lt;/h2&gt;      &lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://hikmatun.wordpress.com/2009/10/20/bayi-bersama-tanda-lahir-ayat2-alquran-yang-berubah2-dua-kali-seminggu/"&gt;http://hikmatun.wordpress.com/2009/10/20/bayi-bersama-tanda-lahir-ayat2-alquran-yang-berubah2-dua-kali-seminggu/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;                &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8670113541907725407?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8670113541907725407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8670113541907725407&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8670113541907725407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8670113541907725407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/10/tanda-al-quran-pada-tubuh-bayi.html' title='Tanda Al-Quran pada tubuh bayi'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-5797033638158807309</id><published>2009-10-31T20:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T21:35:01.581-07:00</updated><title type='text'>Enaknya biskut.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Su0EE9yRJzI/AAAAAAAAAPc/74kFj4S3jIU/s1600-h/CIMG1175.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Su0EE9yRJzI/AAAAAAAAAPc/74kFj4S3jIU/s400/CIMG1175.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398976011638482738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini 1/11/2009 saya dihadiahkan oleh seorang sahabat yang pulang dari Turki biskut yang enak lagi rangup... Yang menariknya ialah namanya IKRAM... Siapa yang rasa dia akan tahu, tiada siapa yang mampu menerangkan tentang rasa, bukan gituu...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka di sebalik namanya itu ada sesuatu yang tersirat dari yang tersurat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar Walillahil Hamd...&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-5797033638158807309?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/5797033638158807309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=5797033638158807309&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5797033638158807309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5797033638158807309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/10/anugerah-allah-swt-dpt-biskut-yang-enak.html' title='Enaknya biskut.....'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Su0EE9yRJzI/AAAAAAAAAPc/74kFj4S3jIU/s72-c/CIMG1175.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-6618433336967556859</id><published>2009-10-24T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T23:23:58.015-07:00</updated><title type='text'>Gambar kenangan bersama SHB di Masjid Nabawi 22 Ramadan 1430</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPNfhhboPI/AAAAAAAAAPU/A3yTkctBipA/s1600-h/11092009091.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 400px; FLOAT: left; HEIGHT: 300px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396382719978217714" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPNfhhboPI/AAAAAAAAAPU/A3yTkctBipA/s400/11092009091.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPKXQ8iStI/AAAAAAAAAPM/41VS89ZMWMA/s1600-h/11092009091.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 400px; FLOAT: left; HEIGHT: 300px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396379279554661074" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPKXQ8iStI/AAAAAAAAAPM/41VS89ZMWMA/s400/11092009091.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPKF4V8T6I/AAAAAAAAAPE/WavhUhazBtc/s1600-h/11092009090.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 400px; FLOAT: left; HEIGHT: 300px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396378980892561314" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPKF4V8T6I/AAAAAAAAAPE/WavhUhazBtc/s400/11092009090.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar2 ini diambil selepas selesai berbuka puasa di dalam Masjid Nabawi pada maghrib 22 Ramadan 1430. SHB mudah bermesra dengan siapa sahaja yang beliau jumpa hingga sahabat arab yang menjamu makan itupun amat menghormatinya walaupun pertemuan itu amat singkat. Saya masih ingat sahabat arab itu menyebutkan.. "di mana sahaja aku berjumpa dengan kamu, kamu sentiasa didampingi oleh orang2 muda ....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SHB sesekali menyatakan beliau sakit belakang... saya lalu bertanya kalau2 dia berkehendakkan kerusi untuk bersolat... lantas beliau menjawab..." sekali aku guna kerusi, maka kemungkinan aku akan sentiasa perlu kepadanya nanti"... Dia suka mencabar dirinya melakukan sesuatu dengan 'azimah' @ kesungguhan dan sedaya mungkin tidak akan mengalah kepada penyakit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebahagian dari qudwah insan berjiwa besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"CONTOHILAH ORANG YANG TELAH PERGI KERANA KESUDAHANNYA SUDAH TERBUKTI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar Walillahil Hamd...&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-6618433336967556859?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/6618433336967556859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=6618433336967556859&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/6618433336967556859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/6618433336967556859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/10/gambar-kenangan-bersama-shb-di-masjid.html' title='Gambar kenangan bersama SHB di Masjid Nabawi 22 Ramadan 1430'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuPNfhhboPI/AAAAAAAAAPU/A3yTkctBipA/s72-c/11092009091.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-714662981308767483</id><published>2009-10-24T18:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T23:31:21.388-07:00</updated><title type='text'>Guruku _jasamu tak terbalas..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuOxxyQYViI/AAAAAAAAAOs/9aNPyVoxrJQ/s1600-h/Pic254.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 335px; FLOAT: left; HEIGHT: 230px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396352247382169122" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuOxxyQYViI/AAAAAAAAAOs/9aNPyVoxrJQ/s400/Pic254.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah sahaja yang mengetahui betapa sedihnya hati ini bila mengetahui berita pemergian ke rahmatullah guru kita SHB yang amat dekat di hati kita semua. Jasanya kepada kita tidak bertepi. Dia yang sering bertanya tentang kita sebelum kita bertanya tentang dia... Dia yang rungsingkan kita walaupun kesihatannya tidak seberapa. Semangat dakwahnya begitu utuh; riak wajahnya tidak pernah membayangkan kesakitan sekalipun lukanya amat mendalam. Dia sentiasa menawarkan khidmat untuk kita. Khidmat kita kepadanya amat kerdil walau puluhan ribu kita belanjakan untuknya. Wang ringgit boleh dicari ganti, namun jasanya kepada kita di sini tidak bertepi demi kelangsungan dakwah ini dengan izin Allah Azzawajalla..... Kehilangannya sukar dicariganti. Pengorbanannya di jalan dakwah ini menjadi contoh buat kita yang masih hidup.... semoga rohnya dihimpunkan bersama para anbiya', siddiqin, syuhada' dan solihin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنا لله و إنا إليه راجعون.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden"&gt; &lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden"&gt; &lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-714662981308767483?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/714662981308767483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=714662981308767483&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/714662981308767483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/714662981308767483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/10/guruku-jasamu-tak-terbalas.html' title='Guruku _jasamu tak terbalas..'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SuOxxyQYViI/AAAAAAAAAOs/9aNPyVoxrJQ/s72-c/Pic254.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8136411236718470669</id><published>2009-09-30T01:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T19:02:04.561-07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA SEORANG MUKMIN MENDAPATKAN KEMANISAN IMAN?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SsMdpS0FNkI/AAAAAAAAAOc/9uSeBDgNuZ0/s1600-h/yuyuyy7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 69px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SsMdpS0FNkI/AAAAAAAAAOc/9uSeBDgNuZ0/s400/yuyuyy7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387182174527370818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;"Tiga perkara yang apabila terdapat di dalam jiwa seseorang, maka dia akan merasai kemanisan Iman: Bahawa Allah swt dan RasulNya saw terlebih kasih kepadanya dari segala yg lain, Dia mencintai seseorang tiada lain kecuali kerana Allah swt, Dia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia benci dicampakkan ke dalam api."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (Hadis Riwayat al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj amali ini menetapkan tiga perkara dasar untuk mendapatkan kemanisan Iman.....&lt;br /&gt;1) Cinta yang murni khusus hanya untuk Allah swt dan RasulNya saw.&lt;br /&gt;2) Persaudaraan yg benar kepada jamaah kaum muslimin.&lt;br /&gt;3) Kebencian terhadap sumber-sumber kekufuran dengan segala macamnya dan menjauhi mereka yg sesat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(1)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cinta yang tulus hanya untuk Allah swt dan RasulNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim mesti bertanya dirinya sendiri kenapa cinta dan kesetiaan diserahkan hanya untuk Allah ta'ala dan RasulNya saw?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan faktor-faktor berikut:&lt;br /&gt;Kerana Allah swt satu-satunya sang pencipta bagi seluruh alam ini; termasuk manusia dan jin.&lt;br /&gt;Kerana Allah swt telah menganugerahkan ke atas seluruh makhlukNya nikmat sama ada yang zahir maupun batin.&lt;br /&gt;Kerana Dia-lah Allah swt yang menundukkan seluruh makhlukNya untuk kemaslahatan manusia.&lt;br /&gt;Kerana Dia-lah Allah swt yang telah menetapkan hukum dan manhaj sesuai dengan kudrat manusia.&lt;br /&gt;Kerana Dia-lah Allah swt yang menjawab permohonan orang yang mengalami kesempitan sehingga terhindar ia dari mara bahaya dan keburukan dari manusia.&lt;br /&gt;Kerana seluruh makhluk memerlukan Allah swt dan Dia-lah satu-satunya tempat pergantungan dalam semua keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila rujuk......&lt;br /&gt;*Surah Ibrahim ayat:32-34 dan Surah an-Naml ayat:59-64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Menyerahkan rasa cinta kepada Rasulullah saw kerana dia adalah orang yang paling berhak mendapat cinta dan kesetiaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw merupakan orang yang paling berhak mendapatkan cinta dan kesetiaan kerana baginda adalah manusia yang sempurna yang terpelihara dari kesalahan dan suci dari perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan kepada Rasulullah saw merupakan ketaatan kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Kerana Sunnah Rasulullah saw menduduki tingkatan kedua dalam dasar hukum Islam selepas al-Quran.&lt;br /&gt;Kerana Rasulullah saw adalah 'qudwah hasanah' bagi orang-orang beriman.&lt;br /&gt;Kerana baginda saw telah melaksanakan amanah risalah dengan sempurna, memberi nasihat untuk seluruh ummah, telah berjihad di jalan Allah swt dengan jihad yang benar.... sehingga Islam tegak di Jazirah Arab sebagai Daulah Islam...&lt;br /&gt;Baginda saw berhak mendapatkan cinta dan kesetiaan kerana baginda adalah penerang yang memberi cahaya kepada seluruh alam semesta dengan izin Allah swt, baginda adalah pencetus kasih sayang Allah yang memberikan petunjuk kepada manusia... Maha Benar firman Allah swt yang telah disampaikan dalam salah satu ayatNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah saw suri teladan yang baik bagimu, iaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah swt dan hari akhirat dan dia banyak mengingati Allah swt (berzikir)." (Surah al-Ahzab ayat: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Surah al-Ahzab ayat: 45-46, Surah al-Anbiya' ayat: 107, Surah al-Qalam ayat: 4, Surah Ali Imran ayat: 31 dan Surah an-Nisa' ayat: 65&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah itu semua menjadikan Rasulullah saw sebagai manusia termulia, terhormat dan terunggul, sentiasa berada dalam kebaikan.... Sesungguhnya Allah swt telah mengangkat darjat baginda saw di alam semesta. Allah swt menjadikan Rasulullah saw sebagai pemimpin seluruh generasi manusia dan baginda saw telah dimuliakan Allah swt di atas seluruh manusia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kasih sayang Allah swt terlimpah kepada Al-Bushiri ketika beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya kemuliaan Rasulullah saw tidak terbatas,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada orang yang mampu menggambarkan kemuliaannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Puncak ilmu manusia hanya mengatakan baginda saw adalah manusia biasa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Rasulullah saw adalah sebaik-baik makhluk yang Allah swt ciptakan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Berbagai hal yang dapat dirasakan oleh lautan cinta dan kebahagiaan yang indah bersama Rasulullah saw&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita perhatikan setiap lembaran sejarah, maka akan kita dapati cerita-cerita tentang kehebatan generasi awal Islam. Mereka adalah para sahabat Rasulullah saw serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik... Pastinya kita akan memperolehi buah-buah yang manis dari rasa cinta dan ketaatan yang dilakukan oleh mereka terhadap Rasulullah saw...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pastinya kita dapat melihat bagaimana para sahabat mencium bau wangian hasil cinta kasih kepada Rasulullah saw dan bagaimana mereka merasai nikmat serta lazatnya iman.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada sebuah kisah yang cukup terkenal menyebutkan bahawa seorang pemuda bernama Junaid; dia dikenali sebagai seorang yang luas ilmunya dan kuat beribadat. Ketika dia merasakan dalam jiwanya kenikmatan dan kelazatan ibadat serta ketaatan, beliau lantas berkata dengan penuh kegembiraan, "Seandainya para raja mengetahui nikmat yang kami rasai pastilah mereka akan menghentam kami dengan pedang untuk merebut nikmat tersebut." Seolah-olah beliau ingin mengatakan, "Sesungguhnya para raja di dunia ini meskipun mereka merasai nikmatnya kekuasaan dan kerajaan, mereka belum pernah merasai nikmat hakiki yang diraih oleh orang-orang yang dicintai Allah swt ketika mereka sedang bermunajat kepada-Nya secara suci dan lurus serta ibadat mereka yang khusyuk."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bacalah kisah Tsauban maula Rasulullah saw sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Baghawi bahawa beliau sangat mencintai Rasulullah saw. Sehingga suatu hari dia datang kepada Rasulullah saw sedang raut wajahnya berubah. Maka Rasulullah saw lantas bertanya kepadanya: "Apa yang membuatmu kelihatan berubah?" Maka Tsauban menjawab: "Wahai Rasulullah saw ! aku tidak mengalami apa-apa penyakit atau terluka, ini disebabkan apabila aku tidak melihatmu aku merasakan diriku mengalami kekeringan yang amat sangat (dan ia tidak akan hilang) sehingga aku dapat bertemu denganmu. Kemudian setelah melihatmu maka aku teringat negeri akhirat dan aku merasa takut apabila kelak tidak melihatmu, kerana darjatmu diangkat bersama para nabi2. Sedang diriku apabila aku masuk syurga maka kedudukanku berada di bawah kedudukanmu, sedangkan apabila aku tidak masuk syurga, maka aku tidak akan pernah melihatmu selamanya." Maka turunlah ayat Allah swt dari surah an-Nisa' ayat 69 bermaksud:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat dari Allah terdiri daripada para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang solih. Dan mereka itulah teman yang paling baik." &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Al-Baihaqi meriwayatkan bahawa ketika orang-orang kafir musyrikin membawa keluar Zaid bin Datsnah ra dari tanah haram untuk dibunuh dengan cara direjam dengan batu hingga mati dan diletakkan di bawah terik matahari bersama dengan Khubaib bin Adi al-Ansori. Kedua-duanya saling mewasiati tentang kesabaran dan tsabat terhadap siksaan serta kesukaran yang dihadapi. Kemudian Abu Sufyan -pada masa itu dia masih musyrik- berkata kepada Zaid: "Aku bertanyamu dengan bersumpah, demi Allah wahai Zaid... Apakah engkau suka apabila Muhammad sekarang berada di tempatmu untuk dipotong lehernya, sedangkan engkau aman di tengah keluargamu?" Maka Zaid menjawab: "Demi Allah! Aku tidak rela Muhammad saw sekarang sedang memijak duri sedangkan aku duduk bersenang linang di tengah keluargaku." Lantas Abu Sufyan berkata: "ما رأيت أحدا يحب أحدا كحب أصحاب محمد محمدا"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;"Aku tidak pernah melihat seorang yang mengasihi seorang yang lain seperti kasihnya sahabat Muhammad kepada Muhammad."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Al-Hafizh ar-Zarqani berkata... 'Dan disebutkan dalam satu riwayat yang lain... Sesungguhnya mereka bertanya kepada Khubaib sambil bersumpah dengan nama Allah swt, lalu Khubaib menjawab: "Demi Allah! Aku sekali-kali tidak suka apabila Rasulullah saw menjadi tebusanku meskipun itu hanya sebatang duri yang mencucuk di kaki baginda saw."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Zaid dan Khubaib radiallahu 'anhuma lebih memilih mati dari membiarkan Rasulullah saw tertimpa musibah sekalipun ia hanya kecederaan yang kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Al-Baihaqi dan Ibnu Ishaq meriwayatkan... Sesungguhnya Nusaibah binti Ka'ab Al-Ansori ra ketika bapanya, bapa saudara dan suaminya terbunuh sebagai syuhada' dalam perang Uhud, ketika mendapat berita kematian mereka beliau berkata: "Apa yang sedang berlaku kepada Rasulullah saw?" Yang dimaksudkan ialah tentang tentang keselamatan Rasulullah saw. Maka para sahabat berkata: "Segala puji bagi Allah, sesungguhnya baginda berada dalam keadaan selamat insyallah sebagaimana yang engkau inginkan." Maka Nusaibah berkata: "Perlihatkan baginda kepadaku hingga aku dapat melihatnya." Demi dilihat Rasulullah saw, maka Nusaibah berkata: "Semua musibah yang menimpa diriku -kematian 3 orang yang dikasihi- setelah dirimu adalah kecil wahai Rasulullah saw!" .....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ibnu Asakir meriwayatkan dengan sanad jayyid daripada Bilal bin Rabah ra ketika beliau tinggal di daerah Badariya -nama tempat dekat Syam- dia bermimpi melihat Nabi saw setelah wafatnya baginda. Dalam mimpi itu Rasulullah saw berkata kepada Bilal: "Betapa keringnya keadaan wahai Bilal? Maukah engkau sekarang datang mengunjungiku?" Maka Bilal bangun dalam keadaan sedih dan takut. Maka dia segera mengenderai kuda dan pergi menuju ke Madinah. Kemudian dia segera menuju ke maqam Nabi saw dan menangis sambil bercucuran air matanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kemudian Bilal pergi menemui Hasan dan Husain ra. Maka Bilal segera memeluk dan mencium mereka berdua. Berkatalah Hasan dan Husain kepada Bilal: "Kami sangat rindu ingin mendengar kembali azanmu yang pernah engkau kumandangkan dahulu semasa hayat Rasulullah saw di masjid." Maka di atas masjid tempat yang dahulu pernah digunakannya untuk mengumandangkan azan, Bilal berdiri. Tatkala Bilal meneriakkan azan &lt;i&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/i&gt;, bergoncanglah kota Madinah. Ketika Bilal mengucapkan &lt;i&gt;asyhadu alla ilaha illallahu&lt;/i&gt;, maka Kota Madinah semakin hiruk pikuk. Dan ketika sampai kepada lafaz &lt;i&gt;asyhadu anna Muhammadar Rasulullah&lt;/i&gt; maka keluarlah kaum wanita dari lorong-lorong di Madinah seraya berteriak dan berkata: "Mungkinkan Rasulullah saw kembali dibangkitkan dari kuburnya?" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dan hari itu menyaksikan kaum lelaki dan wanita paling ramai keluar menangis kerana rindu dan cinta kepada Rasulullah saw....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8136411236718470669?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8136411236718470669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8136411236718470669&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8136411236718470669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8136411236718470669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/09/bagaimana-seorang-mukmin-mendapatkan.html' title='BAGAIMANA SEORANG MUKMIN MENDAPATKAN KEMANISAN IMAN?'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SsMdpS0FNkI/AAAAAAAAAOc/9uSeBDgNuZ0/s72-c/yuyuyy7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3105994961961229853</id><published>2009-09-21T15:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-21T16:45:53.093-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SrgOa287E1I/AAAAAAAAAOU/Q0RsYWiNMJU/s1600-h/44555.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 272px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SrgOa287E1I/AAAAAAAAAOU/Q0RsYWiNMJU/s400/44555.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384069209111860050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SEMOGA IBADAT KITA SEMUA DIMAQBULKAN OLEH ALLAH SWT &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&amp;amp; SEMOGA BEKALAN TAQWA YANG DIPEROLEHI SEPANJANG RAMADAN DAPAT MEMANDU KITA SEPANJANG 11 BULAN MENDATANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;a href="http://www.islamonline.net/e-cards/arabic/cardpick.asp" target="_blank"&gt;sila ke web di bawah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.islamonline.net/e-cards/arabic/cardpick.asp" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;a href="http://www.islamonline.net/e-cards/arabic/ViewCard.asp?hPassword=RSSELX" target="_blank"&gt;http://www.islamonline.net/e-&lt;wbr&gt;cards/arabic/ViewCard.asp?&lt;wbr&gt;hPassword=RSSELX&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt; &lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(90, 65, 2);font-family:Comic;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3105994961961229853?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3105994961961229853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3105994961961229853&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3105994961961229853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3105994961961229853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya.html' title='SELAMAT HARI RAYA'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SrgOa287E1I/AAAAAAAAAOU/Q0RsYWiNMJU/s72-c/44555.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-5053355413342994889</id><published>2009-09-07T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T21:32:04.497-07:00</updated><title type='text'>Puasalah Nescaya Kamu Jadi Sihat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SqXYFt_KfGI/AAAAAAAAAOM/g_gafJ0pe3w/s1600-h/545-1_bm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SqXYFt_KfGI/AAAAAAAAAOM/g_gafJ0pe3w/s400/545-1_bm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378942922719394914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;صوموا تصحوا&lt;br /&gt;"Berpuasalah kamu, nescaya kamu akan jadi sihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat sahaja kepada saranan Rasulullah saw di atas betapa baginda amat prihatin terhadap kesihatan umatnya. Dengan berpuasa kita akan sihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hikmat yang besar mengapa Allah swt mewajibkan setiap muslim berpuasa sebulan Ramadhan. Allah swt yang menciptakan insan, Dia maha mengetahui apa yang baik dan apa yang memudharatkan insan. Dalam setahun insan perlu berpuasa selama sebulan (sama ada 29 @ 30 hari). Alat pencernaan insan perlu direhatkan dalam tempoh yang tertentu untuk mengembalikan kecergasannya; seumpama motosikal yang kita tunggang juga perlu di'service' dalam masa yang ditentukan. Hayat motosikal tidak akan lama kalau ditunggang tanpa service. Hal yang sama berlaku kepada makhluk bernama insan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syahid Hasan al-Banna (ISHAB) pernah menyebutkan: الصحة تاج المرء&lt;br /&gt;"Kesihatan itu adalah mahkota seseorang."  Akan hilang keselesaan dan keceriaan bila seseorang terkena penyakit dan insan itu akan belanjakan harta yang ada di dalam simpanannya untuk mengembalikan kesihatannya secepat yang boleh. Namun kebiasaannya bila terkena satu-satu penyakit sukar untuk kembali pulih seperti sediakala. Lihat saudara-saudara kita yang terkena angin ahmar... sukar dipulihkan melainkan mereka yang dirahmati Allah swt.&lt;br /&gt;Oleh itu menjaga lebih baik dari berubat. Maka puasa adalah salah satu method yang Allah swt fardhukan kepada insan muslim untuk menjaga dan memberi kesihatan sepanjang hayatnya insyallah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu A'lam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-5053355413342994889?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/5053355413342994889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=5053355413342994889&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5053355413342994889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/5053355413342994889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/09/puasalah-nescaya-kamu-jadi-sihat.html' title='Puasalah Nescaya Kamu Jadi Sihat'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SqXYFt_KfGI/AAAAAAAAAOM/g_gafJ0pe3w/s72-c/545-1_bm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-2526665192159080736</id><published>2009-09-05T17:03:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T17:08:03.767-07:00</updated><title type='text'>JOM BERSAMA MEMBANTU SAUDARA KITA</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;div style="font-size: 10pt; font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt; &lt;div style="font-size: 10pt; font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt; &lt;div style="font-size: 10pt; font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt; &lt;div style="font-size: 10pt; color: rgb(0, 0, 191); font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt; &lt;div&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="color:#bf5f00;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0); font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;img src="http://us.mg2.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f2307%5fAGhhk0UAAW0uSqDE%2fwWxpxgRsDk&amp;amp;pid=2&amp;amp;fid=Inbox&amp;amp;inline=1" height="416" width="588" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klik, muat turun &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.scribd.com/share/upload/15037487/11qi5vbmfcqfm379dhhl"&gt;brosur&lt;/a&gt;1 &amp;amp; &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.scribd.com/share/upload/15037147/c8szh05ifajwg9663k2"&gt;brosur&lt;/a&gt;2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rujukan Kami&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; : &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Q-&lt;span&gt;10-3-10&lt;/span&gt;-27-04(30) 2009&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;" lang="FI"&gt;&lt;strong&gt;Tarikh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-style: normal;" lang="FI"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;06 Ogos 2009 / 13 Syaaban 1430H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#7f003f;"&gt;Kepada :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span&gt;                            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Yang Berbahgia/Dato’ /Datin/Tuan/ Puan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;" lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#7f003f;"&gt;PER: TAJAAN BERBUKA PUASA &amp;amp; SEDEKAH KEPADA YANG LEBIH MEMERLUKAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#7f003f;"&gt;Semoga tuan/puan berada dalam lindungan Allah SWT dan diberi kesihatan dan kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#7f003f;"&gt;Ramadhan menjenguk lagi. Dan kedatangannya memang dinanti. Inilah masa yang paling sesuai untuk merebut ganjaran pahala yang berlipat kali ganda tanpa diganggu-gugat oleh syaitan dan iblis, hanya nafsu yang perlu dikawal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: gray; font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: gray;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;F&lt;span&gt;irman Allah SWT yang bermaksud: {&lt;span&gt;Bulan Ramadhan&lt;/span&gt;, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelas an mengenai petunjuk itu dan pembeza (di antara yang hak dan yang batil)}. [Al-Baqarah: 185]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: gray;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span&gt;Ibadat&lt;/span&gt; memberi makan bagi orang yang berbuka, akan menjadi asas kepada banyak ibadat-ibadat lain, rahmat dan &lt;span&gt;kasih sayang&lt;/span&gt; terhadap sahabat yang diberi makan, akan melahirkan majlis para solihin, yang mengharapkan pahala di atas ketaatan, yang dikuatkan dengan makanan yang disedekahkan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: gray; font-family: Wingdings;" lang="SV"&gt;&lt;span&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: gray;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;F&lt;span&gt;irman Allah SWT: Maksudnya: {Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, &lt;span&gt;anak yatim&lt;/span&gt; dan orang yang ditawan. (Mereka berkata:) Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keredhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan dia memberi balasan kepada mereka kerana kesabaran mereka (dengan) syurga dan (pakaian) sutera.} [Al-Insan: 8-12].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: gray;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span&gt;Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia&lt;/span&gt; (JIM) akan menganjurkan projek rayuan Ramadhan dan sedekah kali ke 11 untuk membantu umat Islam yang ditindas, ditimpa &lt;span&gt;bencana alam&lt;/span&gt;, dilupakan dan mereka yang berjihad di jalan Allah SWT. Antaranya di Sudan, Palestin, Mindanao, Selatan Thailand, Afghanistan, Sri Lanka, Indonesia, Kemboja, &lt;span&gt;Hidayah&lt;/span&gt; Centre dan lain-lain. Kami amat mengharapkan penyertaan umat Islam di Malaysia dalam menjayakan projek ini. Hasil sumbangan tuan/puan akan diagihkan bagi membantu mereka yang memerlukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;Sabda Rasulullah SAW sewaktu menaiki mimbar di Madinah: Maksudnya: "Sangat malang, orang yang berkesempatan melalui Ramadhan tetapi tidak diampunkan dosanya". [HR: Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;&lt;span&gt;Oleh itu, janganlah kita melepaskan peluang yang hanya datang sekali dalam setahun. Marilah kita bertekad dan berazam untuk memperuntukkan waktu dan masa kita dengan amal ibadat bagi merebut peluang ganjaran pahala yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Bersama-sama ini disertakan brosur untuk edaran di tempat tuan/puan. Sebarkanlah kepada rakan, sahabat dan kenalan di pejabat atau kepada individu yang dikenali.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Untuk makluman, brosur ini boleh juga didapati dari &lt;span&gt;laman web&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://rayuan-ramadhan.jim.org.my/"&gt;http://rayuan- ramadhan. jim.org.my/&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;Segala amal yang baik harus didokongi kerana ianya adalah amalan yang soleh dan diberkati Allah. Semoga segala sumbangan kita pada bulan Ramadhan yang mulia ini diterima sebagai amal soleh demi mendapat keredhaan dan keampunan Ilahi serta pembuka jalan bagi kita ke pintu syurga. Dan semoga Allah memberkati usaha kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;&lt;span style="color: red;" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;Kasihilah untuk saudara kita apa yang kita kasihi untuk diri kita sendiri…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;table style="border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border: medium none rgb(236, 233, 216); background-color: transparent;" valign="top" width="391"&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Sekian, wassalam.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;&lt;span lang="DE"&gt;Yang menjalankan amanah,&lt;span&gt;                                           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;(HJ. IBRAHIM BIN MOHAMAD)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;Pengarah Program &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;color:#7f003f;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Rayuan Ramadhan / Sedekah JIM 1430H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;+&lt;span&gt;60341053159&lt;/span&gt; @ +&lt;span&gt;6041089669&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0); font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0); font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;TARIKH TAMAT: 19 RAMADHAN 1430H / &lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;09 SEPTEMBER 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0); font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0);"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;(Penyertaan yang diterima selepas tarikh tutup dimasukkan sebagai sedekah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-family: bookman old style,new york,times,serif;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0);"&gt;&lt;span style="color:#bf5f00;"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;&lt;span style="color:#7f3f00;"&gt;&lt;span style="color:#7f003f;"&gt;Terima kasih diucapkan kepada semua penderma budiman yang telah menghulurkan sumbangan kepada mereka yang lebih memerlukan. Mudah-mudahan sumbangan kecil kita ini dapat mengurangkan keperitan, kesusahan dan kesengsaraan umat Islam yang lebih memerlukan ini. Dan semoga Allah meredhai serta memberkati amal soleh anda &lt;/span&gt;ini.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0);"&gt;&lt;span style="color:#bf5f00;"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: blue;"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 63, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style';"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family:bookman old style, new york, times, serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style';"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-family: 'Bookman Old Style';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(0, 0, 191); font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(0, 0, 191); font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: rgb(127, 0, 127); font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;F&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: blue; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://asmawati.com/gambar/Donation_icon.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:bookman old style, new york, times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: red; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;Sumbangan boleh dibuat melalui PO/MO/Cek/Tunai yang dideposit ke akaun:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;span style="border-bottom: medium none;"&gt;Bank Muamalat &lt;span&gt;Malaysia Berhad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 1403-0000391- 713&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;span style="border-bottom: medium none;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="border-bottom: medium none;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bank Islam Malaysia Berhad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1211-3010005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-797&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;Semua pembayaran atas nama "&lt;strong&gt;Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia&lt;/strong&gt;". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;Pembayaran juga boleh dibuat secara online di &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://jim.org.my/e-bazaar/index.php?main_page=product_info&amp;amp;cPath=6&amp;amp;products_id=16"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;JIM e-bazaar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;Sila hantarkan atau fakskan bank in slip sumbangan saudara/i kepada:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;strong&gt;SEKRETARIAT RAYUAN RAMADHAN 1430H&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;PERTUBUHAN JAMAAH ISLAH MALAYSIA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;LOT 300.2, LORONG SELANGOR,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;PUSAT BANDAR MELAWATI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;53100 KUALA LUMPUR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;strong&gt;No Faks: +&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;60341071754&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; @ +&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;60341086319&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;"&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff007f;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;A &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;I&lt;/span&gt; &lt;span style="background-color: rgb(255, 0, 0);" &gt;MAKNA RAMADHAN&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;G&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;R&lt;/span&gt;"&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:bookman old style, new york, times, serif;color:#000000;"&gt;Sekian, wassalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: 'Bookman Old Style';" lang="FI"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Sekretariat Rayuan Ramadhan 1430H&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Lot 300.2, Lorong Selangor,&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pusat Bandar Melawati,&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;53100 Kuala Lumpur. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Website&lt;strong&gt;: &lt;/strong&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://rayuan-ramadhan.jim.org.my/blog/"&gt;&lt;span style="color:#810081;"&gt;&lt;strong&gt;http://rayuan- ramadhan. jim.org.my/ blog/&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Emel:&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:ramadhan-qurban@jim.org.my" target="_blank" href="mailto:ramadhan-qurban@jim.org.my"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;ramadhan-qurban@ jim.org.my&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Phone&lt;strong&gt;: +&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;60341053159&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; @ +&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;60341089669&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-2526665192159080736?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/2526665192159080736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=2526665192159080736&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2526665192159080736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2526665192159080736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/09/jom-bersama-membantu-saudara-kita.html' title='JOM BERSAMA MEMBANTU SAUDARA KITA'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-3251435468656497330</id><published>2009-08-25T01:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T01:24:18.650-07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Sains</title><content type='html'>Oleh: syabab007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejam celik hari ini sudah masuk hari ke-3 kita berpuasa. Alhamdulillah Allah SWT masih lagi mengurniakan kita dua nikmat yang besar iaitu nikmat iman dan Islam. Serta masih diberikan kesempatan untuk meneruskan melakukan ibadah puasa di bulan yang penuh dengan keberkatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fitrahnya manusia memerlukan kepada puasa&lt;br /&gt;“Setiap manusia memerlukan kepada puasa sekalipun dia tidak sakit, kerana toksin-toksin makanan dan ubat berkumpul di dalam tubuh lalu menjadikannya seperti orang yang sakit dan memberatkannya, maka kecergasannya akan berkurang. Apabila seseorang berpuasa, dia akan akan terlepas daripada bebanan toksin-toksin berkenaan dan dia akan merasai kecergasan dan kekuatan yang tidak dialami sebelum itu.” (Dr. Mac Fedan – Ahli Perubatan Antarabangsa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada kata-kata Dr. Mac Fedan di atas, jelas kepada kita bahawa secara fitrahnya manusia sangat memerlukan suatu jangka masa untuk merehatkan tubuh badan daripada berterusan menerima toksin-toksin makanan dan ubat-ubatan. Ini kerana apabila ubat dan toksin berkumpul di dalam badan manusia akan menyebabkan badan menjadi lemah dan kecergasan seseorang akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ramadhan yang panas terik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan daripada perkataan ‘ramadho’ yang membawa maksud panas yang terik. Di dalam Islam bulan Ramadhan merupakan bulan yang ke-9 di dalam kalendar hijrah. Puasa telah difardhukan kepada seluruh umat Islam semenjak tahun ke-2 hijrah sehingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya pada bulan ini cuacanya sangat panas. Bersempena dengan nama tersebut, semoga Ramadhan akan membakar dan melebur segala dosa yang telah dilakukan oleh orang yang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelebihan bulan Ramadhan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bulan untuk berpuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Quran diturunkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa agung ini berlaku pada 17 Ramadhan ketika Nabi Muhamad SAW berusia 40 tahun semasa baginda sedang berkhulwah di Hira’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bulan kemenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berlakunya kemenangan yang terbesar yang berjaya dicapai oleh umat Islam ialah didalam peperangan Badar al-Kubra. Peristiwa ini berlaku pada 17 Ramadhan, hari Jumaat tahun 2H iaitu tahun pertama disyariatkan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Seperti yang kita sedia maklum Allah SWT telah mengurniakan kemenangan kepada umat Islam walaupun bilangan tentera Islam hanya berjumlah 313 orang berbanding orang kafir seramai 1300 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi peristiwa agung berlaku pada bulan Ramadhan ialah berlakunya peristiwa ‘Fathul Makkah’. Ianya berlaku dalam bulan Ramadhan tahun ke 8H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penuh dengan keberkatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan satu bulan yang disebut ‘permulaan adalah rahmat, pertengahannya keampunan dan akhirnya dijauhkan daripada api neraka'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulallah S.A.W bersabda apabila bulan Ramadhan telah datang maka dibuka lah pintu-pintu syurga ditutuplah pintu-pintu neraka dan diikat lah semua syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bulan penghapus dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah dari Nabi SAW sabdanya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan beriman dan mengharap keredhaan Allah nescaya akan diampunkan dosa-dosanya pada masa-masa lalu.” (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bulan tarbiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan mendidik umat Islam supaya menjadi hamba yang bersabar. Juga mendidik hambaNya kearah melakukan kebaikan serta mendidik hamba menjadi insan yang soleh dengan istiqamah menjaga seluruh anggota daripada melakukan perkara yang tidak disukai oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malam Lailatul qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umat Nabi Muhamad SAW merupakan umat yang sangat istimewa kerana dikurniakan satu malam yang mempunyai pahala melebihi 1000 bulan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bulan taqwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan amalan yang dianjurkan dilakukan pada bulan puasa secara istiqamah seperti qiamulail, bertadarus al-quran dan solat tarawikh Allah SWT akan mengurniakan taqwa kepada hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa perlu berbuka dengan kurma?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbuka puasa Islam menganjurkan umatnya agar berbuka dengan buah tamar dan air. Kurma akan memberikan tenaga dengan cepat kepada badan. Apabila kita menyoroti kisah Maryam ibu Nabi Isa AS, Maryam telah bersandar pada pangkal pokok kurma di saat merasa sakit melahirkan anak. Lalu Allah SWT telah mengutuskan malaikat untuk memberitahu supaya digoncangkan pohon kurma untuk mendapatkan kurma yang masak. Daripada kisah ini dapat kita membuat kesimpulan bahawa kurma boleh membekalkan tenaga kepada Maryam tatkala merasa sakit untuk melahirkan Nabi Isa AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurma juga bertepatan dengan sunnah Nabi SAW. Kurma merupakan buah yang sangat berkat untuk dimakan. Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada umatnya untuk berbuka dengan kurma pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud;&lt;br /&gt;“Apabila seseorang dari kalangan kamu berbuka, maka hendaklah dia berbuka dengan tamar. Jika dia tidak ada, maka hendaklah dia berbuka dengan air kerana ia adalah penyuci."(Diriwayatkan oleh Abu Daud, kitab Puasa, nombor 2355 dan At-Tirmizi, kitab Sedekah, nombor 658)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, sesungguhnya Nabi SAW berbuka puasa dengan beberapa ruthab sebelum solat, kalau tidak ada ruthab, maka dengan beberapa kurma matang, kalau tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kurma makanan kesihatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jelas disebalik sunnah Nabi SAW mengandungi manfaat yang banyak untuk kesihatan. Itulah sebabnya Rasulullah SAW memilih kurma berbanding makanan lain untuk berbuka puasa. Ini tidak lain dan tidak bukan ialah kerana kurma mempunyai kandungan yang baik untuk kesihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat dari sudut sains pula apabila saat untuk berbuka, organ-organ pencernaan mula aktif dan perlu diberikan sesuatu yang lembut. Ini akan menyebabkan organ-organ pencernaan memulakan kerjanya dengan perlahan-perlahan untuk terus mencernakan makanan yang lebih berat. Sebagai contoh di dalam kehidupan seharian, untuk melicinkan pergerakan sesebuah kenderaan ianya perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum bergerak. Ianya juga bertujuan untuk memastikan hayat kenderaan lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan tubuh badan kita. Kesihatan sangat diperlukan untuk memudahkan melakukan ibadah bukan sahaja di bulan Ramadhan. Seperti kata pepatah arab berbunyi “al-aqlus salim fil jismi ssalim” yang bermaksud: ‘aqal yang sihat lahirnya daripada badan yang sihat’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kurma menghilangkan lapar dan dahaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keadaan orang yang sedang berpuasa sangat memerlukan makanan yang mempunyai gula yang mudah dicerna dan yang boleh menghilangkan rasa lapar. Nutrisi makanan yang paling cepat dicerna dan sampai ke darah adalah gula khususnya makanan yang mengandungi satu atau dua zat gula (glukosa atau sukrosa). Ini kerana tubuh mampu menyerap dengan mudah dan cepat zat gula hanya dalam beberapa minit. Apatah lagi jika perut sedang kosong, seperti orang yang berpuasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencari makanan yang boleh menyamai dua kandungan sekaligus (menghilangkan lapar dan dahaga), maka kita tidak akan menjumpai makanan yang lebih baik daripada apa yang disarankan oleh Nabi SAW. Iaitu kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kandungan gula dalam kurma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kajian yang dibuat, menyatakan bahawa satu bahagian kurma yang dimakan menyamai 86-87% beratnya mengandungi 20-24% air, 70-75% gula, 2-3% protein. Manakala mengandungi hanya 8.5% serat. Berdasarkan penelitian, juga ditemui bahawa ruthab (kurma segar) mengandungi 65-70% air berdasarkan berat bersihnya, 24-58% zat gula, 1.2-2% protein dan 2.5% serat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://abuaiman786.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-3251435468656497330?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/3251435468656497330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=3251435468656497330&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3251435468656497330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/3251435468656497330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/puasa-dan-sains.html' title='Puasa dan Sains'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-761789743212512213</id><published>2009-08-18T20:21:00.003-07:00</published><updated>2009-08-22T22:40:48.283-07:00</updated><title type='text'>Renungan Ramadhan - ISHAB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SpDVoszY5JI/AAAAAAAAAN8/PDHDUiPfuuk/s1600-h/img_small_372.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SpDVoszY5JI/AAAAAAAAAN8/PDHDUiPfuuk/s400/img_small_372.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373029250651186322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita panjatkan puji syukur ke hadrat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya serta siapa saja yang menyeru kepada dakwahnya hingga hari kiamat. &lt;p&gt;Wahai Ikhwan yang mulia….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah yang diberkati dan baik:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramadhan adalah bulan perasaan dan rohani serta saat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sejauh yang saya ingat, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebahagian Salafush Shalih mengucapkan selamat tinggal kepada sebahagian lain sampai mereka berjumpa lagi dalam shalat ‘Id. Yang mereka rasakan adalah ini bulan ibadah, bulan untuk melaksanakan &lt;em&gt;shiyam&lt;/em&gt; (puasa) dan &lt;em&gt;qiam&lt;/em&gt; (shalat malam) dan kami ingin menyendiri hanya dengan Tuhan kami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikhwan sekalian…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya saya berupaya untuk mencari kesempatan untuk mengadakan kajian Selasa pada bulan Ramadhan, tetapi saya tidak mendapatkan waktu yang sesuai. Jika sebahagian besar waktu selama setahun telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang Al-Qur’an, maka saya ingin agar waktu yang ada di bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk melaksanakan hasil dari kajian-kajian tersebut. Apalagi, banyak di antara ikhwan yang melaksanakan shalat tarawih dan memanjangkannya, sampai mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara mengkhatamkan Al-Quran yang indah. Jibril biasa membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an daripada Nabi saw sekali dalam setahun. Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan sifat dermawan baginda ini paling menonjol terlihat pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an baginda. Baginda lebih dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang bertiup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebiasaan membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an ini terus berlangsung sampai pada tahun ketika Rasulullah saw. diberi pilihan untuk menghadap kepada &lt;em&gt;Ar-afiq Al-A’la&lt;/em&gt; (Allah swt. — pen.), maka ketika itu Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dua kali. Ini merupakan isyarat bagi Nabi saw. bahawa tahun ini merupakan tahun terakhir baginda hidup di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikhwan sekalian….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah saw. pernah bersabda tentangnya;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;ا&lt;/em&gt;لصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa ‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanya memberikan syafaat”.&lt;/em&gt; (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Wahai Ikhwan…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dalam diri saya terdetik satu pemikiran yang ingin saya bicarakan. Kerana kita berada di pintu masuk bulan Puasa, maka hendaklah pembicaraan dan renungan kita berkaitan dengan tema bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Ikhwan sekalian…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Kita telah berbicara panjang lebar tentang sentuhan perasaan cinta dan persaudaraan yang dengannya Allah telah menyatukan hati-hati kita, yang salah satu yang paling terasa adalah terjadinya pertemuan ini kerana Allah. Bila kita tidak akan berjumpa dalam masa empat minggu atau lebih, maka bukan bererti bara perasaan ini akan padam atau hilang. Kita tidak mesti melupakan prinsip-prinsip luhur tentang kemuliaan dan persaudaraan kerana Allah, yang telah dibangun oleh hati dan perasaan kita dalam majlis yang baik ini. Sebaliknya, saya yakin bahawa ia akan tetap menyala dalam jiwa sampai kita berjumpa kembali setelah masa terluang pada bulan Ramadhan yang mulia ini, insyaAllah. Jika ada salah seorang dari Anda melaksanakan shalat pada malam Rabu, maka saya berharap agar ia mendoakan kebaikan untuk ikhwannya. Jangan Anda lupakan ini! Kemudian saya ingin Anda selalu ingat bahawa jika hati kita merasa dahaga akan perjumpaan ini selama minggu-minggu tersebut, maka saya ingin Anda semua tahu bahawa dahaganya itu akan dipuaskan oleh mata air yang lebih utama, lebih lengkap, dan lebih tinggi, iaitu hubungan dengan Allah swt. yang merupakan cita-cita terbaik seorang mukmin bagi dirinya di dunia maupun akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Kerana itu, Ikhwan sekalian…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Hendaklah Anda semua berusaha agar hati Anda menyatu dengan Allah swt. Pada malam-malam bulan mulia ini. Sesungguhnya puasa adalah ibadah yang dikhususkan oleh Allah swt. bagi diri-Nya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. la untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Ini wahai Ikhwah, mengisyaratkan bahawa setiap amal yang dilaksanakan oleh manusia mengandung manfaat lahiriah yang boleh dilihat, dan di dalamnya terkandung semacam bagian yang baik untuk diri kita. Kadang-kadang jiwa seseorang terbiasa dengan shalat, sehingga ia ingin melaksanakan banyak shalat sebagai habuan bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan zikir, sehingga ia ingin banyak berzikir kepada Allah sebagai habuan bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan menangis kerana takut kepada Allah, maka ia ingin banyak menangis kerana Allah sebagai habuan bagi dirinya. Adapun puasa, wahai Akhi, di dalamnya tidak terkandung apa pun selain larangan. Ia harus melepaskan diri dari bermacam keinginan terhadap apa yang menjadi habuan dirinya. Bila kita terhalang untuk berjumpa satu sama lain, maka kita akan banyak berbahagia kerana bermunajat kepada Allah swt. Dan berdiri di hadapan-Nya, khusus-nya ketika melaksanakan shalat tarawih.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Ikhwan sekalian…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Hendaklah senantiasa ingat bahawa Anda semua berpuasa kerana melaksanakan perintah Allah swt. Maka berusahalah sungguh-sungguh untuk selalu bersama dengan Allah pada bulan mulia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Ikhwan sekalian…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Ramadhan adalah bulan keutamaan. Ia mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah swt. Hal ini telah dinyatakan dalam kitab-Nya:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang haq dan yang batil).”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah:185)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Wahai Akhi, pada akhir ayat ini Anda mendapati: &lt;em&gt;“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 185)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Puasa adalah kemanfaatan yang tidak mengandung bahaya. Dengan penyempurnaan puasa ini, Allah swt. akan memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Jika Allah memberikan taufiq kepada Anda untuk menyempurnakan ibadah puasa ini dalam rangka mentaati Allah, maka ia adalah hidayah dan hadiah yang patut disyukuri dan selayaknya Allah di Agungkan atas kurnia hidayah tersebut. &lt;em&gt;“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu supaya kamu bersyukur.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 185)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Kemudian, lihatlah wahai Akhi, jelas dari semua ini;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah; 186)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Wahai Akhi…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Di sini Anda melihat bahawa Allah Yang Maha Benar meletakkan ayat ini di tempat ini untuk menunjukkan bahawa Dia swt. paling dekat kepada hamba-Nya adalah pada bulan mulia ini. Allah swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan. Mengenai hal ini terdapat beberapa ayat dan hadis. Nabi saw. bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِل وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaitan-syaitan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang Maha Benar swt “Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!’”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Akhi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pintu-pintu syurga dibuka kerana manusia berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah dan taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Syaitan-syaitan dibelenggu, kerana manusia akan beralih kepada kebaikan, sehingga syaitan tidak mampu berbuat apa-apa. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan masa-masa kemuliaan yang diberikan oleh Allah  swt. agar orang-orang yang berbuat baik menambah kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat mencari kurnia Allah swt. sehingga Allah mengampuni mereka dan menjadikan mereka hamba-hamba yang dicintai dan didekatkan kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini adalah bahawa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan. Kerana itu Allah swt. mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam kitab-Nya.&lt;em&gt;” (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 185)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain bahawa Allah telah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka di bulan ini pula Dia mewajibkan puasa. Kerana puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual atas hakikat material dalam diri manusia. Ini bererti wahai Akhi bahawa jiwa, ruh dan akal manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani. Dalam keadaan seperti ini roh manusia berada di puncak kejernihannya kerana ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling bersedia untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah swt. Justeru itu bagi Allah, membaca Al-Qur’an merupakan Ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kesempatan ini, Ikhwan sekalian, saya akan meringkaskan untuk Anda semua pandangan-pandangan saya tentang kitab Allah swt., dalam kalimat-kalimat ringkas:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Ikhwan yang mulia…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tujuan-tujuan asasi dalam kitab Allah swt. dan prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan bagi petunjuk Al-Qur’an ada empat:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Perbaikan Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda mendapati bahawa Al-Qur’anul Karim banyak menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di dalam jiwa seorang mukmin, agar ia mampu mengambil manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahawa Allah swt. adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari akhir, agar setiap jiwa dihisab tentang apa saja yang telah dlkerjakan dan ditinggalkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Akhi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika Anda mengumpulkan ayat-ayat mengenai aqidah dalam Al-Qur’an, nescaya Anda mendapati bahawa keseluruhannya mencapai lebih dari sepertiga Al-Qur’an. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah, &lt;em&gt;“Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian; kerana itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 21-22)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Akhi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap kali membaca surah ini Anda mendapati kandungannya ini terpampan di hadapan Anda. Allah swt. juga berfirman dalam surat Al-Mukminun, &lt;em&gt;“Katakanlah, Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’ Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.”&lt;/em&gt; (Al-Mukminun: 84-90)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt. juga berfirman di surah yang sama, &lt;em&gt;“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.”&lt;/em&gt; (Al-Mukminun: 101-103)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt. juga berfirman, &lt;em&gt;“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kerana sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”&lt;/em&gt; (Az-Zalzalah: 1-8)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt. berfirman, &lt;em&gt;“Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?”&lt;/em&gt; (Al-Qari’ah: 1-3)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam surat lain Allah berfirman, &lt;em&gt;“Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu). Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.”&lt;/em&gt; (At-Takatsur: 1-4) Wahai Akhi, ayat-ayat ini menjelaskan hari akhirat dengan pen-jelasan gamblang yang bisa melunakkan hati yang keras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Pengaturan Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda juga membaca firman Allah swt. mengenai ibadah. &lt;em&gt;“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 43) &lt;em&gt;“…diwajib-kan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 183) &lt;em&gt;“…mengerjakan haji adalah kewa-jiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”&lt;/em&gt; (Ali-Imran: 97) Maka aku katakan kepada mereka, &lt;em&gt;“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”&lt;/em&gt; (Nuh: 10) Dan banyak lagi ayat-ayat lain mengenai ibadah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Pengaturan Akhlak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenai pengaturan akhlak, wahai Akhi, Anda biasa membaca firman Allah swt. &lt;em&gt;“Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya.”&lt;/em&gt; (Asy-Syams: 7-8)&lt;em&gt; “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.”&lt;/em&gt; (Ar-Ra’d:11) &lt;em&gt;“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang sabar kerana mencari ridha Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu),’ maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”&lt;/em&gt; (Ar-Ra’d: 19-24)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Akhi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda mendapati bahwa akhlak-akhlak mulia bertebaran dalam kitab Allah swt. dan bahwa ancaman bagi akhlak-akhlak tercela sangatlah keras. &lt;em&gt;“Dan orang-orang yang memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).”&lt;/em&gt; (Ar-Ra’d: 25)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah peraturan-peraturan tersebut, Ikhwan sekalian, sebenarnya, peraturan-peraturan itu lebih tinggi daripada yang dikenal oleh manusia, karena di dalamnya terkandung semua yang dikehendaki manusia untuk mengatur urusan masyarakat. Ketika mengupas sekelompok ayat, maka Anda mendapati makna-makna ini jelas dan gamblang. &lt;em&gt;“Seperempat Juz Khamr”&lt;/em&gt; yang diawali dengan &lt;em&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi”&lt;/em&gt; (Al-Baqarah: 219), mengandung lebih dari dua puluh lima hukum praktis: tentang khamr, judi, anak-anak yatim, pernikahan laki-laki dan wanita-wanita musyrik, haid, sumpah, ila’, talak, rujuk, khuluk, nafkah, dan hukum-hukum lainnya yang banyak sekali Anda dapatkan dalam seperempat juz saja. Hal ini kerana surat Al-Baqarah datang untuk mengatur masyarakat Islam di Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ikhwan tercinta…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendaklah Anda semua menjalin hubungan dengan kitab Allah. Bermunajatlah kepada Tuhan dengan kitab Allah. Hendaklah masing-masing dari kita memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang telah saya sebutkan ini, kerana itu akan memberikan manfaat yang banyak kepada Anda. Wahai Akhi. Insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat darinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad dan kepada segenap keluarga dan sahabatnya.&lt;/p&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-761789743212512213?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/761789743212512213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=761789743212512213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/761789743212512213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/761789743212512213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/renungan-ramadhan-ishab.html' title='Renungan Ramadhan - ISHAB'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SpDVoszY5JI/AAAAAAAAAN8/PDHDUiPfuuk/s72-c/img_small_372.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8315939604638301342</id><published>2009-08-17T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T03:32:08.457-07:00</updated><title type='text'>DOA MINTA DIHINDAR DARI WABAK PENYAKIT _H1N1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SokxXt4ch-I/AAAAAAAAANs/YKJ2hZl0ka0/s1600-h/doa+wabak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 318px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SokxXt4ch-I/AAAAAAAAANs/YKJ2hZl0ka0/s400/doa+wabak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370878314139125730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8315939604638301342?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8315939604638301342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8315939604638301342&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8315939604638301342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8315939604638301342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/doa-minta-dihindar-dari-wabak-penyakit.html' title='DOA MINTA DIHINDAR DARI WABAK PENYAKIT _H1N1'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SokxXt4ch-I/AAAAAAAAANs/YKJ2hZl0ka0/s72-c/doa+wabak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-8890828442063220674</id><published>2009-08-16T17:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T18:03:30.432-07:00</updated><title type='text'>KAD-KAD RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoirX3IKopI/AAAAAAAAANk/fh76gKHv3cw/s1600-h/img_small_1200.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 75px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoirX3IKopI/AAAAAAAAANk/fh76gKHv3cw/s400/img_small_1200.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370730982062858898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqwkuXyDI/AAAAAAAAANU/GC6hthoENpM/s1600-h/img_small_1196.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 75px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqwkuXyDI/AAAAAAAAANU/GC6hthoENpM/s400/img_small_1196.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370730307107932210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Kad-kad Ramadhan sebagai simbolik tanda kesyukuran kita kepada kedatangannya yang membawa kerahmatan .. bergembira dan tahniah kepada anda semua.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color: rgb(153, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqZiZHRjI/AAAAAAAAANM/EIYTqg7txko/s1600-h/img_small_1014.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqZiZHRjI/AAAAAAAAANM/EIYTqg7txko/s400/img_small_1014.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370729911344907826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqQoAy1fI/AAAAAAAAANE/pHJFTyh0FsU/s1600-h/img_small_606.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqQoAy1fI/AAAAAAAAANE/pHJFTyh0FsU/s400/img_small_606.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370729758234695154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqIBVu5YI/AAAAAAAAAM8/nCEiiS_HOMM/s1600-h/img_small_1009.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoiqIBVu5YI/AAAAAAAAAM8/nCEiiS_HOMM/s400/img_small_1009.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370729610414581122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soiq9sRBE6I/AAAAAAAAANc/vJWodqP7weM/s1600-h/img_small_1197.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 75px; height: 50px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soiq9sRBE6I/AAAAAAAAANc/vJWodqP7weM/s400/img_small_1197.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370730532470592418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soip-HbWrWI/AAAAAAAAAM0/aLnftHWY0og/s1600-h/img_small_1013.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soip-HbWrWI/AAAAAAAAAM0/aLnftHWY0og/s400/img_small_1013.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370729440250080610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soipz7I58OI/AAAAAAAAAMs/rWFxAsl_f7w/s1600-h/img_small_370.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soipz7I58OI/AAAAAAAAAMs/rWFxAsl_f7w/s400/img_small_370.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370729265152782562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soipg0mIhSI/AAAAAAAAAMc/AHhXEWhNIRQ/s1600-h/img_small_374.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Soipg0mIhSI/AAAAAAAAAMc/AHhXEWhNIRQ/s400/img_small_374.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370728936978810146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoippuAwn_I/AAAAAAAAAMk/y5-_c1TFqPI/s1600-h/img_small_372.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoippuAwn_I/AAAAAAAAAMk/y5-_c1TFqPI/s400/img_small_372.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370729089830264818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-8890828442063220674?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/8890828442063220674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=8890828442063220674&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8890828442063220674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/8890828442063220674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/kad-kad-ramadhan.html' title='KAD-KAD RAMADHAN'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SoirX3IKopI/AAAAAAAAANk/fh76gKHv3cw/s72-c/img_small_1200.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-2585561201652537029</id><published>2009-08-16T07:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T07:36:44.719-07:00</updated><title type='text'>AHLAN YA RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXri8wa8I/AAAAAAAAAMU/mjNRTPfuwD8/s1600-h/429_4-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXri8wa8I/AAAAAAAAAMU/mjNRTPfuwD8/s400/429_4-300x225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370568592522767298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXg06hrJI/AAAAAAAAAMM/cj7tItlPflg/s1600-h/9004772d3e2b3eb4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 189px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXg06hrJI/AAAAAAAAAMM/cj7tItlPflg/s400/9004772d3e2b3eb4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370568408366689426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXZI8Ef5I/AAAAAAAAAME/nNIV5iiwJmQ/s1600-h/5a8aafd6e79982d4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXZI8Ef5I/AAAAAAAAAME/nNIV5iiwJmQ/s400/5a8aafd6e79982d4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370568276302921618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SEMOGA RAMADHAN 1430H YANG BERKUNJUNG KALI INI AKAN MEMBAWA RAHMAT KEPADA KITA SEKALIAN. DOAKAN AGAR ALLAH SWT MEMBERI KEMUDAHAN KEPADA KITA MENYAMBUTNYA DENGAN LEBIH SEMPURNA...&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-2585561201652537029?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/2585561201652537029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=2585561201652537029&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2585561201652537029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2585561201652537029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/ahlan-ya-ramadhan.html' title='AHLAN YA RAMADHAN'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SogXri8wa8I/AAAAAAAAAMU/mjNRTPfuwD8/s72-c/429_4-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-4847470489109754725</id><published>2009-08-16T03:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T04:22:41.581-07:00</updated><title type='text'>Agenda Harian Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sofnpa7zI2I/AAAAAAAAAL0/fVaoJf_U3mU/s1600-h/429_4-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sofnpa7zI2I/AAAAAAAAAL0/fVaoJf_U3mU/s400/429_4-300x225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370515779453395810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu hari di bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. &lt;p&gt;Oleh kerana itu, agenda yang kita maksudkan di sini adalah merupakan rangkaian kegiatan yang rutin selama dua puluh jam, di mulai dari waktu Subuh hingga waktu Sahur hari berikutnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Agenda Setelah Terbit Fajar &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan.&lt;/em&gt; (Ditashih oleh Al-Albani)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”.&lt;/em&gt; (Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi kaum lelaki.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh”&lt;/em&gt; (Muttafaqun alaih)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”.&lt;/em&gt; (Tirmidzi dan ibnu Majah)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;d. Menyibukkan diri dengan doa, zikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak”&lt;/em&gt; (Ahmad dan Tirmizi dan Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;e. Duduk di masjid bagi lelaki /mushalla bagi wanita untuk berzikir dan membaca zikir waktu pagi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dalam hadis nabi disebutkan:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;”  Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”.&lt;/em&gt; (Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Agenda (urutan keutamaan)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Membaca Al-Quran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat).&lt;/em&gt; (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpat kali ganda insya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;2. Agenda setelah keluar dari masjid atau mushalla&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Tidur dengan berharap ganjaran di dalamnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dalam atsar disebutkan, Muadz bin Jabal berkata:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;إِنِّي لأَحْتَسِبُ فِي نَوْمَتِي كَمَا أَحْتَسِبُ فِي قَوْمَتِي&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Sungguh saya selalu berharap ganjaran dari Allah pada saat tidur sebagaimana saya selalu berharap ganjaran ketika berada di tengah kaumku”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”.&lt;/em&gt; (Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    c. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap kerana Allah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahawa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”.&lt;/em&gt; (Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dalam hadis lainnya nabi juga bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”&lt;/em&gt;. (Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    d. Menyibukkan diri dengan zikir sepanjang hari &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Allah berfirman :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang”&lt;/em&gt; (Ra’ad : 28)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah”&lt;/em&gt; (Thabrani dan Ibnu Hibban) .&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;3. Agenda ketika shalat Zohor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Menjawab azan untuk shalat Zohor, lalu menunaikan shalat Zohor  berjamaah di Masjid khususnya bagi lelaki&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zohor &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”.&lt;/em&gt; (Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;4. Agenda saat dan setelah shalat Ashar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Mendengar tazkirah di masjid (jika ada)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”&lt;/em&gt;. (Thabrani – hasan shahih)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    c.  Istirahat sejenak dengan niat yang kerana Allah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Agenda keutamaan:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;5. Agenda sebelum masuk Maghrib&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Mendengar ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui  media &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    c. menyediakan bantuan atau iftor di masjid-masjid dan di tempat lainnya &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    d. Menyibukkan diri dengan doa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Doa adalah ibadah”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;6. Agenda setelah terbenam matahari &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Melakukan iftor dengan rutob (kurma basah/muda), kurma secara ganjil atau seteguk air kosong dengan berharap ganjaran dan mengikuti sunnah diiringi dengan doa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dalam hadits disebutkan:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Rasulullah saw jika berbuka selalu membaca: “Telah hilang rasa haus, dan basah tenggorokan dan ditetapkan ganjaran insya Allah”. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    c.      Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    d. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    e. Berkumpul dengan keluarga depan hidangan makanan berbuka diiringi dengan syukur atas sempurnanya puasa satu hari penuh &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    f. Membaca zikir petang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    g. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya' dan sunnah tarawih dengan berwudhu dan berwangi-wangian (khususnya bagi laki-laki) lalu melangkahkan kaki menuju masjid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;7. Agenda pada waktu shalat Isya' &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Menjawab azan untuk shalat Isya' kemudian menunaikan shalat Isya' secara jamaah di masjid &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya' – 2 rakaat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    c.     Menunaikan shalat tarawih secara berjamaah dengan sempurna di dalam masjid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;إِنَّهُ مَنْ صَلَّى مَعَ الإِِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ ، كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya bagi siapa yang shalat bersama imam hingga selesai maka ditulis baginya seperti melakukan shalat qiyam lail”.&lt;/em&gt; (Ahlu sunan)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    d. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    e. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    f.     Dakwah melalui media atau lainnya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    g. Melakukan muzakarah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    h. Menghafal Al-Quran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Agenda keutamaan...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;8. Agenda pada sepertiga malam akhir &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu ketika ruku’ dan sujud di dalamnya dan melakukan shalat secara berjamaah pada 10 malam terakhir &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    b. Menunaikan shalat witir jika belum menunaikannya secara berjamaah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    c.     Makan sahur dengan niat beribadah kerana Allah dan menunaikan sunnah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada berkah nya”. (Muttafaqun alaih)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;    d. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”.&lt;/em&gt; (HR. Bukhari Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Ingatlah selalu:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mengiringi niat yang baik ketika melakukan pekerjaan di sepanjang hari pada bulan Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa puasa dengan iman dan berharap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya”, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa melakukan qiyam dengan iman dan berharap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya”, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang melaukan i’tikaf dengan iman dan berharap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya”, &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang mendapatkan lailatul qadar dengan iman dan berharap ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Apa yang dijelaskan di atas adalah cadangan yang boleh diikuti sebagai model contoh. Terpulanglah kepada kemampuan masing-masing dalam melaksanakannya. Apa yang terpenting ialah jangan samakan bulan yang mulia ini dengan bulan-bulan yang lain kerana di dalamnya penuh dengan kerahmatan dan kenikmatan yang tiada tolok bandingnya. Allahu a’lam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-4847470489109754725?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/4847470489109754725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=4847470489109754725&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4847470489109754725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/4847470489109754725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/agenda-harian-bulan-ramadhan.html' title='Agenda Harian Bulan Ramadhan'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/Sofnpa7zI2I/AAAAAAAAAL0/fVaoJf_U3mU/s72-c/429_4-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-2464863268188035900</id><published>2009-08-14T19:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T19:56:51.579-07:00</updated><title type='text'>Ukhuwwah Itu Penting Ya Akhi !! (ulangan)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Muqaddimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwwah di dalam Islam merupakan jalinan yang menghubungkan sebahagian dengan sebahagian umat Islam yang lain . Ia merupakan ikatan rabbani , ikatan yang diikuti dan dibina atas dasar ketaatan kepada Allah yang mengikat hati-hati mereka dan ia merupakan ikatan keimanan yang paling kukuh sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi saw. yang bermaksud :“Sekuat-kuat ikatan Iman ialah cinta dan berkasih-sayang kerana Allah dan marah juga kerana Allah” . (Hadith riwayat Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ajaran Islam ukhuwwah adalah suatu tunggak yang menjadi tunjang kepada pembinaan sebuah masyarakat Islam yang kukuh dan juga sebagai sendi yang menghubungkan anggota masyarakat. Harakah Islamiyyah sangatlah memerlukan agar ikatan persaudaraan yang dianjurkan oleh Islam ini diperkukuhkan sehingga ia menjadi seolah-olah satu bangunan yang tersusun rapi, satu anggota memperkuatkan satu anggota yang lain. Ianya umpama satu jasad yang apabila satu dari anggota jasad itu merasai sakit, maka seluruh anggota yang lain turut menanggung penderitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Ukhuwwah Dalam Konteks Amal Islami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi memastikan hak-hak dan kewajipan ukhuwwah ini dilaksanakan dengan sempurna dan berperanan dalam pembangunan jemaah, Islam telah menjelaskan cara-cara bagaimana hak-hak dan kewajipan tersebut dilaksanakan secara amali dengan memberi penekanan kepada tanggungjawab yang mesti dilaksanakan bukan hanya sekadar ucapan di bibir atau teori semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ukhuwwah (yang terjalin antara seorang mukmin dengan seorang mukmin yang lain) mestilah menjadi hubungan yang membawa mereka kepada ketaatan kepada Allah sebagai membenarkan sabda baginda Rasulullah saw yang bermaksud : “Sesiapa yang Allah ingin dikurniakan kebaikan kepadanya, nescaya Allah mengurniakan kepadanya seorang teman setia yang saleh, jika sekiranya ia terlupa (lalai) teman itu menolong memberi peringatan, dan apabila (temannya itu) memperingatkannya, ia akan menolongnya." Teman setia yang baik seperti inilah yang dimaksudkan oleh Saidina Umar Al-Khattab r.a yang mengatakan: “Engkau mestilah mencari saudara-saudara yang jujur dan hiduplah di kalangan mereka, kerana mereka itu adalah perhiasan di waktu senang dan bekalan di waktu kesusahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di sudut kejiwaan pula, ukhuwwah merupakan satu keperluan kerjasama, turut merasai keperluan-keperluan saudara-saudara yang lain dan berusaha memenuhi keperluan tersebut sebagai menyahut tuntutan sabda Rasulullah saw: “Jika sekiranya seorang dari kamu berjalan bersama saudaranya dengan tujuan memenuhi keperluannya (dan baginda menunjukkan isyarat dengan jari-jari baginda) amalan itu lebih utama dari ia beri’ktikaf selama dua bulan di dalam masjid ku ini”. (Hadith riwayat Al-Hakim dan ia mengatakan sanad-sanadnya sahih )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persaudaraan juga adalah kerjasama di bidang kebendaan sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sesiapa yang melapangkan seorang muslim dari satu kesusahan dunia nescaya Allah melapangkan untuknya satu dari kesusahan di akhirat. Sesiapa yang memudahkan seorang yang di dalam kesusahan nescaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat dan sesiapa yang menyembunyikan rahsia seorang muslim nescaya Allah akan memelihara rahsianya di dunia dan di akhirat. Dan Allah sentiasa menolong seseorang hamba selama ia menolong saudaranya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ukhuwwah adalah tanggungjawab kemasyarakatan yang merangkumi kewajipan-kewajipan yang ringkas. Sehubungan dengan perkara ini Rasulullah saw bersabda: “Hak seorang muslim ke atas seorang muslim yang lain ada enam perkara:&lt;br /&gt;(1) Apabila engkau bertemu dengannya hendaklah engkau memberi salam.&lt;br /&gt;(2) Apabila ia menjemputmu maka penuhilah jemputannya.&lt;br /&gt;(3) Apabila ia meminta nasihat hendaklah engkau memberi nasihat kepadanya.&lt;br /&gt;(4) Apabila ia bersin dan bertahmid maka hendaklah engkau lengkapkan dengan bertasymit ( mengucapkan yarhamukaLlah ).&lt;br /&gt;(5) Apabila ia sakit hendaklah engkau menziarahi.&lt;br /&gt;(6) Apabila ia meninggal dunia hendaklah engkau mengiringi jenazahnya” . (Hadith riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ukhuwwah juga bererti kemesraan, kasih sayang dan saling bantu-membantu. Berhubung dengan perkara ini Allah berfirman dalam surah al-balad ayat ke 17 yang bermaksud: “Selain itu dia termasuk dalam golongan orang yang beriman dan berwasiat satu sama lain supaya bersabar dan dengan berkasih sayang”. Rasulullah saw bersabda:“Janganlah kamu saling memutuskan silatur-rahim, janganlah kamu saling belakang-membelakangi, janganlah kamu saling benci-membenci dan janganlah kamu saling hasad-menghasad. Sebaliknya jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal (haram) bagi seorang muslim itu memulaukan saudaranya (yang mukmin) melebihi tiga hari”. Rasulullah saw juga bersabda: “Janganlah kamu memandang rendah terhadap sesuatu kebaikan, walaupun dengan cara bermanis muka ketika bertemu saudaramu ( kerana itu juga satu kebaikan). ( Hadis riwayat Muslim). Dalam hadis yang lain Rasulullah juga bersabda : “Setiap perkara kebaikan adalah sedekah. Sesungguhnya di antara perkara ma’ruf itu ialah bermanis muka ketika bertemu saudaramu dan menolong memenuhi bejana saudaramu dengan air”. (Hadis riwayat Al –Tirmidhi). Selain itu Rasulullah saw juga menjelaskan cara yang paling baik dan praktikal untuk merapatkan ukhuwwah ialah dengan memberikan hadiah. Sabda Nabi yang bermaksud: “Hendaklah kamu saling memberi hadiah kerananya kamu saling berkasih sayang dan akan jauhlah permusuhan”. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ukhuwwah menurut ajaran Islam ialah keghairahan dan setia kerana Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mempertahankan maruah kehormatan saudaranya nescaya Allah akan menjaga wajahnya dari seksaan api neraka di hari Qiamat”. (Hadis riwayat Al-Tirmizi). Seseorang Islam itu juga diingatkan supaya mendoakan untuk saudara seIslamnya. Ini penting kerana dalam satu hadis Nabi bersabda yang bermaksud: “Doa seseorang muslim untuk saudaranya di belakangnya adalah mustajab, terdapat malaikat yang dihantar khas untuk mendengarnya, lalu malaikat itu akan berkata setiap kali dia berdoa: Amin dan bagimu juga seperti yang kamu doakan untuk saudaramu”. Tambahan pula jika kita mempunyai kesilapan terhadap saudara kita, sudah tentulah kita perlu meminta ampun dari Allah untuknya. Menurut Al Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ulumiddin cara ini lebih baik dan praktikal dari kita pergi memberitahunya kesilapan kita terhadapnya lalu menambah kemarahannya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah secara ringkas tanggungjawab yang terpikul atas bahu kita selaku umat Islam, lebih-lebih lagi dalam konteks kehidupan kita secara berjemaah sudah tentulah perkara seperti ini dipandang secara lebih serius. Inilah rahsia kejayaan Nabi, para sahabat r.a. dan golongan salaf sebelum kita, yang telah berjaya membangunkan tamaddun yang tidak ada tolok bandingnya sepanjang sejarah kehidupan manusia. Mereka merupakan generasi Islam beriman yang unik, menjadi model kepada semangat ukhuwwah dan kasih sayang sesama mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6068031457041238113-2464863268188035900?l=abuamru1208.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuamru1208.blogspot.com/feeds/2464863268188035900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6068031457041238113&amp;postID=2464863268188035900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2464863268188035900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6068031457041238113/posts/default/2464863268188035900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuamru1208.blogspot.com/2009/08/ukhuwwah-itu-penting-ya-akhi-ulangan.html' title='Ukhuwwah Itu Penting Ya Akhi !! (ulangan)'/><author><name>Tajul Arifin bin Che Zakaria</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15933241489848344172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/ScQv4C-3gJI/AAAAAAAAAIM/MVQfLu9BO_s/S220/CIMG0089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6068031457041238113.post-177406176786710922</id><published>2009-07-25T17:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T18:31:44.039-07:00</updated><title type='text'>NAQIB: Jantung dan Qudwah....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SmuxxFHOzBI/AAAAAAAAALs/vFJ94tEU1lo/s1600-h/ikh3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 335px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ydFqOzYsTdM/SmuxxFHOzBI/AAAAAAAAALs/vFJ94tEU1lo/s400/ikh3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362575238058920978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;em&gt;tanzim jamaah muslimah&lt;/em&gt;, naqib ibarat tiang utama dalam struktur dan bangunan jamaah. &lt;p&gt;Naqib juga merupakan jantung yang terus berdenyut yang memberi &lt;em&gt;al-hayah&lt;/em&gt; (kehidupan), &lt;em&gt;al-hayawiyah&lt;/em&gt; (spirit) dan &lt;em&gt;al-harakah&lt;/em&gt; (gerakan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Naqib adalah &lt;em&gt;munaffidz&lt;/em&gt; (pelaksana) asasi bagi berbagai proses:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Tarbawi&lt;/em&gt; (tarbiyah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tanzhimi&lt;/em&gt; (struktur), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Idari&lt;/em&gt; (management).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Pada saat yang sama, naqib ibarat nadi kepada harakah, padanya terdapat:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Taujih/khithab qiyadi&lt;/em&gt; (pengarahan pemimpin), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Amal tanfidzi&lt;/em&gt; (pelaksanaan amal).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Pada saat yang sama pula, naqib ibarat &lt;em&gt;qanat&lt;/em&gt; (saluran) asasi antara &lt;em&gt;qiyadah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;afrad&lt;/em&gt;. Melalui saluran inilah:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berbagai &lt;em&gt;awamir&lt;/em&gt; (perintah) dan &lt;em&gt;taujihat&lt;/em&gt; (pengarahan) turun, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbagai berita dan &lt;em&gt;iqtirahat&lt;/em&gt; (cadangan) naik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Kerana inilah, sesungguhnya dengan membina naqib, membina &lt;em&gt;qudrah&lt;/em&gt; (kemampuan)-nya dan membina berbagai karakternya, baik yang bersifat bawaan, maupun yang bersifat empiris merupakan pembinaan terhadap kemampuan berbagai marhalah jamaah dan terhadap kafa-ah-nya untuk ber-harakah dan melakukan &lt;em&gt;intaj&lt;/em&gt; (produktiviti). Sesuai dengan kadar yang diperoleh oleh naqib, baik yang berupa sifat-sifat asasi, maupun tarbiyah yang berjaya, sesuai kadar itu pula terletak:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kekuatan bangunan &lt;em&gt;tanzimi.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produktiviti &lt;em&gt;ada’ idar&lt;/em&gt;i (pelaksanaan management).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kejayaan &lt;em&gt;amaliyah tarbawiyah&lt;/em&gt; (proses tarbiyah), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keberkatan &lt;em&gt;ansyithah da’awiyah&lt;/em&gt; (berbagai aktiviti dakwah).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Mungkin posisi naqib dalam jamaah muslimah itu seperti titik pusat sebuah lingkaran, di mana posisi qiyadah berada di bahagian atas, posisi afrad berada di posisi bawah, sementara berbagai aktiviti yang berada di dalam lingkaran itu mesti melalui naqib yang menghubungkan antara qiyadah dengan afrad tadi. Tidak mungkin bahagian-bahagian dari lingkaran itu sampai kepada arah yang berlawanan, di manapun posisinya, kecuali melalui titik pusat (tengah) itu. Maksudnya: apapun arah sebuah kegiatan, baik dari qiyadah kepada afrad atau sebaliknya, maka naqib merupakan pusat kepada kegiatan itu, dan ia adalah pusat penyelaras kepada gerakan ini, dan darinyalah bertolak berbagai aktiviti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini adalah sebahagian dari aktiviti-aktiviti jamaah muslimah yang asasi -yang dalam gambaran di atas merupakan isi dari lingkaran- yang tidak boleh tidak naqib pasti menjadi pusat  asasi dan pusat penghubungnya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;em&gt;Al-‘Amaliyah At-Tarbawiyah &lt;/em&gt;(proses tarbiyah).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini mencakupi:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Dirasah Mabadi’ Jama’ah&lt;/em&gt; (kajian prinsip-prinsip jamaah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ta’allumul Fiqhid Da’awi&lt;/em&gt; (pembelajaran fiqih dakwah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Thuruqud Da’wah wal Ittishal&lt;/em&gt; (metode dakwah dan komunikasi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;As-Siyasat Al-’Ammah lil Harakah&lt;/em&gt; (siyasat umum harakah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Lawaihul Jama’ah&lt;/em&gt; (undang-undang jamaah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Mafahim At-Tarbawiyah&lt;/em&gt; (konsep-konsep tarbiyah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-‘Ilmu bitarikhid da’wah al-islamiyah&lt;/em&gt; (pengetahuan sejarah dakwah Islam).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ma’anil Badzli wat Tadh-hiyah&lt;/em&gt; (nilai-nilai infaq dan pengorbanan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tahammulul Masyaq&lt;/em&gt; (daya tahan dalam memikul berbagai kesulitan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca Al-Qur’an, dan mengkaji makna-maknanya.&lt;br /&gt;Semua itu berjalan sesuai dengan manhaj jamaah, dan ta’limat qiyadah yang tidak mungkin sampai kepada afrad kecuali melalui naqib.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;At-Tarbiyah bis-Suluk&lt;/em&gt; (tarbiyah dengan tingkah laku), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Qudwah al-‘Amaliyah&lt;/em&gt; (teladan amali), yang memang menjadi kewajibannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Pada satu sudut, seorang naqib mengambil qudwah (teladan) yang baik dari para qiyadah, pada saat yang sama ia adalah teladan bagi saudara-saudaranya di bawah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, ia menjadi pihak yang menerima kebaikan, sekaligus menjadi penyebar kebaikan tadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerana gerakan Ikhwan adalah &lt;em&gt;haqiqatun shufiyah&lt;/em&gt; (hakikat kesufian), maka naqib merupakan asas hakikat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di depan para qiyadah ia adalah seorang murid yang belajar, mempraktikkan dan meneladani, dan di hadapan saudara-saudaranya ia adalah seorang syeikh yang menjadi teladan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, naqib merupakan inti tarbiyah sulukiyah, penukil tarbiyah ini dan tali pengait yang menyambungkan hubungan antara generasi dakwah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan jamaah dengan izin Allah terbebas dari berbagai &lt;em&gt;bid’ah tasawwuf&lt;/em&gt;, dan manhajnya yang &lt;em&gt;salafi mu’tadil&lt;/em&gt; (salafi sederhana) sudah amat dikenal, dan hal ini telah disebutkan oleh Imam Asy-Syahid dengan jelas. Beliau meminjam istilah tasawwuf dalam rangka memberikan isyarat kepada &lt;em&gt;tawajjuh tarbawi al-akhlaqi&lt;/em&gt; (orientasi tarbiyah akhlaqi) yang sangat memperhatikan &lt;em&gt;tazkiyatul qulub wal arwah&lt;/em&gt; (pensucian hati dan ruhani).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;em&gt;Al-Ansyithah Al-Idariyah&lt;/em&gt; (berbagai aktiviti pengurusan).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian ini kerana jamaah sebagai &lt;em&gt;hizb&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;tanzhim&lt;/em&gt; memiliki berbagai aktiviti yang beranika ragam:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengeluaran berbagai perintah dan penerapannya, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengambilan berbagai keputusan dan pelaksanaannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana lazimnya sebuah lembaga sosial kemanusiaan mempunyai pengurusan dan anggota, ada ketua dan ada anak buah, ada pimpinan dan ada pengikut. Demikian juga halnya dengan jamaah muslimah, para qiyadah-nya tercermin pada para pimpinan pengurusannya, sementara personel jamaah ibarat anggota sebuah lembaga yang menunaikan kewajiban-kewajibannya dalam menjalankan berbagai &lt;em&gt;qararat&lt;/em&gt; (keputusan), melaksanakan berbagai rencana serta komitmen terhadap berbagai &lt;em&gt;taujihat&lt;/em&gt; (arahan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga berkewajiban menyampaikan berbagai berita, mengamati berbagai fenomena dan menulis &lt;em&gt;taqrir&lt;/em&gt; (membuat laporan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Termasuk dalam hal ini pula bahawa masing-masing dari qiyadah dan&lt;em&gt;&lt;/em&gt; anggota mempunyai berbagai hak dan kewajiban, di mana pihak yang satunya berkewajiban melaksanakan hak-hak itu. Adakalanya hal itu adalah kewajiban syar’i, dan boleh jadi pula hal itu adalah buah dari ibadah. Semua itu bergantung kepada berbagai kemaslahatan yang menjadi titik tujuan didirikannya tanzim yang membantu tercapainya kemaslahatan-kemaslahatan diniyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;aktiviti idariyah&lt;/em&gt; ini harus ada titik tengah dan titik ordinasi yang menjadi penghubung antara pimpinan puncak dengan basis massanya. Titik tangah ini ada pada naqib yang merupakan pusat nadi mengalirnya &lt;em&gt;harakah idariyah&lt;/em&gt; (gerakan management). Ia ibarat pengikut di hadapan qiyadah dan ia ibarat imam di hadapan afrad. Atau dengan bahasa lain, ia adalah pimpinan dan yang dipimpin sekaligus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah ini tetap akan berterusan sehingga saat &lt;em&gt;nasyath idari&lt;/em&gt; (aktiviti pengurusan) berubah menjadi &lt;em&gt;nasyath askari&lt;/em&gt; (aktiviti askari), atau &lt;em&gt;tanfidz siyasi&lt;/em&gt; (pelaksanaan politik).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, Naqib adalah seorang jundi yang taat dan pada masa yang sama ia adalah &lt;em&gt;qaid&lt;/em&gt; (pimpinan) yang mengeluarkan perintah kepada saudara-saudaranya di bawah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;em&gt;Al-Ansyithah Ats-Tsaqafiyah&lt;/em&gt; (berbagai aktiviti tsaqafiyah).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jamaah muslimah sebagai &lt;em&gt;harakah salafiyah&lt;/em&gt; (gerakan salaf) mengimani bahawa &lt;em&gt;al-‘ilmu asasul ‘amal&lt;/em&gt; (ilmu adalah asas amal).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, di dalam usrah terdapat &lt;em&gt;madrasah tsaqafiyah mutakamilah&lt;/em&gt; (sekolah terpadu tempat mengasah wawasan). Melalui usrah jamaah muslimah bersemangat untuk mengadakan:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;At-tastqif asy-syar’i&lt;/em&gt; (pengasahan wawasan syari’ah) dengan kepelbagaiannya, seperti:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Belajar Al-Qur’an dan melakukan kajian terhadapnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu hadis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kajian dasar-dasar fiqih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prinsip-prinsip aqidah, dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;At-tastqif bist-tsaqafah al-‘ammah&lt;/em&gt; (pengasahan wawasan umum), seperti:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sejarah manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sejarah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelbagai skill kehidupan, dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;‘Amaliyah tsaqafiyah&lt;/em&gt; (proses pengasahan wawasan) ini –walaupun masih banyak tempat-tempat yang menjadi pilihan- namun, intinya, atau minima pelurusan dan penentuan alurnya dilakukan dalam &lt;em&gt;‘amaliyah tsaqafiyah &lt;/em&gt;yang diselenggarakan di dalam usrah. Hal ini mendorong –mau tidak mau- bagi:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berjalannya fungsi naqib sebagai ustaz dan mu’allim di hadapan saudara-saudaranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keharusan untuk selalu mendapatkan bekalan-bekalan secara berterusan dari para qiyadah da’wah dan para pemikirnya dalam menuntut ilmu, dan jadilah dia di hadapan mereka sebagai seorang siswa yang belajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, secara automatik naqib juga menjadi:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Markaz wa jauhar al-‘amaliyah at-tarbawiyah&lt;/em&gt; (center dan inti dari proses tarbiyah),&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia adalah titik sambung antara mengambil dan memberi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pihak yang secara &lt;em&gt;istimrar&lt;/em&gt; (berterusan) berkewajiban menjadi siswa yang belajar yang terus menyerap ilmu dari pihak lainnya, dan pada saat yang sama..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjadi seorang yang aktif yang mampu memberi sebagai seorang mu’allim dan ustaz.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu kewajiban naqib yang sangat banyak itu, di samping perananya sebagai &lt;em&gt;murabbi&lt;/em&gt; (pendidik), &lt;em&gt;munazhzhim&lt;/em&gt; (pengorganisasian), dan &lt;em&gt;mudir&lt;/em&gt; (pengurus), ia juga berperanan sebagai &lt;em&gt;mu’allim&lt;/em&gt; (guru) yang menjalankan &lt;em&gt;‘amaliyatut-ta’lim ad-da’awi wal fikri&lt;/em&gt; (proses pengajaran dakwah dan fikrah) dalam ruang lingkup jamaah, melalui usrah atau di luar usrah melalui berbagai ceramah, kajian rutin dan pertemuan-pertemuan. Dan dia, saat menjalankan proses ini, bererti sedang menjalankan kewajiban syar’i yang sangat besar, sesuai dengan kemampuannya. Di hadapan saudara-saudaranya, ia adalah seorang guru, walaupun yang ia sampaikan hanya satu ayat dari Al-Qur’an, bagaimana halnya kalau dia menjadi guru pertama mereka dalam ilmu-ilmu syari’ah yang beraneka ragam itu. Ditambah lagi bahawa saudara-saudaranya juga mengambil daripadanya pelajaran fikr islami untuk pertama kalinya, bahkan, darinya terambil berbagai manhaj jamaah, pokok-pokoknya, prinsip-prinsip dakwah dan tradisi-tradisi dakwah. Kerana inilah, peranan naqib sangatlah besar dalam &lt;em&gt;al-‘amaliyah at-ta’limiyah&lt;/em&gt; (proses pengajaran) dalam jamaah muslimah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerana peranannya yang besar inilah, seorang naqib memerlukan pengetahuan dan komitmen terhadap pendekatan dalam &lt;em&gt;al-‘amaliyah at-ta’limiyah&lt;/em&gt; (proses pengajaran) ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Justeru itu, kita boleh saja mengambil pelajaran dari &lt;em&gt;aadabul muhaddits&lt;/em&gt; (pendekatan seorang ahli hadis) yang layak bagi seorang murabbi atau naqib, khususnya dalam usrah.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“… Seorang &lt;em&gt;muhaddis&lt;/em&gt; (baca: murabbi atau naqib) berkewajiban meluruskan niat, membersihkan hatinya dari tujuan-tujuan duniawi … dan jangalah ia menolak melakukan &lt;em&gt;tahdis&lt;/em&gt; atau proses periwayatan hadis (baca: tarbiyah dalam arti proses pembinaan) kepada seseorang dengan alasan seseorang itu tidak lurus niatnya, sebab, seseorang itu boleh diharapkan –melalui &lt;em&gt;tahdis&lt;/em&gt; (baca: tarbiyah) kelurusan niatnya, dan hendaklah ia (&lt;em&gt;muhaddits&lt;/em&gt;, baca: murabbi) bersemangat menyebar luaskan hadis (baca: bahan tarbiyah) dengan mengharapkan besarnya pahala yang akan diperoleh … hendaklah ia (&lt;em&gt;muhaddits&lt;/em&gt;, baca: murabbi) membuka dan menutup majlisnya dengan hamdalah, shalawat kepada nabi -&lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;- dan doa yang tepat, hendaklah ia menyiapkan seorang pembaca Al-Qur’an yang bagus suaranya untuk membaca sedikit ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam meriwayatkan hadis (baca: menyampaikan bahan tarbiyah) janganlah melaluinya saja yang menyebabkan tidak difahaminya hadis (baca: bahan tarbiyah) itu atau sebahagiannya … dan hendaklah ia memohon kepada Allah -&lt;em&gt;subhanahu wata’ala&lt;/em&gt;- agar mendapatkan &lt;em&gt;taufiq&lt;/em&gt; (ketepatan), &lt;em&gt;tasdid&lt;/em&gt; (pelurusan) dan &lt;em&gt;taisir&lt;/em&gt; (kemudahan), dan hendaklah ia komitmen terhadap berbagai akhlaq dan pendekatan mulia, kemudian, hendaklah ia mengerahkan seluruh jerih payahnya dalam rangka menguasai hadis (baca: bahan tarbiyah) itu dan mengoptimumkan pemahamannya …”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Taqribun-Nawawi, sila rujuk pada tadribur-rawi syarah taqribun-nawawi, juz: 2 hal. 127 – 141&lt;/em&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Begitulah hendaknya seorang da’i dalam kapasitinya sebagai mu’allim boleh dikutip dari &lt;em&gt;adabul muhaddits&lt;/em&gt; (pendekatan seorang ahli hadis) yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazali –&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;. Beliau menyebutkan bahawa adab seorang muhaddis adalah:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“… Bertujuan &lt;em&gt;shidiq&lt;/em&gt; (benar), menjauhi dusta, meriwayatkan hadis yang masyhur serta meriwayatkan daripada orang-orang tsiqat (terpercaya) … tidak menyebutkan khilaf yang ada di antara sesama salaf, &lt;em&gt;ma’rifatuz-zaman &lt;/em&gt;(mengenali zaman), menjaga diri agar tidak tersasul dan salah tulis, &lt;em&gt;lahn &lt;/em&gt;(kesalahan baca ) dan &lt;em&gt;tahrif&lt;/em&gt; (perubahan) … tetap komitmen dengan pekerti tawadhu’ dan sebahagian besar hadis yang diriwayatkannya membawa manfaat bagi kaum muslimin … dan tidak meriwayatkan hadis yang pada asalnya tidak diamalkan …”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(Al-Adab fid-diin, karya Al Ghazali hal. 5)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Harap diperhatikan bahawa termasuk dalam pengertian al-hadis al-masyhur dalam perkataan Imam Al-Ghazali (dengan menggunakan metode qiyas (analogi) adalah segala hal yang bermanfaat dan dikenal oleh masyarakat, bukan:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masalah-masalah yang pelik-pelik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadis-hadis fitnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencari berita-berita yang meresahkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Termasuk dalam pengertian komitmen untuk tidak menyebutkan khilaf antara sesama salaf –meskipun hal ini merupakan tuntutan- adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menceritakan hal-hal yang masih khilaf.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadis-hadis fitnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khilaf dan pertikaian antara sesama qiyadah da’wah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan &lt;em&gt;ma’rifatuz-zaman&lt;/em&gt; adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memperhatikan &lt;em&gt;al-wa’yu al-hadhari al-‘am&lt;/em&gt; (kesedaran peradaban umum).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengenali berbagai peristiwa yang sedang terjadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikuti berbagai perkembangan berita politik dan sosial.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Seorang naqib hendaklah selalu mengingat bahawa dia adalah seorang &lt;em&gt;mu’allim murabbi&lt;/em&gt; (guru yang mendidik) yang menjalani peranan sebagai &lt;em&gt;ad-da’iyah al-qudwah&lt;/em&gt; (dai teladan), yang mentarbiyah dengan &lt;em&gt;suluk&lt;/em&gt; (perilaku), sebagaimana mentarbiyah dengan kata-kata, bukan sekadar mentarbiyah dengan ilmu yang melaksanakan &lt;em&gt;risalatul ‘ilmi&lt;/em&gt; (misi ilmu) tanpa disertai &lt;em&gt;hararatur-ruh&lt;/em&gt; (kehangatan rohani) dan melepaskan kendali &lt;em&gt;tadris &lt;/em&gt;(pengajaran) tanpa disertai hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu diketahui bahawa &lt;em&gt;al-’amaliyah at-tarbawiyah&lt;/em&gt; (proses tarbiyah) dalam jama’ah muslimah adalah &lt;em&gt;‘amaliyah tarbawiyah&lt;/em&gt; yang menuntut adanya &lt;em&gt;iltizam biqawa’idi rabbaniyyatit-ta’lim&lt;/em&gt; (komitmen terhadap kaedah-kaedah ke-rabbaniyan dalam ta’lim yang di antara kandungannya adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Ta’allumul mawazin wal qawa’id&lt;/em&gt; (mempelajari timbangan-timbangan dan kaedah-kaedah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Bidayah bil ahamm la bil ashal&lt;/em&gt; (memulai dengan yang terpenting, bukan yang termudah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tathbiqul mumarasat ash-shahihah wal badzli la jam’ul ma’lumat (pengamalan praktik yang benar dan semangat memberi bukan menginventasisasi informasi atau pengetahuan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;At-Tamassuk bil jawahir la bil qushur&lt;/em&gt; (berpegang teguh kepada inti bukan kulit).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-Iltizam bil auwlawiyat ‘inda tazahumidh-dharurat&lt;/em&gt; (komitmen dengan prioriti semasa terjadi desakan atau kepadatan berbagai keperluan semasa).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Daf’ul mafasid ‘ala maqadiri rutabiha&lt;/em&gt; (menolak kerosakan sesuai dengan tingkatannya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Istihshalil mashalih hasba darajatiha&lt;/em&gt; (mengupayakan tercapainya berbagai kemaslahatan sesuai dengan derajatnya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Mura’atul isti’dadat an-nafsiyah&lt;/em&gt; (memperhatikan potensi-potensi kejiwaan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Akhdzul ‘ulum hasba maratibiha wa ahammiyyatuha&lt;/em&gt; (mengambil ilmu berdasarkan tingkatan dan urgensinya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan lain-lain yang telah dijelaskan panjang lebar di tempat lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diragukan lagi bahawa termasuk akhlaq seorang da’i yang objektif, dalam kapasitasnya sebagai mu’allim murabbi hendaklah ia menisbahkan ilmu kepada yang memilikinya dalam rangka:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menolak dugaan kesombongan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembalikan keutamaan kepada pemiliknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan irsyad (bimbingan) kepada para da’i untuk kembali kepada sumber-sumber ilmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Al-wafa’&lt;/em&gt; (kesetiaan) kepada ahlul ‘ilmi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tatsbitul haqq (mengokohkan kebenaran), dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menolak dan menghindari bahaya hasad (irihati).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Dalam hal ini Al-Imam As-Suyuthi berkata:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“… Di antara keberkatan ilmu dan syukur kepadanya adalah menisbahkan ilmu kepada yang mengatakannya, demikianlah perkataan Al-Hafizh Abu Thahir As-Salafi … (kemudian Imam Suyuthi menukil perkataan Abu Ubaid yang mengatakan): Di antara bentuk mensyukuri ilmu adalah engkau mengambil manfaat dari sesuatu, jika ada sesuatu disebutkan kepadamu engkau berkata: “Tidak jelas bagiku masalah ini dan ini, dan saya tidak memiliki pengetahuan dalam hal ini, sehingga si fulan memberikan faedah dalam hal ini begini dan begini” inilah bentuk mensyukuri ilmu … kerana inilah engkau tidak melihat diriku menyebut sesuatu dalam tulisan-tulisan saya satu huruf pun kecuali dalam keadaan tersandarkan kepada yang mengatakannya dari para ulama’ dengan menjelaskan nama kitab yang menyebutkan hal itu …”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(Al-Muzhir fi ‘ulumi al-lughah, karya As-Suyuthi, juz: 2 hal. 164)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Al-Imam Al-Fasi menukil sebahagian kalam ini setelah memberikan prolog demikian:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;“… Tidak syak lagi bahawa termasuk dalam &lt;em&gt;al-madarik al-muhimmah fi bab ast-tashnif&lt;/em&gt; (pemahaman penting dalam menulis kitab) adalah menisbahkan berbagai faedah dan masalah serta nukat (masalah penting yang tidak semua orang mampu melihat dan mengetahuinya) kepada para pemiliknya dalam rangka membebaskan diri dari mengakui sesuatu yang bukan miliknya dan dalam rangka menjauhkan diri dari &lt;em&gt;labisi tsaubai az-zur&lt;/em&gt; (memakai dua baju kepalsuan) … inilah kaedah kami yang berhasil kami himpun …”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(Qawa’id ast-tahdits, karya Al-Qasimi, hal. 40)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kaedah atau akhlaq yang dulunya menjadi komitmen para ulama’ ini sekarang mulai meredup, dan sudah menjadi semacam kebanggaan saat seseorang menyebutkan berbagai masalah indah tanpa menisbahkannya kepada para pemiliknya, atau sudah menjadi kepelitan dan kekikiran ilmiah kepada para pemiliknya, atau umumnya kerana kebodohan terhadap kaedah ini. Kerana inilah menjadi sebuah kemestian untuk mengingatkan hal ini sebagai salah satu akhlaq murabbi (dan naqib) katika ia menjalani &lt;em&gt;al-‘amaliyah at-ta’limiyah&lt;/em&gt; (proses pengajaran), baik ketika berbicara maupun ketika berdiskusi atau ketika menulis dan mengarang buku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana naqib berperanan sebagai titik fokus dalam &lt;em&gt;al-‘amaliyyah at-tarbawiyah&lt;/em&gt;, kerananya ia juga menjadi &lt;em&gt;markazul ‘amaliyah at-ta’limiyah&lt;/em&gt; (pusat proses pengajaran) dalam jama’ah, yang bererti ia berperanan sebagai mu’allim (guru) bagi orang lainnya, pada saat yang sama, ia adalah muta’allim (siswa) bagi orang lainnya, baik yang dimaksud dengan “orang lain” ini adalah orang-orang yang berada di dalam group yang ia pimpin, ataupun orang-orang yang berada di bawah ke-amir-annya, ataupun para ulama’, da’i dan fuqaha yang sama sekali tidak ada ikatan tanzimi dengannya, bahkan mereka berasal dari luar jama’ah, dan “persiswaan” ini ada dalam salah satu cabang pengetahuan, atau salah satu bahagian dari syari’ah, bahkan sampaipun hanya dalam satu masalah tertentu saja, mengingat bahawa ijtihad memang boleh dibahagi-bahagikan. Intinya bahawa sang naqib atau murabbi belajar dalam satu bidang tertentu, atau salah satu ilmu dari orang-orang yang berada di bawah ke-amir-annya, dan tidak ada malu dalam ilmu dan semua dimudahkan kepada apa yang ia dicipta untuknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di atas semua itu, sang naqib atau murabbi juga berkewajiban mencari pengetahuan dan mengambilnya manapun juga, selama ia telah yakin mampu mencegahnya dari penyimpangan pemikiran atau &lt;em&gt;inhiraf aqidi&lt;/em&gt; (penyimpangan aqidah), atau &lt;em&gt;al-iltiwa’ al-haraki&lt;/em&gt; (penyimpangan harakah). Bahkan, seorang naqib atau da’i yang berjaya dan kokoh, dari sela-sela belajarnya, sekaligus ia bisa menjadi guru dan murabbi terhadap guru dan syeikh-nya, atau teman-teman sebayanya, melalui:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dialog konstruktif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan diskusi yang berjaya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Bahkan ia dapat mempengaruhi melalui perilakunya yang “beda” dan akhlaqnya yang mantap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ditambah lagi bahawa proses belajar dari para masyayikh dan ulama’ di luar jama’ah akan membuka kesempatan kepada para da’i untuk berinteraksi dengan mereka, mengulas fikrah mereka, bahkan menarik simpati orang lain terhadap mereka, mempengaruhi mereka dan pandangan-pandangan mereka, dan sekaligus mengambil manfaat dari majlis dan murid-murid mereka dalam hal penyebaran fiqih da’wah, penyebaran pemikiran haraki, persiapan perluasan dokongan awam kepada da’wah dan menarik simpati unsur-unsur yang mengarah ke sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya, proses belajarnya sang naqib dan sebahagian da’i kepada para masyayikh dan ulama’ sangatlah penting, bukan saja kerana adanya:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faedah-faedah ilmiah, da
